On Wed, 2005-06-29 at 08:18 +0700, Firdaus Sentosa wrote:
> Sebelumnya agar saya dimaafkan terlebih dahulu karena apa yang akan saya
> sampaikan ini mungkin akan mengundang polemik yang panjang.
> Saya kutip 2 email mengenai 'kesombongan' pemakai Linux di bagian bawah.
> Menurut saya ada beberapa hal yang membuat Linux masih kurang populer.
> 1. Program / aplikasi pendukung yang masih kurang dibanding Windows.
>    Hal ini wajar karena Windows sudah mapan bertahun-tahun.
>    Meskipun ada Wine dan sejenisnya, hal itu membuktikan bahwa Linux
>    user masih belum murni 100% karena masih membutuhkan aplikasi
> Windows.

Banyak juga koq... cuman masalah user membiasakan diri saja...

> 2. Kurangnya dokumentasi Linux. Hal ini juga dipengaruhi oleh banyaknya
>    distro serta GUI-nya, dimana masing-masing memiliki perbedaan.
>    Ini yang saya lihat dalam milist ini, dimana isinya sebagian besar
> berisi
>    pertanyaan mengenai setting-an / konfigurasi Linux maupun
> aplikasinya.

Makanya jangan kebanyakan pilih2 Distro... IMHO dokumentasi app linux
sangat buanyak... cuman ya harus di baca... 

> 3. Linux awalnya menggunakan mode teks sehingga setiap command harus
> diketik.
>    Hal ini membuat image awal bahwa Linux itu sulit, dan sampai sekarang
> masih.

Desktop gue "eye candy" banget... kalo kepet baru ngetik command...
sebetulnya GUI itu mempermudah... tapi kalau GUI itu ternyata kurang
lengkap, ya hrs diketik... coba kl M$ Gui-nya kurang lengkap... mesti
gimana.. beli software lain...

> 4. 'Kesombongan' pengguna Linux. Seperti Linux itu lebih secure, tidak
> ada virus,
>    jarang error, dll. Padahal Linux, seperti halnya Windows,
> mengeluarkan patch
>    maupun update untuk menambal kekurangannya.
>    Menurut saya 'kesombongan' ini terlalu ditonjolkan, terlebih dengan
> menjelekkan Windows.
>    Padahal yang 'menyombongkan' tersebut menurut saya tidak jauh beda
> dengan saya
>    yang cuma pemakai.

Jangan sombong dong... windows juga ada kelebihannya, tapi nuntut uang
lebih...

>    Maksud saya, sebagian besar pengguna Linux tidak beda dengan Windows.
>    Saya tidak melihat kelebihan Linux sebagai open source kalau Linux
> user hanya
>    tinggal menginstall dalam bentuk binary / rpm ataupun mengcompilenya.
>    Saya merasa bahwa yang berhak 'sombong' itu yang berhasil
> mengutak-atik pada
>    level source code (yang berarti juga membuktikan bahwa Linux itu open
> source)
>    seperti pembuat distro Trustix ataupun lainnya yang berhasil
> memodifikasi Linux
>    dengan menambahkan sesuatu yang baru (kan gampang ditambahkan kalau
> ada source code-nya).

gw lebih seneng dapet binary... lama2 males ngompile... tapi kl kepetet
apa boleh buat ya ngompile...

> Demikian pendapat saya.
> 


-- 
Wisu
on amd64 kubuntu!


-- 
Unsubscribe: kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip, FAQ, dan info milis di http://linux.or.id/milis
Tidak bisa posting? Baca:
http://linux.or.id/problemmilis
http://linux.or.id/tatatertibmilis

Kirim email ke