2008/4/3 Ronny Haryanto <[EMAIL PROTECTED]>:
> 2008/4/2 Jo <[EMAIL PROTECTED]>:
>
> >  sesuai kebutuhan yang saya maksud tadi misalnya seperti modul-modul
>  >  yang kita ngga perlu mas, tapi secra default sudah ada. hal ini setahu
>  >  saya akan berefek ke load nya juga (kalau jumlah hits nya tinggi,
>  >  instalasi modul yang tidak perlu mungkin memakan resource).
>
>  Ini saya gak akan percaya sampe ada buktinya ("profile, don't
>  speculate"). "mungkin" is not convincing enough. Walaupun secara
>  teorinya pasti ada overhead tapi umumnya overhead yg kita pikir
>  signifikan ternyata tidak signifikan, jadi biarpun udah dicompile
>  ulang pun savingnya gak banyak. Contohnya kalo tadinya RAM usagenya 10
>  MB per process trus setelah dicompile ulang jadi cuma 9 MB per process
>  sih ya gak ngaruh banyak.
>
>  Mungkin bisa kasih contoh real, biasanya extension apa yg by default
>  di php bawaan vendor anda sudah tercompile (bukan diload dynamically)
>  yg kalo compile sendiri anda buang, dan juga bagaimana hasilnya apakah
>  memang savingnya signifikan? Sudah pernah diukur?
>
>
>  >  Untuk security juga, saya rasa sama. Bukan maksud saya config dari
>  >  distro ada security hole, tapi kemungkinan misconfigure untuk setting
>  >  default ada. Jadi lebih baik kalau misalnya kita configure apa yang
>  >  kita tau, tidak asal setting default saja.
>
>  Prinsip minimalism memang sering digunakan dalam security, dan mungkin
>  baik dalam hal ini, tapi seringnya buat saya ini cuma menjadi paranoia
>  berlebihan aja. Lebih banyak ruginya ketimbang untungnya.
>  Rugi/repotnya: sering gak compatible sama ini itu yg lain2 (e.g.
>  extensions), tiap ada update dari vendor mesti recompile instead of
>  apt-get upgrade doang, terlalu minimal kadang jadi kurang flexible
>  sedangkan requirements sering berubah2, dsb. Di banyak sikon jadi gak
>  worth it. Security yg terlalu bagus sampe gak practical juga jadi
>  unusable. Kalo memang ada yg salah dengan defaultnya tinggal file a
>  bug ke vendornya.
>
>  Minimal, default yg disediakan vendor itu sudah dipake oleh org
>  banyak, jadi kalo ada masalah biasanya dilaporkan oleh pengguna2nya
>  dan biasanya diperbaiki oleh vendornya. Artinya sudah lebih banyak
>  dites di lapangan ketimbang konfigurasinya kita sendiri yg cuma dites
>  sendiri.
>
>  Tentu saja saya gak sembarang percaya sama sembarang vendor. Butuh
>  waktu lama untuk saya bisa trust a vendor enough untuk bisa begini.
>  Dan so far yg bisa saya percaya utk ini adalah Ubuntu dan Debian.
>
>  Saya sih ngeliatnya gitu sekarang. Dulu saya juga selalu compile apa2
>  sendiri, sampe akhirnya sadar kalo itu lebih banyak gak worth it nya.
>  Skrg compile2 paling setahun cuma sekali, itu pun buat program2 yg
>  kecil2 dan aneh2, bukan yg umum2, dan juga bukan demi security maupun
>  efisiensi tapi biasanya karena vendor belum menyediakan.
>
>  Tapi ya tergantung sikon deh, mungkin beda2. YMMV.
>
>

Terima kasih untuk penejelasannya mas Ronny :)
Kenyamanan memang berbanding terbalik dengan keamanan, tinggal masalah
kita menyesuaikan.

--jo--
http://vblade.blogspot.com
What you Think and what you Feel and what Manifests is always a Match

-- 
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke