On Thu, Jun 17, 2004 at 04:19:11PM +1000, Ronny Haryanto wrote:
> On Thu, Jun 17, 2004 at 12:47:39PM +0700, I Gede Wijaya S wrote:
> > jadi untuk Mas Ronny, percuma mas kalo dibawa ke linux-activis,
> > karena disana biasanya sudah "sadar milis";-) Yang harus tetap
> > digalakkan, yah disini ini. Soalnya, apakah para/calon "pembajak
> > thread" itu juga gabung ke linux-activis?
> 
> Maksud saya diteruskan di sana utk dicari jalan keluar, bukan
> ngomongin usernya langsung di sono :-)
ini sudah menyangkut budaya, je, mas. Tipikal Orang Indonesia yang tidak
mau membaca "manual", maka tulisan ketika gabung di milis pun tidak
digubris. Cara selama ini sudah bagus kok, cuman, yang ngingetin
kebanyakan mas Ronny, dan ada satu dua orang yang lain. saya cuman heran
saja, kok masih sabar yah, anda, mas:-P~ Mungkin kita warga milis ini
mulai juga mengingatkan, dan meninggalkan pendapat "sok jadi moderator",
"anggap sudah jago yah" ketika inginmengingatkan pihak lain

soal teknis. Kalo penjawab (repky) pertama, selain mengingatkan ke
penulis,  bisa saja mengalihkan threading yang ngawur itu menjadi threading baru (di 
Mutt, ketika reply, menghapus baris In-Reply-To). Nah, jika kita sebagai pernjawab 
selanjutnya, cukupkah melakukan hal yang sama (misal penjawab thread ke 6), atau 
terpaksa cuman mengingatkan saja?

Saya sih sampai saat ini masih tidak habis pikir, bagaimana sih
"pembajak threading" itu menulis emailnya;-( apakah segitu malasnya
menulis alamat baru (ada email yang mengatakan jika hanya dari reply
tersebut mereka bisa menulis email). Atau jangan-2 masih banyak ngak
tahu apa itu "threading" di milis dan etikanya;-P~
> 
> Ronny



-- 
Program Diploma Teknik Elektro
Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta

http://te.pdft.ugm.ac.id/~jaya

-- 
Unsubscribe: kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info di http://linux.or.id/milis.php
FAQ milis http://linux.or.id/faq.php

Kirim email ke