2008/6/23 Lutfi <[EMAIL PROTECTED]>: > > Tul. Emang wins msh bs dipake. Tp Windows client yg versi lama butuh > itu. W2K ke atas dah bs pake tcp/ip lumayan bagus. Kan M$ ndiri yg > ninggalin ini. Tapi kalo di network pake client Windows & Linux, akan > ada kendala yg parah. Terutama client Linux yg murni tcp/tp dan client > WiIndows yg msh pake wins. > Saya tidak tahu kalau MS sudah 'meninggalkan' WINS, bisa berikan ref-nya?
> Dr linux simple aja. Ping ke hostname client windows. Tp krn client > Windows msh pake netbios name (bukan dns name), tentu saja jd gagal > tuh. Kan netbios name gak ada di dns server. > > Makanya solusinya simple aja. Bikin DHCP server yg bs auto update ke > DNS server. Semua client pake dhcp (except you have to put all server > hostname manually to dns server). Well...smua netbios name akan > didaftarin ke DNS server secara otomatis kan. Dan efeknya DNS name > akan sama dgn netbios name. And ini akan solve byk problem. > Pernyataan ini ko' kontradiktif dengan alinea di atasnya, 'Kan netbios name gak ada di dns server.'. Maksudnya 'ga ada', apa 'netbios name' belum/tidak didaftarkan di DNS server, atau memang 'netbios name' tidak bisa didaftarkan di DNS server. afaik, DNS server tidak bisa mendaftarkan 'netbios name', melainkan 'hostname'. cmiiw Jadi, menurut saya, bukan netbios name yang didaftarkan [secara otomatis] ke DNS server, tapi hostname [FQDN]. Tidak menggunakan DHCP atau DNS pun, hanya menggunakan WINS, browsing network dengan 'nautilus', akan menjumpai netbios name - workgroup. Emang lain hal dengan 'ping'. Yaya -- FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis
