On 6/21/06, m Ilhami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
On 6/21/06, pinguin meriang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> On 6/21/06, Arief Yudhawarman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Dulu saya pernah ditanya ini oleh miliser, yakni mengapa memilih silinder
> > terluar untuk partisi swap atau cache squid. Saya belum ketemu jawabannya,
> > soalnya krn kebiasaan & pengalaman, saya kalau buat partisi linux selalu
> > memilih silinder terakhir untuk proses yg kerja berat (operasi read &
> > write).
> >
> > Jadi, menurut Mas Hari, apakah alasan teknis memakai silinder terluar
> > untuk partisi swap ?
> >
> > TIA,
> >
> > ~yudi
>
> klo saya tidak salah alasan sederhananya adalah krn silinder peling
> luar lebih cepat dijangkau oleh head pembaca disk. ibaratnya kompleks
> perumahan yg pengalamatan tiap2 rumahnya berurut dari depan
> kebelakang, alamat yg depan itu cenderung lebih mudah di cari dan
> diakses dari pada yg didalam. sehingga waktu akses pun lebih singkat.

silinder terluar itu keliling nya lebih panjang daripada keliling
silinder dalam. Lebih banyak data yang bisa disimpan disitu.

Jadi ngebahas kecepatan disk :). padahal solusinya jelas2 nambah ram.

Pas tambah ram emang jadi lebih nyaman. Gak tiba2 jadi berat seperti
dulu lagi. Emang sih pemakaiannya bisa sampai 800Mb RAM. Tapi masih
aman lah. Swap gak penuh. Dan Linux memiliki waktu untuk mengosongkan
kembali RAM. Saya jadi ngerti kalo swap itu cuma sebagai jaring. Bukan
sesuatu yang pantas diandalkan terlalu sering karena aksesnya akan
berat. Thanks atas sarannya semua.

--
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke