Jawaban yang sangat bagus untuk mas Agus. Saya sangat setuju dengan poin k-4 yang disampaikan. Jalur koneksi penting sekali. Kalau langganan dengan ISP Indonesia memang rasanya harus siap - siap capek hati dan harus "ribut" soal bandwidth terutama yang namanya upstream.
Karena pada kenyataannya di atas kertas dengan yang di lapangan bisa seperti bumi dan langit perbedaannya. Kita mau tuntut juga repot, kecual dengan kita tuntut bisa "break kontrak" di tengah - tengah, dimana rata - rata langgganan ISP kontraknya 1 tahun. Padahal inti permasalahnnya hanya karena kita menggelar service hosting di network kita sehingga butuh tambahan bandwidth di sisi upstream dan tidak bisa disamakan dengan account langganan biasa yang cenderung lebih mayoritas untuk mengakses Internet. Sebagai pengalaman saya sendiri dengan ISP, sudah sering kali kita ribut hanya gara - gara permasalahan ini dan nampaknya dari pihak ISP pun sulit sekali mengerti meskipun sudah kita jelaskan bahwa kita ini ada hosting dan bukan untuk penggunaan Internet Access saja. Maka dari itu sangatlah penting untuk memikirkan poin ini apabila hendak membuka layanan hosting. Baik untuk perusahaan sendiri sekalipun. Karena kita tidak ingin di kemudian hari anda mengalami permasalahan yang sama dengan saya. Jasa Colocation Server ataupun Dedicated Server sekalipun menyewa dari ISP hendaklah berhati - hati. Karena bisa saja jalur ISP ke backbone mereka sangat terbatas. Apalagi kalau mereka terhubung dengan VSAT. Rasanya untuk Indonesia apabila dengan VSAT, backbone rata - rata tidak pernah diset nilai value rate bandwidth UPSTREAM = DOWNSTREAM. Untuk aman, carilah ISP yang memang terkoneksikan dengan fiber optik ke International. That's the clue. Mintakanlah jaminan dan garansi atas layanan yang digelar. Itu sangat penting. Adanya penambahan nota kesepakatan merupakan nilai plus yang patut untuk dipikirkan. Demikian yang dapat saya share mengenai poin k-4 yang berhubungan dengan jalur koneksi ke ISP. Mudah - mudahan dapat berguna untuk dijadikan bahan pertimbangan, karena saya yakin dari pengalaman saya sendiri masih banyak rekan2 saya yang mendapatkan pengalaman buruk yang sama seperti saya dengan ISPnya. Mengenai tingkat keamanan, biasanya apabila menggunakan Linux, saya yakin pasti ada semacam cara dengan 'jailuser' atau sejenis nya dimana antara 1 account dengan yang lainnya tidak bisa saling intip atau saling ganggu. Untuk hal tersebut, saya ndak bisa share lebih jauh. Karena masih belum paham. Mungkin dari rekan2 ada yang mau share mengenai hal tersebut. Silahkan. Regards, Rio Martin. On Monday 04 July 2005 08:04, Agus Priyadi wrote: > -----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE----- > Hash: SHA1 > > zzaq quallesqy wrote: > > Teman2 mau tanya neh, untuk hosting perusahaan, mending hosting di ISP > > atau bikin server sendiri? Kalo bikin sendiri kira2 yang dibutuhkan apa > > saja? Mulai dari koneksi internet sampe spesifikasi servernya. > > Terimakasih. > > Kalau dari sisi ego sih mending bikin hosting sendiri, tapi kalo udah > mikirin sisi ekonomi nya yah mending hosting di web hosting. > > sekedar masukan kalau bikin server sendiri, persiapan nya mungkin ini > 1. sebuah server dengan OS yang gak dipermasalahkan dikemudian hari > 2. UPS (ini penting buat jaga-jaga PLN yang rada rada eror) > 3. Ruangan (butuh ruang atau space buat letakin ini server) > 4. Jalur Koneksi (harus di perhitungkan berapa target client / > pengunjung (jaga-jaga overload, biasanya ISP di INDONESIA kebanyakan > minim Upstream) > 5. Admin (mesti disiapin jaga-jaga ada yang usil) > 6. faktor pendukung lainnya seperti cemilan dan lain sebagainya. > > webhosting di indonesia udah menjamur koq, dari pemain lama seperti > judistira.co.id, indoglobal.com, masterweb.com, sampai ke BUMN/ex BUMN > seperti indosat, telkom dan lain sebagainya. > > /------------------------------------+-------------------------\ > > |Agus Priyadi - Dion | Tanjung Duren Dalam IV, | > |http://www.mafia.or.id | No 26, Grogol Petamburan | > |BSD051245 - Linux #368199 | Jakarta Barat - 11470 | > |EMail: [EMAIL PROTECTED] | Tel: +62 813 195 94353 | > |GnuPG : 1024D/0E288DC2 | Yahoo : dewa_saraft | > > \------------------------------------+-------------------------/ > > -----BEGIN PGP SIGNATURE----- > Version: GnuPG v1.4.0 (GNU/Linux) > Comment: Using GnuPG with Thunderbird - http://enigmail.mozdev.org > > iD8DBQFCyO2b3f/4iA4ojcIRAssJAJ9666pV21Z5OTR46N6yW3l1mqsVDwCfdfES > SqWWeaaVpVctuv8/4x4uUeU= > =QM15 > -----END PGP SIGNATURE----- -- Unsubscribe: kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] Arsip, FAQ, dan info milis di http://linux.or.id/milis Tidak bisa posting? Baca: http://linux.or.id/problemmilis http://linux.or.id/tatatertibmilis
