Mas Rifai bertanya kepada Pak Imam Suhadi:

>     1. Apakah perbedaan antara syariat dan tarekat ?

-------------- deleted --------------------
[R. Sunarman :]
Banyak orang bertanya, apakah untuk menjalani tariqat, orang
terlebih dulu harus menguasai syariat. Saya jawab dengan tegas:
TIDAK HARUS. Syariat itu, sambil berjalan, akan dikuasai pula oleh
para salik. Kalau diibaratkan perjalanan Surabaya-Jakarta, syariat
adalah peta perjalanan dan peraturan lalu lintas (larangan,
perintah, petunjuk). Karena perjalanan selalu dipimpin oleh seorang
guide yang berpengalaman, maka --kalau terpaksa-- kita boleh hanya
mengandalkan guide itu untuk memberi petunjuk sambil kita belajar
dalam perjalanan nyata (perbuatan nyata, tariqat).
--------------- deleted --------------------------



Assalamu'alaikum wr wb,



Maaf, saya juga ingin ikutan urun rembug tentang Syariat-Tariqat ini.

Apa yang dikatakan Pak Sunarman itu benar. Memang tidak harus! Tapi kalau
saya kok lebih cenderung jalur aman (play safe) melalui jalur syariat.

Dalam kasus di atas, saya melihat bahwa peran syariat itu justru sangat
dominan. Hanya saja tidak secara langsung dipegang oleh salik namun syariat
itu sudah dipegang oleh Syaik/guru/guide. Jadi telepas siapa yang memegang
atau menguasainya, syariat tetap perlu. Dalam hal ini mursyid adalah
'syariat'.



Bahkan saya berpendapat bahwa hakekat itu berada dalam syariat itu sendiri,
yang dapat dicapai memalui thariqat.

Walaupun mungkin ada jalur menuju Tuhan diluar garis syariat Muhammad SAW,
mungkin juga mereka sampai, tapi tidaklah bijaksana kalau kita bahas di
sini. Kita sebaiknya tetap berada pada rel Rasulullah SAW.



Bagi siapa yang belum mempunyai mursyid/guru, mungkin bisa menempuh jalan
syariat yang ada dengan senantiasa mohon bimbingan Allah untuk sekiranya
diijinkan mengenalNya lebih dekat.

Sebagai figur yang sempurna bagi para salikin adalah Rasulullah SAW.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala :"Barangsiapa yang menta'ati Rasul itu,
sesungguhnya ia telah menta'ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari
ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara mereka.
(QS. 4:80)"


Wallahu a'lam bs,
Kurang lebihnya mohon maaf
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino




---------------------------------------------------------------------
Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]


Kirim email ke