>Bismillah Walhamdulillah Was Salaatu Was Salaam 'ala Rasulillah
>Number: isnet/1391; Att: is-mod, is-lam, mus-lim
>
>Nomor: tarbiyah/29oct94/572
>Bismillaahirrahmaanirrahiim
>
>
>Assalamu'alaikum wr.wb.
>
>                        AHLUL BAIT
>
>
>     " Hai orang-orang yang beriman, barang siapa diantara
>       kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah
>       akan mendatangkan suatu kaum;
>       yang Allah mencintai mereka dan mereka mencin-
>       taiNya,
>       yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang
>       yang mu'min,
>       yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir,
>       yang berjihad di jalan Allah,
>       dan yang tidak takut kepada celaan orang-orang
>       yang suka mencela. "
>       (Al Maaidah: 54)
>
>
>   Urutan cinta seorang Muslim sejati, setelah mahabbatullah
>(cinta kepada Allah), dan mahabbaturrasul (cinta kepada rasul)
>adalah mahabbah kepada orang-orang yang beriman.  Rasa cinta
>yang Rasulullah dalam sebuah sabdanya melukiskan;
>
>   "Perumpamaan kaum mu'minin dalam cinta-kasih dan rakhmat
>    hati, mereka bagaikan satu badan.  Apabila satu anggota
>    menderita, maka menjalarlah penderitaan itu ke seluruh
>    badan hingga tidak dapat tidur dan panas"
>    (H.R Bukhari dan Muslim)
>
>Rasa cinta yang demikian besar, yang muncul atas ni'mat Allah
>(Ali Imran: 103). karena Allah lah yang telah mempersatukan
>hati orang-orang yang beriman, yang tanpaNya niscaya meski de-
>ngan semua kekayaan yang ada di bumi tak akan dapat dipersatu-
>kan hati-hati itu (Al Anfal:63).
>
>   Bagi orang yang beriman rasa cinta kasih muncul dari kesa-
>daran, bahwa mereka telah berikrar menolak semua ilah kecuali
>Allah.  Mereka mempunyai ghayyah (tujuan) yang sama; ikut, takut,
>dan cinta kepada Allah yang sama, Tuhan semesta alam.  Merekapun
>mengakui Muhammad bin Abdullah sebagai Rasulullah, uswatun kha-
>sanah, tauhiddul uswah.  Mereka hanya mempunyai satu contoh
>utama dalam pengabdiannya kepada Allah, yakni Nabi Terakhir,
>Muhammad SAW, uswah yang sama.
>
>   Dalam mengarungi hidup ini seorang yang beriman memiliki
>pedoman hidup, jalan hidup yang sama, kompas yang akan menye-
>lamatkannya dari ketersesatan di belukar ideologi manusiawi
>; yakni dienul Islam.  Mereka memiliki kitab petunjuk yg sama,
>yang darinya furqon diperoleh.  Mereka adalah satu, satu ummah,
>dan bahkan dalam setiap harinya mereka shalat menghadap arah yang
>sama; Ka'bah di Makkah al Mukarromah.
>
>   Itulah unsur-unsur kesamaan yang mengikat jiwa seorang Mus-
>lim, yang menyatukan pijakan dan meluruskan tashawwur (pandang-
>an).  Sehingga memunculkan kesamaan jati diri, kesamaan syak-
>syiyah (kepribadian), dan kesamaan sejarah di masa lampau.
>
>   Kesadaran akan kesamaan sejarah adalah modal besar bagi
>tumbuhnya keterikatan masa lalu, keterikatan di masa kini, dan
>keterikatan di masa depan.  Kesamaan sejarah adalah kesamaan
>tawa dan tangis, kesamaan keringat dan air mata, kesamaan ceri-
>ta diri, kesamaan kenangan.  Kesamaan sejarah akan membangkitkan
>nostalgia yang sama, kerinduan yang sama, dan harapan-harapan
>di masa depan yang sama.  Dan ini akan mengental dalam cita-cita
>kolektif yang sama, kesamaan fikir dan gerak.
>
>   Beranjak dari kesadaran sejarah itu dan misi yang diemban
>sebagai khalifah fil ardh untuk menyebarkan rakhmatan lil 'ala-
>miin, tak ada cita-cita lain dari seorang yang beriman selain
>ukhuwah islamiyah, kesatuan ummat dalam aqidah yang lurus, ke-
>satuan ummat dalam qiadah islamiah (kepemimpinan islam), yang
>darinya negeri-negeri islam yang terampas dikembalikan, yang
>darinya izzah (kebanggaan) sebagai seorang Muslim ditegakkan,
>yang darinya kemuliaan islam dipancarkan, di dalamnya peratur-
>an Allah dan RasulNya ditegakkan, sehingga tidak ada lagi fit-
>nah (penyembahan manusia terhadap selain Allah) di muka bumi
>dan semua penyembahan dikembalikan hanya kepada Allah, Allah
>lah Rabb sekalian alam, Allah lah Tuhan sekalian manusia yang
>jiwa kita ada ditanganNya.  Inilah cita-cita seorang Muslim
>sejati, cita-cita kolektif di masa depan.
>
>   Kesamaan jati-diri, kesamaan aqidah, kesamaan amanah yang
>digenggam, kesamaan sejarah, kesamaan misi.  Maka inilah cinta
>diantara orang-orang yang beriman, termasuk cinta kepada ahlul
>bait Rasulnya, Muhammad SAW.  Maka rasa cinta kepada para sahabat
>awallun Muslimin, salafus shalih, tak akan pernah akan berkontra-
>diksi dengan rasa cinta kepada ahlul bait, karena ahlul bait
>adalah awallun Muslimin juga, dan sama-sama kaum yang beriman,
>dan bukan seperti keluarga Nabi Nuh AS yang membangkang.
>Inilah harmoni cinta, yang sumbernya hanya aqidah, bukan darah
>dan keturunan.
>
>Hasbunallah wa ni'mal wakiil.
>
>Wassalam,
>abu zahra
>

---------------------------------------------------------------------
Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]


Kirim email ke