kholid fuadi wrote:
Salam damai

Shalom ;-)

2. adakah software seperti deepfreeze buat linux?

Tidak ada.
Tapi bisa dibuat yg mirip-mirip demikian :-)

Kalau anda ingin agar linux yg diinstall tidak diotak-atik, cepat
booting, tdk akan crash saat listrik mati (asumsi tdk pakai ups),
dan user tdk bisa menjalankan aplikasi apa pun di home direktorinya,
maka buat file systemnya read only dan di partisi home direktorinya
jangan dimount exec (baca noexec).

Contoh isi file /etc/fstab, ini saya ambil dr server yg kebetulan
pakai hd scasi, kemudian saya edit seperlunya jadi tdk mirip sama
dg file fstab server:

/dev/sda1  /       ext3      defaults            1   1
/dev/sda2  /usr    reiserfs  defaults,ro         0   0
/dev/sda3  /opt    reiserfs  defaults,ro         0   0
/dev/sda5  /var    ext3      noatime,nosuid,nodev  1   2
/dev/sda6  /home   reiserfs  notail,noatime,nosuid,nodev,noexec 1   2
/dev/sda7  /tmp    ext3      noatime,nosuid,nodev,noexec   1   2
/dev/sda8  swap    swap      defaults    0   0

Catatan:

1. Sebenarnya root partisi / bisa juga dibuat read only, tapi ada
   beberapa distro seperti redhat yg akan tiap kali booting akan
   nulis ke folder /etc
   Yg penting buat bakup root partisi, di sini saya buat sizenya cuma
   100MB, jadi jika ada data yg corrupt atau sistem crash masih bisa
   recover.

2. Partisi /usr ini yg utama, yg banyak memakan space selain /home,
   kalau sudah fix instalasinya sebaiknya dibuat ro, pada kolom 5 dan 6
   tertulis angka '0 0' itu menandakan tdk perlu melakukan scan partisi
   saat booting. Jadi akan cepat boot linuxnya.
   Usul sebaiknya partisi /usr dimount ro di suatu NFS Server.
   Sedangkan khusus satu komputer dimount normal, nah dr komputer ini
   bisa dilakukan update atau instal program baru.
   Hal yg sama berlaku pula untuk partisi /opt, kalau di slackware
   package kde dan turunannya diinstall di partisi ini.

   Jadi kalau nantinya partisi /usr dan /opt memount ke suatu NFS Server
   maka penulisannya akan begini:

   ..
   192.168.0.253:/usr  /usr  nfs  ro  0 0
   192.168.0.253:/opt  /opt  nfs  ro  0 0
   ...

   Dan di NFS server buat file /etc/exports:

   /usr   192.168.0.0/24(rw,sync,no_root_squash)
   /opt   192.168.0.0/24(rw,sync,no_root_squash)

   Jangan lupa agar ada satu komputer yg memount partisi /usr dan
   /opt dg mode rw agar bisa melakukan update, install program, dll.

   ..
   192.168.0.253:/usr  /usr  nfs  rw  0 0
   192.168.0.253:/opt  /opt  nfs  rw  0 0
   ...


3. Partisi /home untuk user dibuat noexec, jadi user tdk akan bisa
   menjalankan program hasil instalasi (make). Meski bisa configure
   dan make install tapi apa gunanya jika tdk bisa menjalankan program?
   Kalau mau instal di direktori /tmp juga tetap tdk akan bisa
   menjalankan program karena partisi /tmp-nya dimount noexec.
   Nah, ini gunanya partisi /tmp dibuat terpisah
   (ide didpt dr "Securing & Optimizing Linux")

Salam,

~yudi




--
Unsubscribe: kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip, FAQ, dan info milis di http://linux.or.id/milis
Tidak bisa posting? Baca:
http://linux.or.id/problemmilis
http://linux.or.id/tatatertibmilis

Kirim email ke