Wa'alaikum salam wr wb, Mas Ahmad,
Mungkin penjelasan saya yang kurang baik sehingga menjadikan anda salah
paham atas komentar saya pada tulisan pak Sunarman.
Maksud saya, tariqah yang tanpa di-guide dengan syariat itulah yang kurang
aman.
Tetapi apa yang dikatakan pak Sunarman itu, bahwa para pemula TIDAK HARUS
menguasai syariat dulu boleh saja tapi HARUS melaui seorang
mursyid/pembimbing.
Kemudian saya berpendapat bahwa pada dasarnya syariat itu sudah berada pada
sang mursyid. Jadi insya Allah aman-aman saja.
Yang saya maksud tanpa syariat itu kalau pemahaman syariatnya belum ada,
pembimbing juga tidak ada... nah yang ini yang bahaya. Bahkan arah
berjalannya pun juga tidak tahu arah.
Maaf atas ketidak mampuan saya menjelaskan maksud, dengan bahasa jari di
atas keyboard.
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino
>Assalamu'alaikum Wr. Wb.
>
>Maaf saya ingin tahu banyak tentang Islam & tasawuf.
>Pertanyaan saya :
>Untuk Apa Belajar Tasawuf?
Wa'alaikum salam wr.wb.
Saya pernah mendengar bahwa belajar Tasawuf itu sama dengan kita bicara
Susu
pada saat kita sudah makan dengan syarat 4 sehat. Jadi untuk menuju kelima
sempurna maka minumlah Susu.
Ini analogi yang saya tangkap kenapa kita perlu belajar Tasawuf. Kalau Mas
Sunarman mengatakan bahwa kita belajar Tasawuf bisa sambil jalan belajar
ilmu syariat maka ini menurut Mas wargino rada "kurang aman" .
Terus apa kita harus katakan kalau begitu nanti sajalah belajar Tasawuf
karena ilmu syariat saya rada belum mantap nih.. jawabnya tidak juga..( wah
jadi aliran Mas Sunarman lagi nih).
Karena dulu saya punya teman.. justru berubah dari tidak pernah sholat,
tidak pernah puasa dan sukanya yang dilarang saja.. setelah dia ketemu
dengan Tasawuf jadi berbalik 180 derajat. Dia rajin Shalat dan malah jadi
Istiqamah ketimbang kita-kita.
Jadi kesimpulannya berangkat dari manapun kita, apa sekarang kita belajar
Syariat dulu terus kemudian dengan Tasawuf atau sebaliknya.. maka keduanya
sah-sah saja. Asalkan yakin bahwa keduanya saling melengkapi dan
menyempurnakan.
Dengan tidak bosan-bosannya saya mengulang bahwa rukun agama itu ada tiga.
Islam,Iman dan Ihsan). Karena ada suruan Allah SWT begini :
****Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam
keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan.
Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. 2:208)
Secara "keseluruhan" inilah maka 4 sehat 5 sempurna itu perlu kita raih.
wassalam,
Ahmad fadlah ( Banda Aceh)
---------------------------------------------------------------------
Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]