Arief Yudhawarman wrote:
On Thu, Jul 02, 2009 at 02:30:24PM +0700, nonong wrote:
Kalau tujuannya seperti itu, menurut saya mending cari genset yang bisa starter elektrik terus debuatkan rangkaian yang bisa menstarter genset tersebut pada saat listrik mati dan mati sendiri saat listrik hidup. Kalau pakai program berlapis seperti skenario di atas, mungkin ada saatnya karena gangguan operator telekominukasi atau bahkan operator sedang tidak mendengar. Kalau perlu dikasih alarm pada saat listrik mati

Itu memang sudah dipikirkan dari awal kok. Tapi biaya untuk pengadaan alat
itu kan lumayan juga. Sementara pakai solusi yg murmer dulu lah dan
meres keringet, narik genset 3000VA keluar saat powerline mati dan
masukan lagi saat pulang kantor. Alternatif lain pekerjakan teknisi
untuk shift malam (sdh direncanakan).

Sharing cerita deh, mess tempat kami tinggal satu jaringan dengan
kantor. Jadi kalau listrik pln mati di mess sudah bisa dipastikan di
sana juga mati. Ada margin 10-15 menit untuk menuju kantor, narik genset keluar dan nyalakan sebelum ups shut down. Kalo lagi enak2 tidur,
mati lampu, ya wassalam :).


Kalau masih by hand juga mending pakai alarm mas, lebih tepat sasaran, karena yang dapat warning bukan hanya no telepon tertentu tapi semua orang yang mendengar akan segera memberi tahu siapa yang berkompeten untuk itu atau bahkan dia sendiri akan berinisiatif menghidupkan genset.

Jadi kalau bay hand lebih baik bentuk peringatannya berupa efek tergopoh-gopoh, biar segera bertindak, kalau perlu pakai alarm berlevel, makin lama makin nyaring, menurut saya harganya lebih murah dibanding HP yang akan melakukan call dari program yang harus dibikin dengan skenario sampean semula

--
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [email protected]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke