Ronny Haryanto wrote:

Tidak lebih cepat drpd dipake "biasa". Informasi partisi itu disimpan
(sebagai bits biasa, sama seperti data) di suatu area di harddisk,
ditulis dg cara yg sama seperti kalo harddisknya menulis data, tidak
ada low level apapun yg laen2 di harddisknya setahu saya.

       A         B
+-------------+---------...
| Part. table | Data    ...
+-------------+---------...

Jadi kalo mengubah besar suatu partisi dsb, itu yg berubah cuma
informasi di bagian A di diagram di atas.

Analoginya anda punya beberapa lembar kertas gambar 30x30cm, lalu anda
mau bagi2 kertas gambar tsb menjadi bbrp bagian utk menggambar komik,
tapi tidak semua kertas gambar anda mau bagi sama besar. Jadi di
kertas pertama, 1cm bagian atas dr kertas gambar tsb anda tulisi
kecil2 "8,12,19", lalu anda menggambar bagian pertama komik anda di
kotak berukuran 8x30 dr atas, lalu bagian kedua komik anda di kotak
berukuran 12x30 di bawah kotak yg pertama, dst. Kertas gambar yg kedua
anda mau bikin komik lain lagi tinggal ganti info di "partition table"
yg 1cm di atas itu.

Kertas gambar itu tidak akan menjadi lebih cepat
rusak dibanding kalo anda menggambar biasa, karena anda menulis di
partition table itu sama seperti anda menggambar saja.
interesting ..
mungkin ini ya sebabnya ada diciptakan software seperti Get Data Back / gdb yang mengklaim dirinya bisa mengembalikan data yang hilang bahkan yang diformat sekalipun setelah 4 kali format.. teman saya bilang di bandung dapet bayaran 300ribu utk recovery data orang hilang. tapi untuk kasus saya dulu banget sih pernah, waktu gatel2nya partisi melulu, scr gak sengaja kehapus data, tapi saya gak tau deh pake software ini (gak bayar/krn sdh di-copy-kan bersama cr**k-nya dgn teman yg kantoran yg jg dapet software aneh tapi oke ini).. hasilnya cuma yang di partisi yang sama aja yang bisa ketemu (walaupun sempat diformat 2 - 3 kali), sedangkan yang pada partisi berbeda-beda file-file nya nggak ketemu, walau ironisnya file penting yg sy pengen cari malah ga dapet, justru yang ga penting yg dapet.. berarti software ginian masi nggak jamin data ilang balik lagi kalo sering di partisi ulang melulu. o iya BTW saya juga pakai partisi swap 1 untuk banyak distro di komp saya. Selain Debian ada Ubuntu juga Slackware.

Anda mungkin mencampuradukkan dg low-level format di harddisk/floppy
jaman kuda dulu. Kalo ini saya masih percaya kalo bisa merusak kalo
sering2, tapi saya juga gak pasti apa emang bener merusak. Nah terus
ada lagi program yg namanya misleading, yaitu "format" di DOS/Windows
yg sebetulnya membuat filesystem (mkfs kalo di unix), bukan betul2
melakukan low-level format.
back to gdb software diatas, entah apakah ini disebabkan penggunaan campuran saya antara partition magic dgn qtparted .. sayangnya di linux belum ada (atau sy yg belum tau) solusi utk balikin data hilang krn diformat *dan* krn diubah partisinya.

Ronny
jadi inget film hacker : dia/programmernya bisa balikin file video yg rada (di)rusak dengan cara di-edit heksa nya -entah ini bumbu film doang ato betulan bisa gitu. Mana yg lebih lucunya si penjahat kok dimirip2in sama bill gate trus yg dibunuh (di file video yg diedit heksanya itu) walau masih muda tapi model rambutnya mirip banget sama Richard Stallman. Walau akhirnya mereka survive & neriakin knowledge belongs to the world di akhir film. sori jadi OT :-[

--
Salam hangat,
Arie Sila bertandang & comment ke blog saya di http://blog.riyari.com
YM: riyari3
email: ariekusumaatmaja_at_riyari_titik_com
      ariekusumaatmaja_at_gmail_titik_com


--
Unsubscribe: kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip, FAQ, dan info milis di http://linux.or.id/milis
Tidak bisa posting? Baca:
http://linux.or.id/problemmilis
http://linux.or.id/tatatertibmilis

Kirim email ke