Memang betul seperti yang bung ronny katakan...
Alasan utama adalah memang sudah terbiasa menggunakan slackware.
Terus terang saya memang baru kenalan dengan gentoo.
dari sinopsis situsnya, saya tertarik karena gentoo menawarkan paket
software yang stabil, cepat, karena langsung dicompile dari sourcenya.
Ditambah lagi dengan adanya feature "easy configurable". Sangat sesuai
dengan yang saya cari!

Beberapa tahun belakangan ini, saya memakai slackware untuk server
(terutama karena easy configurable). Hampir semua paketnya saya compile
ulang untuk disesuaikan dengan mesin. Hasilnya juga memuaskan, mesin
stabil, respon cepat. Hanya saja, saya merasa ada sesuatu yang kurang di
slackware:
1. paket official tidak di optimasi sesuai dengan mesin, harus kompile
lagi (dari CD 3& 4), terkadang juga hasil kompilenya nga bagus)
2. paket2 official slackware terbatas (meskipun udah ada
http://linuxpackages.net), kita harus trial & error untuk coba install
software tsb.
3. update paket2 slackware tidak secepat gentoo.

Setelah berkunjung ke gentoo, saya tertarik sekali dengan penjelasan
didalamnya.
Saya ingin membuat server yang easy configurable + update software yang
baik.
(yah... seperti gabungan antara slackware & gentoo)

So, jika ada anggota milis yang punya pengalaman tentang "easy
configurable + update software yang baik" silahkan posting disini...


-----Original Message-----
From: Ronny Haryanto [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 21 Mei 2005 20:16
To: [email protected]
Subject: Re: [tanya-jawab] Install Apache di gentoo

On Sat, May 21, 2005 at 07:55:14PM +0700, Mardiansyah Achmad wrote:
> Yang saya ingin tanyakan bisa tidak, saya mengubah default instalasi
> paket tersebut?
> khususnya pada saat melakukan command:
> #.configure xxx xxx xxx xxx

Mestinya bisa. Saya sih belum pernah perlu begitu.

> Saya ingin melakukan modifikasi tempat instalasi, file konfigurasi,
> dll dari paket tersebut, Seperti yang biasa saya lakukan di
> slackware.

Ada alasan valid yg lain yg bisa menjustifikasi kenapa harus sampe
begitu selain "karena udah biasa gitu di Slackware"?

Kalo saya punya prinsip utk selalu mencoba mengikuti "adat istiadat
setempat" dulu, karena distro itu dirancang dan dipersiapkan dengan
asumsi2 tertentu yg umumnya punya background reasoningnya sendiri
kenapa begitu dan kenapa begini.

Biasanya masalah mulai timbul kalo saya memaksa untuk menggunakan
sesuatu yg mengikuti cara saya hanya karena saya udah biasa aja. It's
OK kalo saya sudah paham betul apa yg saya lakukan atau minimal saya
siap menerima konsekwensinya utk troubleshooting kalo timbul masalah,
tapi most of the time saya nggak ada waktu utk belajar sampe jadi
level begitu atau nggak ada waktu ngoprek kalo pas lagi bener2 butuh.
Lebih mudah dan menghemat waktu kalo saya yang membaca dokumentasi dan
menyesuaikan diri dengan apa yg lagi saya pake.

Tentu saja pada akhirnya ya terserah anda, hehe. Ini hanya sharing
pengalaman saya aja, hehehe.

> Jika hal diatas bisa dilakukan, bagaimana dengan paket2 lain yang
> berhubungan dengan paket tersebut...?

Ya itu dia yg saya bilang asumsi dan knowing what you're doing.
Kecuali anda tau dalemnya, atau bersedia utk troubleshooting ya
mending ikuti cara yg sudah ada aja. Bend the rules only if you really
have to.

Ronny

--
Unsubscribe: kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip, FAQ, dan info milis di http://linux.or.id/milis
Tidak bisa posting? Baca:
http://linux.or.id/problemmilis
http://linux.or.id/tatatertibmilis

Kirim email ke