Pada hari Rabu, tanggal 11/08/2010 pukul 14:59 +0800, Fajar Priyanto
menulis:
> Sebab di dalam kasus migrasi, kebijakan perusahaan perlu diberesin
> dulu sebelum masalah teknis.
> Dari pengalaman, kalo kebijakan ga beres, ujung2nya admin berusaha
> menyelesaikan masalah non-teknis secara teknis yang ujungnya akan
> berantakan. 


akur pak.

nambahin dikit.
dalam perencanaan migrasi, harusnya ada sosialisasi terlebih dahulu dan
juga dihitung biayanya, termasuk biaya memigrasikan data.

kalau mau menghemat, ya stafnya sendiri yang memigrasikan data.

saya pernah menjadi koordinator migrasi untuk Aceh Tengah. problemnya
buanyak banget seputar open office. namun karena dari top level
manajemen mengharuskan, otomatis para staf berusaha memperbaiki datanya
sendiri.

kasus di Aceh, seluruh kop surat memiliki huruf Arab. kalau di buka di
OpenOffice, huruf tersebut terbalik-balik. :)

beberapa staf bilang hal tersebut mudah, namun beberapa staf menganggap
itu musibah. :)


-- 
FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab
Unsubscribe: kirim email ke [email protected]
Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis

Kirim email ke