On Monday 14 April 2008 08:31:30 Anton Raharja wrote: > Halo mas Fajar, > > Untuk nomor 1, itu sebenarnya cara saya untuk ngeblok mereka yang ga > didefinisikan > > jadi begini, ketika node di definisikan untuk dapat bw 128kbps misal > nya, dia download kernel misal nya, maka konstan dia akan dapat sekitar > 128kbps itu (maksimal 98% dari nilai yang ditentukan banjar) > > kemudian saat dia masih download, lalu admin set inactive, yang saya > harapkan ya seharusnya dapat nol atau download terputus, tapi saya coba > berkali2 hasilnya tidak konsisten > > saya coba -j DROP dari mangle nya (bukan di filter) juga, malah lebih > aneh, kalo lagi donlot ga bisa di putus, koneksi tetep ngebut 128kbps > > maka dari itu saya set default ke 2kbps (sambil di drop juga untuk node > bersangkutan dari table filter), yah.. dapatlah dia 2kbps, ga putus > langsung tapi juga ga bisa ngapa2in karena lemot banget, kecuali sabar > banget :D > > so, apakah bisa di set dari web? justru kalo sudah ketemu cara yang > lebih jitu, malah ga ada 2kbps itu sama sekali, ga bisa dibesarkan atau > dikecilkan.. lain soal kalo dibuatkan network default kali yah, mereka > yang ga diatur akan masuk network default ini, di 0.9 aja deh kalo ini sih > > saat ini banjar hanya bisa ngatur yang simetris, simple aja, kode nya > jadi ribet kalo nambah uplink downlink berbeda, sama seperti diatas mas, > yang ini di 0.9 aja :)
Wah langsung dapat reply dari Mas Antonnya nih :) Setelah weekend kemaren nyoba2 Banjar, kayaknya udah ada gambaran cara setelnya. Ditambah keterangan Mas pagi ini sangat membantu sekali. Ikutan diskusi: 1. Yang lagi download tapi ngga bisa diputus/dikecilkan, mungkin berkaitan dengan rule --state ESTABLISHED,RELATED. Mungkin perlu diberikan rule tertentu lagi. Dari yang saya coba pakai command iptables, koneksi download yang sedang terjadi cuma bisa diblok bila kita filter IP si node itu, kalau pakai port malah tetep jalan. 2. Dari dokumentasi2 bw management yang saya baca selama ini, dikatakan bahwa yang kita "batasi" sebenarnya adalah uplink bukannya downlink. Apa benar begitu? Soalnya kalau kasus ADSL dimana uplink dan downlink 64/384, berarti kita pakai acuannya yang 64kbps yah. Kecil banget :) 3. Rule bw management Banjar ini berlaku di chain mana aja yah? Apakah bila kita melakukan testing dengan client "mendownload" sebuah file besar dari router tempat Banjar hal ini sahih? (chain output), atau harus selalu testing dengan download dari internet ke client? Terima kasih Mas Anton. -- Fajar Priyanto | Reg'd Linux User #327841 | Linux tutorial http://linux2.arinet.org 08:58:39 up 2:03, 2.6.22-14-generic GNU/Linux Let's use OpenOffice. http://www.openoffice.org The real challenge of teaching is getting your students motivated to learn.
signature.asc
Description: This is a digitally signed message part.
