Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.


NILAI BAI"AT.....

Hz.Mirza Ghulam Ahmad menulis sbb:

"Hendaklah orang berusaha memahami apa yang akan diperoleh-nya dari
bai'at dan mengapa bai'at itu merupakan suatu keharusan. Orang hanya
akan menghargai sesuatu, jika ia mengetahui kebaikan dan nilainya.
Hal ini serupa dengan keadaan bermacam-macam barang di dalam sebuah
rumah, umpamanya uang coin (logam) yang nilainya besar maupun
kecil,kayu-kayuan dan sebagainya.

Segala sesuatu akan ditempatkan pada tempatnya, yang berarti segala
sesuatu akan dipelihara dan dijaga sesuai dengan nilai yang
dimilikinya. Coin yang kecil nilainya tidak akan diperhatikan sebesar
perhatian coin yang besar nilainya. Adapun mengenai kayu-kayuan,ia
akan dilemparkan saja kesudut ruangan. Pendeknya, apa saja yang akan
menimbulkan kerugian besar akan diperhatikan lebih dari perkara-perkara
lainnya.

Dalam bai'at yang paling penting adalah taubat (penyesalan), yang
berarti kembali ke keadaaan semula. Hal ini menunjukkan kepada suatu
keadaan manusia yang hidup dalam dosa, seolah -olah dosa itu
merupakan tanah air baginya dan iapun tinggal menetap disitu, dan
taubat adalah bahwa ia sekarang meninggalkan tanah airnya itu.

Kembali ke semula (ruju') berarti menjalani peri kehidupan yang
saleh. Meninggalkan tanah air adalah memang suatu perkara berat, dan
itu berarti menempuh beribu-ribu kesulitan. Kalau seseorang
meninggalkan tempat tinggalnya, perasaanya mengalami suatu sentuhan
mendalam, maka betapa pula mendalamnya sentuhan perasaan itu tatkala
ia harus meninggalkan tanah airnya.Ia meninggalkan segala sesuatunya,
barang-barang rumah tangga, jalan-jalan, tetangga-tetangga dan
tempat-tempat belanjanya, kemudia berangkat kenegeri lain.Ia tidak
akan kembali lagi ke tanah airnya itu. Inilah namanya taubat. Ketika
seseorang suka berbuat dosa, teman-temannya pun adalah para pendosa
pula, dan ketika ia mulai menjalani hidup dalam ketakwaan,
teman-temannya pun akan berlainan. Para ahli tarikat menamakan
perubahan ini "MAUT"..........(Malfuzhat I,hal 2)

CANGKOKAN ROHANI MELALUI BAI'AT....

Lebih lanjut Hz. Mirza Ghulam Ahmad mengatakan:

"Dalam hadits Rasulullah saw. disebutkan bahwa seseorang memohon
ampun atas dosa-dosanya dengan berdoa sekhusuk-khusuknya, pada
akhirnya ia akan diberitahu bahwa ia telah diampuni dan sejak itu ia
boleh berbuat apapun sesukanya.Tentu saja, ini berarti bahwa hati
nuraninya telah berubah sama sekali dan ia merasa tidak suka akan
dosa. Sama keadaannya seperti kalau seseorang melihat seekor kambing
memakan kotoran,ia tidak akan lantas melakukan hal yang sama.

Orang yang dosanya diampuni tidak mau berbuat dosa lagi. Seorang
Muslim secara naluriah akan membenci daging babi, meskipun sebenarnya
masih ada barang-barang (perbuatan) haram lain yang diperbuatnya
tanpa merasa segan-segan. Disini kita mendapat pengajaran, bahwa Tuhan
telah menjadikan kita benci terhadap hal-hal yang buruk,sebagai suatu
isyarat agar kitapun membenci hal -hal buruk lainnya.

Seseorang yang selalu berbuat dosa dan merasa sudah begitu dalam
terperosok, tidak boleh berhenti berdoa memohon kepada Tuhan agar
mengampuni dosa-dosanya. Doa adalah bagaikan obat serba khasiat. Jika
ia terus menerus berdoa, nanti akan terasa olehnya bahwa ia mulai
tidak menyukai dosa. Orang yang berbuat dosa kemudian tidak memohon
ampun kepada Tuhan atas dosanya itu, pada akhirnya ia kan mengingkari
para nabi dan dimahrumkan dari pembawa ruhaniahnya.

Inilah hakikat daripada taubat dan mengapa ia menjadi satu unsur dari
bai'at. Manusia pada kenyataannya tenggelam dalam serba kealphaan.
Apabila ia terjun kedalam bai'at ditangan seseorang yang sudah
mendapat karunia perubahan ruhaniah, maka ia seolah-olah dicangkokkan
kepadanya dan terjadilah perubahan menyeluruh dalam dirinya.
Iapun mulai mendapat keberkahan demi keberkahan dan dikaruniai
pemahaman makna-makna. Dengan sendirinya, persyaratan pokoknya adalah
bahwa pertalian antara kedua belah pihak harus benar-benar bersih
dalam keikhlasannya, ia tidak boleh seumpama suatu cabang yang
kering.Ia harus bagaikan sebuah cabang yang sanggup menghidupi suatu
cangkokan. Lebih bersih tingkat keikhlasan seseorang,akan lebih
banyak lagi keberuntungan yang ia peroleh dari pertalian hubungan
ini.........(Malfuzhat I, hal. 4).

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------



---------------------------------------------------------------------
Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]


Kirim email ke