On Wed, Jan 12, 2005 at 04:49:07PM +0000, Rio Martin. wrote:
> On Thursday 13 January 2005 08:46, Arief Yudhawarman wrote:
> > Nah, saya mau tanya.
> > Sampai sekarang saya masih setia pakai redhat7.3 plus upgrade
> > (ini sudah upgrade yg terakhir, krn setelah itu sudah tidak ada
> > lagi upgradenya). Malahan versi ini dipakai di warnet yg saya kelola
> > mulai dr th 2002 s/d akhir 2004.
> 
> Kalau sudah setia, kenapa harus pindah ke slackware?
> kalau niatnya mau jadi tambahan pengetahuan sih boleh lah..
> 
> RedHat vs Slackware => beda di script - script doank.
> Kernelnya sama juga kalau sudah dicompile ulang ..
> karena ngambil source yang sama dari www.kernel.org

Saya mau sharing pengalaman saja. Ambil contoh squid.
Dari zaman redhat 6.2 sampai dg redhat 7.3, squid yg saya install dr
source code selalu tidak lebih bagus drpd squid bawaannya redhat (rpm).
Padahal confignya pakai rujukan dr ahli per-squid-an.

Kalau milisers mengikuti email yg pernah saya lempar ke milis mengenai
kinerja squid yg saya install di redhat 7.3 akan melihat bahwa untuk
query ke url situs tertentu (misalnya detik) objectnya ndak bisa ke-HIT.
Saya bandingkan dg proxy telkom yg mesti nyimpan objectnya yg pernah
didownload, HIT terus. Kerjaan saya jadi kayak peneliti, ngamati log ...
menganalisa problem, pemecahan masalah, reload squid, test query object,
ngamati log, dst ... Sampai2 saya agak frustasi juga dibuatnya...

Kemudian teman saya mengasih CD slackware 10, setelah berhasil install
(terakhir saya install slackware 7.1 pertengahan 2001, sebenarnya sih
tidak berniat install slackware, awalnya pakai redhat 6.2, namun entah
mengapa hasil instalasi awal dr CD yg sudah beres, tidak bisa jalan
normal saat komputer mulai booting dan membaca linux loader, ada some
kind of error di processor flag (?), pakai amd, saya sudah baca2 doc
lilo dan menemukan cara mengatasi masalah, tapi tetap saja linux redhat
yg sudah berhasil diinstall tidak mau dibooting! Well, saya sudah tidak
ada jalan lain saya pakai slackware, mandrake sudah saya coba juga
ndak bisa, eh ndilalah jadi jalan juga linuxnya :-). Linuxnya ini
sebenarnya untuk warnet dialup, saya cukup lama mempelajari setting
dialup koneksi ke isp, biasa di redhat pakai script+wvdial. Ada kppp
juga di slackware, tapi ini tidak saya aktifkan, krn lebih suka pakai
script. Yang penting setelah berhasil diinstall, warnetnya jalan,
slackware sudah tidak pernah saya tengok lagi ... :-)
Problem yg terakhir adalah com portnya jebol kena petir dan warnetnya
bubar ganti rental krn pelanggannya sepi)
..oya ..ngelanjutin yg tadi. Jadi setelah berhasil install slackware,
saya cari squidnya, kok ndak ada, kemudian download packagenya di
linuxpackage (zaman saya dulu install bernama linuxmafia). Saya tes
query object ke situs detik, tes pertama squid lapor object MISS,
tes kedua squid lapor object HIT. Kemudian saya install juga squid
dari sourcecode, lakukan tes yg sama, dan ternyata squid hasil
instalasi ini memperlihatkan efek yg memuaskan ... :-)


Saya tidak akan say goodbye ke redhat karena masih memerlukan, lagipula
saya masih newbie, apa yg lakukan kan cuma konfig doang, kata teman
saya, master of configurator :-)... Tetapi menemukan bahwa slackware telah
memuaskan kepenasaran saya membuat saya menemukan rumah baru untuk 
mempelajari dan menyelaminya lebih dalam.

So, welcome a new slacker !

Salam

~yudi






> 
> :))
> 
> > Kalau hanya untuk lingkungan kantor, sekolahan, dan tdk memerlukan
> > koneksi online 24jam ke internet hanya dialup, apakah perlu upgrade versi
> > redhatnya ? Kalaupun untuk aplikasi server hanya untuk lingkungan LAN
> > (web, ftp, postfix, webmail, file, dan lokal dns server).
> 
> Ada kesulitan ndak waktu install kesemuanya ?
> kalau ndak ada kesulitan , berarti gak worth it pake distro lain.
> 
> Saya ndak pernah upgrade kalau RedHat, selalu saya install fresh dari awal.
> 
> > Ada yg bilang 'don't fix it if it ain't broken' (tulisannya bener
> > enggak), jadi ndak perlu upgrade kalau ndak perlu ya kan ?
> 
> upgrade sama patch perlu dibedakan loo..
> ngepatch hole daemon itu sih perlu sekali, kecuali kalau servernya mau 
> dijadikan target exploit nya hacker :))
> 
> > Kecuali mau install dr source code, beberapa source tertentu mensyaratkan
> > glibc versi baru yg tidak sesuai dg versi redhat ini. Saya kemarin
> > install dr source code php-4.3.4, tidak masalah di redhat.
> 
> Nah itu baru berguna kalau upgrade :))
> Ya sudah upgrade saja, berarti kendalanya ya itu yang disebutkan tadi.
> 
> - Rio.Martin -
> 
> -- 
> Unsubscribe: kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
> Arsip, FAQ, dan info milis di http://linux.or.id/milis.php
> Tidak bisa posting? Baca:
> http://linux.or.id/wiki/index.php?pagename=ProblemMilisDanSolusi
> http://linux.or.id/wiki/index.php?pagename=TataTertibMilis
> 
> 

-- 

Terimakasih sebelumnya dan sesudahnya.

Salam,

~~ Arief Yudhawarman ~~



-- 
Unsubscribe: kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip, FAQ, dan info milis di http://linux.or.id/milis.php
Tidak bisa posting? Baca:
http://linux.or.id/wiki/index.php?pagename=ProblemMilisDanSolusi
http://linux.or.id/wiki/index.php?pagename=TataTertibMilis

Kirim email ke