>Diambil dari materi Tarbiyah KTPDI Isnet pada alamat
>http://isnet-1.isnet.org/~ktpdi/tarb-97/index.html
>------------------------------------------------------------------------


>Bismillah Walhamdulillah Was Salaatu Was Salaam 'ala Rasulillah
>Number: isnet/1378; Att: is-mod, is-lam, mus-lim
>
>Nomor: tarbiyah/29oct94/569
>Bismillaahirrahmaanirrahiim
>
>
>Assalamu'alaikum wr.wb.
>
>
>                     AHLUL  BAIT
>
>
>     Hendaklah kalian mencintai Allah
>     karena Dia memelihara kalian dengan nikmat-nikmatNya.
>     Dan cintailah aku demi cintamu kepada Allah.
>     Dan cintailah akhli rumahku demi cintamu kepadaku.
>    (H.R. At Tirmidzi, Al Hakim dari ibnu abbas)
>
>
>     Ketika serial Asy-syura tentang ahlul bait ditayangkan,
>maka hati-hati yang cinta akan ahlul bait merasakan sejarah
>dirinya berulang di depan kaca bisu.  Mereka terkesima,
>berdegup, sedih, haru serta muncul perasaan duka mendalam.
>Karena ahlul bait adalah keluarga Rasulullah Sholallahu
>Allaihi Wassalam, keluarga Nabi kita, junjungan yang kita
>cintai, pembawa risalah yang karenanya kita menerima al-islam.
>Ahlul bait adalah cermin kita, yang izzah (kemuliaan)
>mereka adalah izzah kaum Muslimin, izzah kita semua,
>Yang al qur'an mulia menyebut dan mengabdikan mereka.
>"Ya ahlul bait, Allah akan membersihkan kamu sebersih-
>bersihnya" (QS 33:33).
>
>     Betapa hati kita terasa teriris, manusia-manusia mulia
>yang datang ke kuffah untuk suatu kemuliaan Islam malah
>mendapat suatu penghinaan bahkan pembantaian biadab dari
>orang-orang yang mengaku mengimani Rasulullah Muhammad.
>Hampir-hampir seperti mimpi ada manusia yang penuh
>kontradiksi semacam itu; berkata mencintai Rasulullah
>namun menghinakan cucu-cucu dan ahlul baitnya.
>Sepertinya mustahil muncul manusia yang bersalawat dan
>menyampaikan salam kepada junjungan kita Khotamul anbiya
>wal mursalin, namun dengan teganya menyusahkan para akhli
>keluarga beliau.  Bandingkan dengan sahabat awallun Muslimin,
>yang jangankan akan menyusahkan ahlul bait,  menukar nyawa
>sendiri agar rasulullah tak tertusuk duri sekalipun akan
>mereka lakukan.
>Bahkan para pembesar quraish sampai frustrasi menghadapi
>manusia-manusia baru, manusia-manusia aneh, yang demikian
>cinta dan tunduk patuh kepada Rasulullah lebih dari rasa
>cinta dan tunduk patuh mereka pada bapak-bapak atau ibu-
>ibu mereka.  Mereka bertabarruk, berebut untuk menerima
>makanan sisa dari Rasulullah, berebut untuk mendapat air
>bekas wudhu Rasulullah, saling berlomba untuk memberi
>kebaikan kepada belahan hati mereka.
>
>     Para sahabat awallun Muslimin menyebut putri Rasulullah,
>sebagai az zahra, fatimah az zahra.  Zahra adalah bunga.
>Bunga islam, bunga dari segi akhlaq, kehalusan dan segalanya.
>Para sahabat mencintai fatimah az zahra lebih daripada mereka
>mencintai anak-anak mereka sendiri.  Mengapa ?  Karena fatimah
>az zahra adalah putri junjungan mereka, putri seseorang yang
>telah menyelamatkan mereka dunia dan akhirat, putri Rasulullah
>yang karena perantaraan beliau azab neraka yang sangat dahsyat
>ditukar dengan syurga yang penuh dengan kenikmatan.
>
>     Maka kita menjadi sepakat hanya manusia-manusia biadab saja
>yang berakhlaq seburuk itu kepada ahlul bait di kuffah.
>Adalah mustahil manusia yang berkhudwah, beruswah kepada tauhidul
>uswah, Rasulullah SAW akan bersikap tak sopan kepada ahlul baitnya.
>Dimana al hub (cinta)?  Dimana tabarruk?
>
>     Inilah salah satu fitnatul qubra (fitnah besar) bagi dien Allah,
>munculnya sekelompok manusia yang mencoreng-moreng izzatul Islam,
>mencoreng islam dengan alasan islam, menghancurkan islam dengan
>senjata islam.  Mereka jahil, tapi mereka tidak sadar.
>
>     Insya Allah kita dimasukkan Allah dalam kelompok manusia yang
>cinta akan ahlul bait lebih dari rasa cinta kita kepada keluarga kita
>sendiri, amiin.
>
>
>wassalam,
>abu zahra
>
>
>
>
>
>
>
>

---------------------------------------------------------------------
Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]


Kirim email ke