Mungkin saya bisa kasih sedikit jawaban : 1. Siapkan saja mail server seperti biasa dipusat atau dicabang. Tetapi harus ada server tambahan untuk SMTP transport (penjelasan dibawah *). 2. Baik dikantor pusat atau cabang create user yg ada dipusat atau cabang saja. Data user antara pusat dan cabang tidak harus sama. 3. Domain ya harus sama, kalo beda tentu konteksnya bikin mailserver biasa aja.
*) Yg saya maksud transport adalah menggunakan mekanisme postfix transport. Formatnya khan : [EMAIL PROTECTED] smtp:10.80.120.209:26 # mailserver cabang [EMAIL PROTECTED] smtp:10.80.123.204:25 # mailserver pusat [EMAIL PROTECTED] smtp:10.80.121.200:25 # mailserver cabang [pusat] Server mail dan server trasport harus dipisah dan beda IP. Fungsi transport server (postfix base) adalah untuk membagi-mbagi email ke banyak server tujuan (server-server pusat dan cabang). Basenya SMTP dengan pengalamatan IP instead of hostname. [cabang] Di server cabang perlu ada postfix transport juga yang direplikasi dari postfix transportnya server pusat khusus untuk outgoing mail (SMTP). Incomingnya mailserver biasa aja dan usahakan beda IP dengan outgoing server. Biar hemat hardware dan menghindari mekanisme postfix transport yg harus "next-hop" maka usahakan postfix transport diinstall di virtual IP satu mesin dengan mailserver cabang. Ada usulan lain ? -- konang supian -- http://konang.blogspot.com/ On 9/19/07, Widiyanto Dwi Admajaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mohon bantuannya > saat ini saya ingin mengkoneksikan mail server di kantor pusat > (postfix)dengan mail server di kantor cabang. yang saya ingin > tanyakan? > 1. apa saja yang harus di setting, baik di mail server pusat dan mail > server cabang? > 2. user account harus di create di server pusat saja atau juga di > server cabang? > 3. bisa manggunakan domain yang sama atau tidak? > > Terima kasih > > -- FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis
