Assalamu'alaikum Wr. Wb
|Berikut saya cuplikkan madah Rumi as yang saya dapat dari sebuah bulletin,
|semoga bermanfaat. (Mas Imam Suhadi, maaf baru ini oleh-oleh dari Bandung
yang
|bisa saya kirimkan):
Terima kasih oleh-olehnya Mas Nu'aim. Bahkan saya rasakan, jauh lebih
nikmat daripada peuyeum Bandung. Jazakumullah khair.
|Aku mati sebagai mineral dan menjelma tumbuhan,
|Aku mati sebagai tumbuhan dan terlahir binatang
|Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.
|Kenapa aku mesti takut ? Maut tak menyebabkanku berkurang !
|Namun, sekali lagi aku harus mati sebagai manusia,
|Dan melambung bersama malaikat ; dan bahkan setelah menjelma malaikat
|Aku harus mati lagi ; segalanya, kecuali Tuhan, akan lenyap sama sekali.
|Apabila telah kukorbankan jiwa malaikat ini,
|Aku akan menjelma menjadi sesuatu yang tak terpahami.
|O, biarlah diriku tak ada ! Sebab ketiadaan
|Menyanyikan nada-nada suci,"Kepada-Nya kita akan kembali."
Puisi ini (karya Jalaluddin ar-Rumi) bila kita cerna lebih jelas mempunyai
pesan sebagai berikut:
+ Bahwa perjalanan seorang menuju Allah (akan dan harus) mengalami
peningkatan jiwa. Dari Mineral (material), tumbuhan, binatang, manusia, dst
+ Tingkatan Jiwa itu adalah sebagai berikut:
---------------------------------
Robbaniyah Langit 4,5,6,7
---------------------------------
Rahmaniyah Langit 3
---------------------------------
Ruhaniyah Langit 2
---------------------------------
Jasmaniyah (manusia) Langit 1
---------------------------------
Hewan Bumi 1
---------------------------------
Tumbuhan Bumi 2
---------------------------------
Matrial (mineral) Bumi 3
---------------------------------
Syaithan Bumi 4,5,6,7
---------------------------------
Langit 7 lapis, dan bumi 7 lapis (semisal)
Hal ini merupakan makna bathin dari ayat yang menjelaskan
Langit dan Bumi, seperti
QS 65:12 dikatakan, "Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan
semitsal itu pula bumi".
Kebanyakan manusia, sekarang ini berada pada Bumi 1 - Bumi 7
Sangat sedikit sekali yang sudah memasuki Tingkatan Jiwa Langit.
+ Inilah yang dalam Al Qur'an diakatakan:
dan jiwa serta penyempurnaannya, (QS. 91:7)
... padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kamu
dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu
di kembalikan. (QS. 2:28)
+ Inilah maksud dari hadits yang mengatakan "Matilah kamu sebelum Mati".
Mati dari sebuah level jiwa dan hidup sebagai level jiwa yang lebih tinggi.
dst, sampai menjadi hamba yang dekat dengan Allah (jauh lebih tinggi
dari malaikat pun).
HANYA UNTUK WAWASAN
+ Konsepsi seperti ini adapula dalam ajaran agama Hindu, tapi sekarang
ini disalah mengertikan sebagai konsepsi : REINGKARNASI.
+ Konsepsi tingkatan Jiwa juga ada dalam agama Hindu, tetapi sekarang
ini disalah mengertikan sebagai tingkatan Sosial (kasta), yaitu:
1. Brahmana -- Tingkatan Rabbaniyah
2. Ksatria -- Tingkatan Rahmaniyah
3. Weisya -- Tingkatan Ruhaniyah
4. Sudra -- Tingkatan Jasamaniyah
AIS, Ujungpandang
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaa, e-mail (kosong) : [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)