2009/6/11 [email protected] <[email protected]>: > dulu saya pernah make freenas, walaupun bukan untuk production, hanya > untuk testing2 saja. seperti nya free nas kurang bisa mngcover > kebutuhan anda. kalau emang kebutuhanya bervariasi seperti itu, anda > harus cari distro yang lebih bisa di custom. kalau anda nyaman dengan > debian atau ubuntu,silahkan saja pakai itu.
Gue lebih suka pake Ubuntu daripada freenas. Karena bs di customize lebih leluasa aja. Simple bgt caranya. Cuman gunakan rsync doang. Ya di mirror aja pake rsync directory documentnya (misalnya). Tapi agar smua perubahan di client nggak ilang, stiap kali mirroring (pake rsync), smua perubahan gak langsung diapus. Tapi di amankan ke folder "deleted/username/2009/06/11/*". Jadi mirrornya aman, dan history deleted file/dir jg aman. Bahkan kalo mo dibikin tiap jam jg bs. Kan rsync efisien bgt utk hal ginian. Interfacenya, pake NFS/Samba+LDAP (tapi cuman read only utk user). Jadi user kalo butuh restore data kmaren ato minggu lalu, dah bs lakuin nggak ributin kita lagi. -- Get "Ubuntu Server Guide" inside your Ubuntu desktop: Help and Support -> Advanced Topics -> Installing Server Applications [http://rippingthepenguin.blogspot.com] -- FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab Unsubscribe: kirim email ke [email protected] Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis
