On Fri, Dec 02, 2005 at 06:51:31PM +0700, aqib wisaksono wrote:
>   mau tanya nih buat yg udah pengalaman di mail server
>   kira-kira buat configure mail server enakan pake apa yach ???
>   maksudnya yg paling mudah diantara ketiganya???

pengalaman saya sebenarnya minim, tapi saya coba kasih komentar.

mailserver itu sebenarnya (setidaknya menurut saya) merupakan 'jargon'
yang lebih umum, sedangkan qmail, postfix dan exim itu hanya MTA
(meskipun punya LDA) juga. kalau kita setup mailserver, khususnya
sekarang ini, seringkali MTA saja tidak cukup. Masih perlu juga
spam/virus filtering plus mail retreival (direct reading to
mbox/maildir, atau via pop3/imap, juga webmail).

kalau dikaitkan dengan MUA secara umum, sekarang ini ada trend untuk
mengikutsertakan feature calender dan address book sampai ke
konektivitas dengan mobile device.

faktor lain yang menjadi trend sekarang ini adalah kemudahan
administrasi (via web).

nah, MTA yang 'mudah' diconfigure adalah MTA yang siap untuk segala
tetek bengek dan remeh temeh di atas.

kalau spek mesin anda minimal, qmail [1] adalah alternatif yang paling
bagus. seandainya bisa lebih fleksibel, gunakan exim/postfix.

gabungan qmail, vpopmail/vmailmgr dan utilities terkait sudah banyak
howto-nya, praktis tinggal ambil dan pakai. karena qmail ini bersifat
modular dan bersifat 'fire-and-forget' [2] di semua bagian (kecuali
qmai-send, qmail-rspawn, qmail-lspawn, dan qmail-todo kalau pakai
exttodo patch), membuat qmail lebih mudah dihack dibanding yang lain.
walaupun kalau mau lebih serius dengan features (setidaknya tidak mau
repot ke depannya), gunakan exim/postfix.

sekarang postfix vs exim. by design, mestinya postfix itu lebih
fleksibel dibanding exim (exim merupakan MTA monolitik), dan jauh lebih
cepat/efisien dalam menghandle queue [3], namun pada kenyataannya exim
jauh lebih fleksibel dan memiliki feature sedikit lebih banyak (routing
based on destination ip, builtin mail filtering seperti procmail/maildrop,
builtin hook ke spamassassin/brightmail atau ke virus scanners, dll).
tetapi karena postfix lebih efisien dalam menangani queue, dia lebih
tahan menghadapi jumlah queue yang besar. dengan exim, pasti ada cara
lah, tapi akan lebih capek sedikit dibanding kalau kita pakai postfix
(ini sebenarnya kasus khusus, hanya akan dihadapi pada (very) large
scale deployment. dalam hal ini feature postfix lebih sedikit kurang
lebih karena filosofi pengembangan postfix lebih ke arah security
(wietse venema orang security) selain itu dari aspek programming,
postfix lebih superior dibanding exim (biasanya orang yang lebih pinter
cenderung lebih berhati-hati .. hi..hi..).

plus due to it's license .. (walaupun kebanyakan dari kita kemungkinan
besar meng-egp-kan soal lisensi), jadi kesimpulannya gunakan exim.

oh iya, komentar saya tidak mencakup 'kemudahan mengkonfigurasi' per se.
itu kan soal kebiasaan saja, semua kalau mau dibiasakan ya jadi mudah,
apalagi kalau ada yang disuruh :-)

kalau kita terlalu sibuk untuk mau mengurusi mail saja, dan lebih suka
berhadapan dengan blackbox, atau bisa saja karena 'reward' yang kita
dapat tidak sebanding (berikut konsekuensinya yang membuat kita menjadi
addicted, ah-uh-ohh kok bisa begini, kok jadi begitu .. sutra lah)
silakan pakai scalix, hula, atau boneka cantik dari india yang lain.

note:
[1] bukan vanila qmail, tetapi qmail + patches + 3th party utilities
[2] postfix juga modular, tetapi tiap-tiap modul paranoid/tidak
mempercayai modul yang lain -> highly tighted dan hampir semua merupakan
long-running processes, kecuali pipe, jadi perlu ada perhatian extra
untuk hacking postfix.
[3] cepat dalam menghandle queue dan local deliveries tidak otomatis
membuat MTA menjadi 'cepat' di production (bergantung network dan
kualitas peers juga).

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

-- 
Ini signature saya. Pasang iklan anda di sini ... tarif menantang :-)


-- 
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke