[TANYA] Apakah yang disebut dengan Bertemu Diri dan Misi Hidup? Kenapa seorang yang mengenal dirinya (Bertemu Diri) baru dikatakan mulai ber-Ad-Diin dengan benar? [JAWAB] Setiap manusia, hadir ke dunia ini mengemban misi hidup (tugas untuk apa dan sebagai apa dia diciptakan) yang suci dari Allah SWT. Misi hidup manusia yang satu berbeda dengan misi hidup manusia-manusia yang lain (tidak ada yang sama satu sama lain). Hal ini berkaitan dengan tujuan penciptaan individual manusia. Dari Imran bin Husain r.a katanya : Ada seorang bertanya, �Yaa Rasulullah, adakah telah dikenal para penduduk surga dan neraka?� Jawab Nabi, �Ya!� Bertanya kembali, �Kalau begitu apalah gunanya lagi amal-amal orang yang beramal?� Beliau menjawab, �Masing-masing bekerja sesuai dengan untuk apa dia diciptakan atau menurut apa yang dimudahkan kepadanya�� (HR Bukhari). Seperti seekor angsa dan burung. Masing-masing memiliki sayap. Sang burung dapat terbang namun tidak dapat berenang, sementara Sang Angsa dapat berenang namun tidak dapat terbang. Seperti itulah Misi Hidup. Masing-masing orang telah diperangkati Allah potensi alat bantu-alat bantu (Nur Ilmu), untuk apa dia diciptakan dan menurut apa yang dimudahkan kepadanya. Untuk mengerti tentang Nur Ilmu, lihat penjelasan dari pertanyaan �Apa yang dimaksud dengan Ilmu Laduni itu?� Sebuah ungkapan Rasulullah SAW bahwa Ali R.A adalah gudang ilmu, bukanlah sebuah ungkapan tanpa makna, yang hanya sekedar memuji-muji Ali R.A, tetapi sebuah ungkapan yang amat besar dari seorang Rasul tentang sebuah Misi Hidup. Yaitu bahwa Ali R.A mempunyai misi hidup dibidang ke-ilmuan. Seorang yang telah mengenal dirinya (Bertemu Diri), akan mengerti (dari petunjuk Allah langsung kedalam hatinya), untuk apa dan sebagai apa ia diciptakan kedunia. Ia akan mengetahui misi hidupnya. Dan ketika seorang mengerti apa misi hidupnya, maka Nur Ilmu yang Allah anugrahkan kepadanya baru dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Orang yang bertemu diri, sangat mengerti apa saja yang dapat dilakukannya (walayah misi hidupnya) dan apa saja yang bukan walayahnya. Ia hanya akan melakukan seluruh aktivitas hidupnya (mengajar, menulis buku, dokter, ekonom, engineer, dsb) hanya sesuai dengan misi hidupnya. Wajar saja apabila orang-orang Islam masa lalu sangat cemerlang dalam bidangnya (matematika, kedoketeran, bangunan, dsb) karena mereka berkarya sesuai dengan misi hidupnya. Orang yang bertemu diri, yang selalu mendapat petunjuk dari Allah dalam segala aktivitas dan karyanya, hanya melakukan segala sesuatu yang benar dalam pandangan Allah. Segala sesuatu yang benar dalam pandangan Allah (Iman, Syariah lahir, Syariah bathin) adalah Ad-Diin yang hak. Untuk itulah orang yang mengenal dirinya (bertemu diri) baru memulai Ad-Diin yang hak. --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
