Isyu pertama ialah, seberapa banyak peserta yang tidak dapat
membaca format XML/HTML. Dari yang membalas thread ini
didapatkan semua dapat membaca karena mailernya:
Gmail:    3
Mozilla*: 2
Yahoo*:  1
----
Point 1.
Plain text itu universal, artinya semua MUA bisa baca, sementara X/HTML
tidak. Kenapa pilih yang penuh kosmetik sementara y universal lebih dapat
diterima oleh semua orang?
Point 2.
Untuk mailinglist plain teks lebih mudah, kita bisa pilah-pilih, hapus
sana-sini, dan susun ulang, hal ini lebih rumit dikerjakan di format HTML
tanpa merusak kosmetik. Bapak pasti pernah mengedit long thread mail kan
pak? gimana rasanya mengedit/membuang bagian yang tidak perlu di HTML
formatted mail pada mail dari sebuah thread yang bertingkat-tingkat?
Point 3.
Adakah jaminan bahwa HTML format di satu mail composer dapat dibaca dengan
baik di MUA lain? Apakah kita akan memaksa anggota mengganti MUA ke yang
HTML-enabled sementara ada alternatif yang dapat diterima semuanya? Atau
haruskah --walau hanya beberapa-- anggota milis mengganti MUA mereka menjadi
OE atau thunderbird dan kalau tidak maka "bye bye"?
Point 4.
Adakah jaminan bahwa anggota milis mengerti bahwa HTML mail bisa membocorkan
informasi ke luar baik disengaja atau curi-curi?
Point 5.
Milis ini diarchive, mail format HTML akan BERANTAKAN ketika dilihat di
archive. Tidak aneh karena sampai saat ini semua mail archiver akan
menyimpan apa adanya, termasuk tag-tag html. Dan juga ada banyak archiver
yang mengkonversi milis ini dalam bentuk lain yang browseable untuk
didistribusikan di format lain misal CDROM. Email dengan format HTML tidak
terlalu friendly dengan mereka.
----

Isyu berikut adalah mitos bandwidth. Saya pernah membaca
article di sebuah jurnal, bahwa overhead bandwidth yang
digunakan oleh email yang menggunakan TAG tidak banyak
berbeda, selama tidak melakukan attachment multimedia.
----
Sekali lagi, apakah ada jaminan bahwa anggota tidak akan menambahkan
attachment multimedia, atau background pictures, atau kosmetika yang tidak
perlu lainnya?
Dengan ini pun, anda sudah memberikan satu prekondisi, dan tradeoff untuk
kosmetika HTML adalah munculnya lebih banyak rules bagi anggota milis
(jangan menambahkan background picture, jangan menambahkan DCOM component,
jangan ini, jangan itu, dll).
----

Terakhir ialah, bahwa belakangan ini banyak mailer secara
default dalam "Rich Format". Kasihan sekali, pendatang
sudah mendapat dampratan karena TAG HTML, padahal
yang bersangkutan dia tidak tahu apa-apa karena default
mailer yang digunakan.
----
Tentu saja banyak terjadi seperti itu, tapi setelah mendapatkan teguran dia
akan menyesuaikan diri kan? so what's the problem?
Kalau setelah diberitahu tata tertib dia masih juga begitu, mungkin
dampratan juga cocok dia dapatkan.
----

Jangan salah menangkap, saya pun memahami bahwa HTML formatted email
memberikan lebih banyak keleluasaan, misal teratasinya batasan 80 char per
row (code snippet, log entries posting, atau command directive tidak akan
hancur berantakan), color-enabled (syntax highlighting, anyone?), good
looking tables, inline image, dan lain lain. Tapi sekali lagi, tradeoff
selalu ada, dan begitu juga Mr Murphy.

Dan mengenai digital signature attachment, pendirian saya adalah itu pun
sebaiknya dilarang di milis ini. Dengan prinsip/alasan yang sama seperti di
atas. Dan kita memang sebaiknya TIDAK mengirimkan informasi rahasia kita ke
milis public anyway.

Rgds,

Rizky Prasetya


-- 
Unsubscribe: kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip, FAQ, dan info milis di http://linux.or.id/milis
Tidak bisa posting? Baca:
http://linux.or.id/problemmilis
http://linux.or.id/tatatertibmilis

Kirim email ke