Halo mas, 2012/4/14 Samuel Sappa <[email protected]> > > > Terus terang saya selama ini gelap kalo urusan reverse yang > bertanggung jawab siapa, apa dari Hosting DNS apa dari ISP pemberi IP > publik. Soalnya dari masing2 ISP (Baik dari hosting DNS dan pemberi IP > Publik) mengelak jika saya mintai untuk konfigurasi reversenya. > > Atau memang selama ini saya salah paham mengenai urusan > resolve/reverse, setahu saya (IMHO) teorinya resolve/reverse memang > tugas dari DNS server dan semestinya memang tanggung jawab DNS hosting > untuk mengkonfigurasinya.
ISP hosting hanya bertanggung jawab pada Forward DNS (resolve dari nama menjadi IP). Untuk kebalikannya alias Reverse alias PTR dikelola oleh ISP pemilik IP. Mas langganan ke ISP mana untuk koneksi (mendapatkan IP). Kalau kita memiliki cukup banyak IP dari ISP koneksi, misalnya /29 atau total 8 IP atau malah /28 alias total 16 IP biasanya kita bisa meminta pada ISP koneksi untuk "mendelegasikan wewenang" pengaturan Reverse DNS. Ini yang disebut DNS delegation. Jika ISP koneksi sudah mendelegasikan wewenangnya, kita bisa membuat pengaturan PTR/Reverse DNS disisi kita sendiri. Jika ISP koneksi tidak mendelegasikan wewenangnya, sampai kiamat (hiperbola :-D ) setting yang ada dikonfigurasi DNS yang kita buat tidak akan dipergunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan reverse DNS. > > Atau sebenarnya fungsi resolve berjalan di servis sendiri begitu juga > fungsi reversenya, referensi yang ada net yang saya baca (IMHO) > menyatakan bahwa fungsi ini sebenarnya tugas DNS dalam artian bukan > servis yang terpisah. > > (IMHO)Kalo memang fungsi dari resolve adalah tugas dari hosting DNS > (terlepas apakah itu PANDI dan yang lainnya) sedangkan reverse adalah > tugas dari pemberi IP publik berarti memang sebenarnya resolve dan > reverse adalah 2 servis yang terpisah dan bukan berjalan pada 1 mesin > apakah kira2 begitu Keduanya bisa berjalan disatu mesin jika kita menerima delegasi DNS baik dari sisi ISP hosting maupun dari sisi ISP koneksi. Kita bisa menempatkan konfigurasinya pada mesin berbeda atau bisa juga dijadikan satu kedalam 1 mesin Sekedar tambahan, Reverse DNS/PTR Records hanya bersifat mandatory jika berurusan dengan mail server sebagai bentuk identifikasi sender. Jika kita membangun web server atau FTP server atau yang lainnya, Reverse DNS/PTR Records bersifat opsional. > > Itu saja dari saya atas pencerahan dan informasinya saya ucapkan Semoga bisa mencerahkan. Kalau masih samar-samar, silakan ditanyakan lagi, karena pemahaman ini memang banyak menimbulkan kerancuan. -- Best Regards, Masim "Vavai" Sugianto - Talk is Cheap, Show Me the Code! PT. Excellent Infotama Kreasindo, http://www.excellent.co.id Authorized VMWare, Zimbra & SUSE Linux Enterprise Partner -- FAQ milis di http://wiki.linux.or.id/FAQ_milis_tanya-jawab Unsubscribe: kirim email ke [email protected] Arsip dan info milis selengkapnya di http://linux.or.id/milis
