Halo
> masing2 saya juga masih belum jelas apa bedanya mode stand alone dan
xinetd
> ? sebelum dan sesudahnya makasih banyak kepada moderator dan
teman-teman
> karena boleh gabung di milis ini.
Contoh,
service ftp
{
disable = no
socket_type = stream
wait = no
user = root
server = /usr/sbin/vsftpd
nice = 10
}
Kalau mode xinetd, artinya, ada program yang jalan yang memonitor
datangnya
request, begitu ada network request datang di port ftp, dia akan
menyalakan
program vsftpd, dan menyerahkan request itu untuk di handle ama vsftpd.
kalau ada yang datang lagi, yah di nyalain lagi, terus di assign ke
vsftpd
lagi.
CMIIW, apache mode xinetd, ada request ke port 80, xinetd nyalain
apache,
apache bikin satu thread, thread handle request itu, request selesai,
thread
mati, apache mati.
Kalau stand alone, yah program itu nyala terus, menunggu request. Kalau
ada
connect ke dia, yah program itu sendiri yang menghandle.
CMIIW, apache mode standalone, apache nyala, ada request ke port 80,
apache
bikin satu thread, thread handle request, request selesai, thread mati,
apache tetap nyala.
Kalau kira kira workloadnya besar, mungkin lebih baik pake mode stand
alone.
Kalau mau pake xinetd dan untuk tcp mungkin ada baiknya mempertimbangkan
ucspi-tcp.
Ini mungkin berguna
http://cr.yp.to/ucspi-tcp.html
http://mercury.chem.pitt.edu/~sasha/LinuxFocus/English/November2000/article17
5.shtml
Dion
_________________________________________________________
This mail sent using V-webmail - http://www.v-webmail.org
--
Unsubscribe: kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info di http://linux.or.id/milis.php
FAQ milis http://linux.or.id/faq.php