2009/1/28 Adi Nugroho <[email protected]>:
> On Wednesday 28 January 2009 18:36:04 Ali Milis wrote:
>> Mengapa? Biasanya distro dibuat untuk digunakan bersama...
>> Kalau hanya sendiri, mengapa tidak mendownload packet-packet
>> yang diinginkan?
>
> Banyak orang yang membutuhkan distro khusus.
> Saya ingat, beberapa tahun yang lalu, ilmukomputer.com membuat live-cd
> berbasis slax yang berisi seluruh artikel di website tersebut.

Kalo ad hoc dan livecd ya gpp. Yg gak masuk akal itu kalo bikin distro
sendiri yg tujuannya utk dipake sehari2, trus tujuan distronya utk
cuma sekedar menginstall bbrp paket by default.

> Yang paling populer saat ini ya blankon yang berbasis ubuntu.
> Yang ini menekankan tema Indonesia.

Sebetulnya bagian apanya sih yg tidak bisa dibuat sebagai metapackage
dan sebagai pilihan pada waktu install ubuntu sehingga harus dibuat
distro sendiri?

Saya tidak bisa menemukan dengan mudah halaman yg menjelaskan
perbedaan mendasar yg meyakinkan saya (atau calon pengguna) untuk
menggunakan BlankOn instead of Ubuntu. Cuma di distrowatch aja begini:
"BlankOn is an Ubuntu-based desktop Linux distribution and live CD
with enhanced support for Bahasa Indonesia." Kalo memang bener cuma
itu doang, kenapa gak "enhanced support for Bahasa Indonesia" itu
dimasukkan ke ubuntu/debian aja jadi saya (dan pengguna debian/ubuntu
lainnya) bisa ikut diuntungkan, jadi tinggal 'sudo apt-get install
...' doang? Kenapa sampe harus ada distro sendiri?

Ronny

-- 
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [email protected]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke