dear milis, ada ulasan menarik yang aku ambil dari milis sebelah :), dari ulasan ini jadi ada pertanyaan mungkin nggak ya komunitas open source bersatu memberikan solusi yang menarik untuk negeri ini, dengan meninggalkan atribut distro nya ? maaf jika ada kata yang kurang pas.
salam, Popo > From: Ahmad Shalahuddin Zulfa <[EMAIL PROTECTED]> > > > > nambahi dikit dari seorang pemula, sebelumnya aku pake linux cuma coba2 > > aja, kebetulan begitu kerja jg pake win*, berhubung penasaran, akhirnya > > kupaksa pake linux (ubuntu), perasaan puas ketika sampe skrg pake linux, > > tool2 yg jelas gratis, mau di otak2 sesuai keinginan bisa, bahkan kalo > > mau lebih "rajin", banyak otomatisasi yg bisa kita ciptakan sendiri di > > linux, misal spt paperless office, klo pake win* duuuhhh... paling nggak > > harus cari cd bajakan, itu aja baru program develop nya :(. > > pake linux adalah sarana yg bagus untuk pembelajaran bangsa, minimal > > nantinya kita tidak tergantung ma Ms%, tentunya harus dimulai dari kita > > sendiri :) ^_^, tapi sayang nya sampe skrg aku belum bisa meyakinkan > > lingkungan kerja untuk migrasi ke Linux, paling tidak di departemen IT > > nya dulu :(, ada saran ? :) > > terima kasih sebelum dan sesudahnya. > > > > Popo. > > > > Itu dia Pak Popo. Salah satu kesulitan untuk migrasi ke Software Bebas > (baik yang free license price hingga juga free open source code) > adalah masalah keyakinan perusahaan. Untuk perusahaan skala besar yang > duitnya banyak, mereka selalu ingin punya solusi yang jaminannya > sustainable. Seperti yang telah disitir Pak Sufehmi sebelumnya, bahwa > banyak vendor yang hit-and-run. Dari yang pasang sistem terus kabur > atau bahkan umur perusahaannya nggak lama (bangkrut, dll). Lantas > siapa yang meneruskan support seandainya sistem sudah live dan > memasuki masa production. > > Karena itu banyak perusahaan besar cenderung memilih pakai brand > terjamin (entah Microsoft, Sun, IBM, HP, dsb.) sehingga jika > seandainya ditinggal vendornya masih ada alternatif dari > principal-nya. Selain itu masing-masing principal mengembangkan > partnership seperti Microsoft/IBM/Sun/HP Gold/Silver/etc Partner. Jadi > client dapat juga menilai kualitas vendor dari tingkat partnership > dengan Principal. Tentunya terkait risk management. > > Salah satu Bank yang pernah jadi client saya juga saat ini push semua > solusi dari vendor harus Microsoft-based. Sudah sulit untuk diterima > solusi aplikasi, database, dll kalau bukan Microsoft (kecuali yang > critical dan tidak ada alternatif lain). Sampai intrik-intrik bilang > Tokonya Microsoft :D. Whatever intriknya, policy jalan terus untuk > memudahkan maintenance management dari production system. > > Saya yakin konsep enterprise system (centralized maupun distributed) > semestinya kelompok UNIX sudah sangat matang, lha wong jauh lebih dulu > dibanding jenis Windows dkk. Solusi desktop mungkin seperti catatan > Mbak Titiek masih dalam persaingan ketat dengan Microsoft. Tampaknya > persoalan terbesar ada pada sangat beragamnya solusi dan terbatasnya > jaminan sustainability yang mungkin diberikan tanpa harus bergantung > pada satu vendor. Misalkan implementasi alfresco sebagai solusi > document management dilakukan oleh satu vendor, dan vendor tersebut > kabur atau bangkrut maka kemudian kira-kira sebanyak apa cari vendor > penggantinya. > > Mungkin kalau kelompok open source dapat menguatkan barisan untuk > menyaring solusi-solusi enterprise sejak NOC/data center hingga > desktop management agar lebih selektif dalam memberikan alternatif > boleh jadi akan ada peralihan kecenderungan dari client yang saat ini > proprietary-based. Paling tidak ada pasar di level small-med > enterprise dan government lah yang siap menampung solusi sustainable > tersebut. > > Misalkan (maaf kalau sudah ada karena saya jarang browsing hal ini) > dapat dibuat sebuah asosiasi solusi open source dengan portal bersama. > Di sana ada ragam solusi untuk modul/fungsi-fungsi tertentu dari mulai > application server, database server, network and security, desktop > management, specific application (ERP, accounting, dll.). Di daftar > juga perusahaan anggota asosiasi dan pengalaman-pengalaman dalam > mengimplementasikan dan memberikan support pada setiap jenis solusi. > Ada juga knowledge-based, best-practice, success story, dll dalam > implementasi solusi. Dengan demikian, asosiasi/komunitas tersebut bisa > jadi sebuah knowledge & social capital yang berpeluang memberikan > jaminan terhadap keberhasilan dan sustainability solusi-solusi open > source. Sehingga risk yang ditanggung organisasi pengguna akan jauh > lebih kecil. Kita dapat rating vendor solusi open source seperti > Platinum/Gold/Silver partner dengan mengungkapkan jenis > implementasi/support yang pernah diberikan dan rating kepuasan dari > client. > > Dengan adanya komunitas/asosiasi dengan one-stop-solution-and-warranty > di Indonesia, saya yakin sosialisasi dan propagasi penggunaan open > source akan lebih baik dan berhasil. Biaya lebih kecil (lisensi maupun > jasa implementasi karena terjadi persaingan internal) dan risiko biaya > tak terduga dari project yang fail atau discontinue dapat lebih > dimitigasi. > > Satu hal yang mungkin perlu disosialisasikan kepada pengguna IT di > Indonesia adalah sering dilupakannya alokasi anggaran untuk > maintenance & development dari aset/service IT. Pengennya beli putus > satu produk/jasa setelah itu nggak perlu keluar uang lagi sama > sekali. Kalau mentalitasnya masih begini, boleh jadi akan berat bagi > para pengusaha jasa solusi open source. Kalaupun trend kedepannya > masih akan begini, it's ok. Boleh jadi vendor penyedia training open > source dan pemasok tenaga ahli open source akan meningkat > permintaannya (sekaligus di-rating juga dalam asosiasi). > > Terima kasih atensinya. Mohon maaf jika ada kesalahan termasuk karena > ketidaktahuan saya terhadap kondisi dan solusi yang sudah ada. Yang > penting, never step back dan kita terus dorong Indonesia agar dapat > segera berperan nyata dalam Masyarakat Informasi Global. > > Salam, > > Ahmad > > This e-mail message may contain legally privileged and/or confidential information. If you are not the intended recipient(s), or the employee or agent responsible for delivery of this message to the intended recipient(s), you are hereby notified that any dissemination, distribution or copying of this e-mail message is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete this e-mail message from your computer.
