[ASK] Apakah Tasawuf ada pada zaman Rasulullah SAW? Dan Untuk Apa Belajar Tasawuf? [QUESTION] Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabat konsepsi dan pengamalan Ad-Diin yang terintegrasi, yaitu melingkupi : + Iman --- Iman + Islam --- Amal + Ihsan --- Shalih Tidak pernah dalam sebuah keteranganpun Rasulullah SAW memilah-milah untuk belajar Iman pada Ilmu Tauhid, belajar Amal pada Ilmu Syariah. Sehingga juga tentu, tidak pernah kita dengar beliau SAW mengajarkan Syariah bathiniah dalam Ilmu Siir Tasawuf. Pelaksanaan ketiga cabang ilmu ini secara utuh inilah Ad-Diin yang sesugguhnya. Sehingga sering kita ikuti keterangan kisah yang menjelaskan bagaimana Rasulullah SAW menjelaskan bagaimana Sifat Allah (Iman), bagaimana cara beribadah (syariah) Namun bukan sedikit keterangan yang menjelaskan, bagaimana Rasulullah SAW menekankan dalam pelaksanaan Syariah berdasarkan niat yang lurus. Kita sangat sering mendengar hadits yang berbunyi : Amal itu bergantung pada niatnya. Atau sebuah hadits yang mengatakan : "Di dalam diri manusia ada segumpal darah. Yang apabila baik ia, maka baiklah seluruhnya, dan apabila buruk ia, maka buruklah seluruhnya. Itulah HATI". Berjalan dengan waktu. Untuk mempermudah, Ad-Diin terdefinisi dan dipelajari perbagian. Untuk mengerti Iman didefinisikanlah apa yang disebut Ilmu Tauhid. Untuk mengerti Syariah didefinisikanlah apa yang disebut Ilmu Syariah. Tapi Cabang Ilmu mana yang mempelajari tentang HATI diatas? Itulah Ilmu Siir atau TASAWUF. Sehingga kalau ada orang yang mengatakan bahwa nama Ilmu Tasawuf tidak dikenal pada zaman Rasulullah SAW... Betul sekali. Karena memang zaman Rasulullah SAW, Ad-Diin tidak dipilah-pilah menjadi bagian-bagian. Seperti juga tidak dikenalnya nama Ilmu Tauhid dan Ilmu Syariah. Sehingga pada akhirnya Imam Al Ghazaly mengatakan dalam kitab Minhajul Abidin yang ditulisnya, bahwa Ilmu yang WAJIB dituntut dalam hadits Nabi SAW, adalah melingkupi : 1. Iman -- Iman -- Ilmu Tauhid 2. Amal -- Islam -- Ilmu Syariah 3. Shalih -- Ihsan -- Ilmu Siir (Tasawuf) Jadi sesungguhnya Tasawuf, adalah ilmu Siir (hati). Dimana seorang muslim menyelaraskan segala amal lahiriahnya dengan hati (amal bathin). Dan hal itu secara sadar dilakukannya. Jadi sesungguhnya thariqah hanyalah sebuah jalan taubat, dimana didalamnya terselaraskan komponen Ad-Diin yang lengkap, yaitu Iman, Amal dan Shalih. --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaa, e-mail (kosong) : [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
