Orang pake Windows, saya pikir terutama karena Microsoft Office dengan Outlook-nya yang bagi para pemakai komputer dari kalangan karyawan perusahaan akan menjadi sangat mutlak. Dan yang kedua, karena orang membutuhkan akses ke berbagai program yang hanya jalan di Windows(seperti misalnya Hotel Management System yang populer di pasaran Indonesia, Restaurant Reservation Management, Purchasing & Receiving & Storage Management). Dan yang ketiga, yah karena kurang lebihnya, banyak orang yang hanya tahu cara memakai Windows saja. Karena memang para pengguna Unix umumnya adalah orang-orang yang bener-bener computer-literated. Sedangkan kebanyakan para pengguna komputer sekarang hanyalah para "pemakai" saja(dalam kasus ini sama seperti saya setiap hari mengendarai mobil Honda Stream tetapi saya sama sekali tidak tahu tentang mesinnya, maunya yah pokoknya bisa dikendarai dengan aman dan lancar, gak mau pusing).
Tetapi tentu saja, bagi para pemakai komputer yang lebih literated, umumnya lebih menyukai dunia Unix, dan juga mungkin Plan9 dengan windowing systemnya yang sangat elegant, atau bahkan karena saking literatednya mereka memakai Lisp Machine dan Symbolic yang nyata-nyata merupakan mesin dan system tahun jebot banget(walaupun saya sendiri lebih yakin, bahwa di dunia modern ini jauh lebih banyak yang memakai GNU Emacs sebagai Lisp Machinenya daripada yang benar-benar Lisp Machine dan Symbolic). Di tempat saya bekerja, saya mendapati bahwa dari kebanyakan pekerja yang memakai komputer ternyata benar-benar "tidak tahu" tentang komputer. Dan mereka memang tidak ada minat untuk "tahu" soal komputer. Pokoknya maunya beres aja. Bahkan di departemen IT-nya sekalipun, ternyata orang-orangnya tidak begitu paham dan tertarik mengenai Unix secara umum, computational theory, ataupun symbolic expression. Tetapi tentu saja terdapat pengecualian, departemen Printing Artshop, Business Center, dan Executive Lounge kami memakai Unix(Apple Mac OS X), walaupun mereka mengenalnya sebagai "simply Mac" dan bukan Unix. Dan tentu saja mereka(dengan pengecualian Printing Artshop) juga "tidak mau tahu" soal komputer tersebut karena terkadang ada berbagai komplain seperti "Ekoooo.. Word-nya mana?", "Kooo, Entourage beda ama Outlook, kagak bisa gue pakenya", dan sebagainya. Itu semua sebenarnya masalah-masalah simple bagi kita yang cukup tahu soal komputer, tapi bagi mereka, hal-hal tersebut sangat membingungkan. Aqua bagi banyak orang terasa sangat simple, tapi bagi yang terbiasa memakai panel, Aqua terasa sangat sulit karena yang tersedia adalah dock dan bukan panel. Palais Royale juga simple bagi banyak orang, tapi bagi pemakai KDE, Palais Royale sangat primitive dan tidak elegan sama sekali. Yah begitulah kurang lebihnya tentang perbedaan interface yang juga jadi permasalah tersendiri. Duh dah ngantuk, besok nyambung ahh. Terima kasih, Eko Hermiyanto 2008/12/21 Meowser <[email protected]>: > On Sat, 2008-12-20 at 00:03 +0700, bobby mail wrote: >> Awalnya gw juga mikir mending beli license windows dr pada ribet pake >> LINUX tapi kenyataannya setelah gw coba LINUX gw kecanduan... thx >> LINUX... buat gw, bodoh aja orang ada yang serba gratis kenapa harus >> beli dengan license yang bertele-tele... and ribet ngurusin virus... >> Kalo masalah penjualan karena org awam blum aja cobain Linux kalo udah >> coba juga ketagihan... >> > > Salam kenal semuanya :) > > Iya bener, kebanyakan orang pasti blm coba aja pakai Linux, kalo udah > pasti pengen pake terus. Apalagi sekarang aplikasi di Linux juga udah > bagus2 & gampang di-install. Masalahnya kebanyakan orang di Indonesia > kan cuma tau ttg Linux dari Internet. Tau sendiri kan angka melek > internet di Indonesia kan masih rendah. > > Ayo pake Linux... > > > -- > FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab > Unsubscribe: kirim email ke [email protected] > Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis > > -- FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab Unsubscribe: kirim email ke [email protected] Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis
