2008/10/22 Willy Sudiarto Raharjo <[EMAIL PROTECTED]>: > Pake aplikasi SCM, seperti CVS, SVN, atau GIT
Kalo pake yg tanpa locking seperti CVS atau Subversion, dan kalo filenya satu diedit rame2, maka akan terus2an resolving conflict. Memang file di repository akan selalu consistent (dalam arti tidak ada data yg hilang karena tertimpa (lost update)), tapi banyaknya kerjaan masih sama aja atau malah nambah karena resolving conflicts terus2an. CVS/Subversion bisa bekerja tanpa menggunakan lock karena dia bisa merge differences sebanyak mungkin, sampe mentok ketemu conflict (perubahan yg berbeda di tempat yg sama) baru dia nyerah dan kita harus turun tangan. Yg seperti ini cocok digunakan untuk project yg multiple files, usernya banyak dan tersebar di mana2, tapi pembagian kerjanya jelas (komunikasi antar user jadi penting, siapa yg ngerjain bagian mana, biar konfliknya minimal), typical project2 open source. Lalu diangkat satu level lebih tinggi lagi dengan version control system yang distributed (as opposed to centralized seperti CVS/Subversion) seperti Git, Mercurial, dan Bazaar. Kalo filenya satu dipake rame2, yg dibutuhkan adalah locking. Saran saya, jangan pake file tapi juga jangan reinvent the wheel. Salah satu caranya adalah menggunakan proper DBMS seperti PostgreSQL atau MySQL, atau bahkan SQLite deh (yg walaupun cuma satu file tanpa server tapi bisa lock dan support transactions). Ronny -- FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab Unsubscribe: kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis
