2008/4/29 Eddy Setyawan <[EMAIL PROTECTED]>: > 2008/4/28 Ronny Haryanto <[EMAIL PROTECTED]>: > --cut-- > > > Ini salah satu alasan kenapa saya menghindari install dari tarball, > > dan sebisa mungkin menggunakan packaging system dari distronya. Repot > > mengurusi leftover dan maintenance files dr berbagai aplikasi. > > Kalaupun harus pake tarball maka akan saya buat dulu packagenya, baru > > menggunakan packaging system dr distronya utk menginstall. Kebanyakan > > aplikasi bermutu skrg sudah menyertakan file2 yg bisa digunakan utk > > membuat package (seperti file .spec utk bikin rpm). > > > > Ronny > > > > Ini juga yang terkadang membikin orang awam jadi pusing pake Linux > karena mo install package baru harus bikin package nya dulu... belum > lagi klo kena "NERAKA" dependency > >:)
Siapa yang bilang "harus" ya? Yang mau diinstall program apa? Dan pake distro apa? Ini salah satu alasan kenapa saya suka Debian/Ubuntu, hampir semua yg saya perlukan bisa diinstall dengan 'sudo apt-get install ...' aja. Gak pusing compile, gak pusing dependencies. Malah kalo di ubuntu ada beberapa GUI applicationnya untuk menginstall aplikasi2. Yang saya sayangkan itu biasanya guidenya banyak dan cara install/setupnya berbeda2, ada yg dari source tarball, ada yg dr rpm, deb, dst. Padahal sebaiknya sebisa mungkin menggunakan yg khusus disediakan utk distro yg dipake. Di distro2 modern skrg harusnya sudah makin jarang ditemui kasus2 di mana kita harus compile sendiri dan dependency hell. Kalo masih nemu itu biasanya karena aplikasinya masih terlalu baru, atau distronya tidak termaintain, atau kita mengikuti guide yg tidak sesuai, atau tidak disesuaikan dengan sikon/distro yg dipakai (maunya semua serba step-by-step, males mikir, trus expectationnya langsung jalan). Saran saya: hargailah distro anda dan org2 yg membuat dokumentasinya. Bacalah dulu dokumentasi penggunaannya. Jika distronya berkualitas, maka anda mungkin akan senang setelah menemukan cara2 melakukan hal2 yg sesuai dengan distro anda, dan kalo diikuti akan membuat hidup lebih mudah. Kalo kita tidak mau membaca dokumentasinya dan ngotot menggunakan cara2 kita sendiri ya jangan marah kalo itu menyusahkan kita nantinya. Sorry ini jadi menyimpang dari pertanyaan awal. Ini tidak saya tujukan kepada si penanya awal secara spesifik, hanya komentar secara umum aja. Mudah2an tidak menyinggung siapa2. Ronny -- FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis
