Assalamu'alaikum wR. wB.
|Maaf karena ketidaktahuan saya.
|Selama ini pemikiran saya tentang tingkatan jiwa adalah bagaimana kita
|berusaha melangkah maju setingkat demi setingkat.
|Tapi tiba-tiba timbul pertanyaan: Apakah dapat terjadi seseorang
|mengalami kemunduran dalam pendakiannya? Mungkinkah ia terpeleset atau
|bahkan sampai jatuh terguling ke bawah?
|Jika jawabannya adalah mungkin ya, bagaimana kiat kita agar hal itu
|tidak terjadi?
Betul Ibu Marwiyah. Seorang memungkinkan naik tingkatan jiwanya dan
mungkin sekali turun. Inilah yang dikatatakan dalam sebuah hadits Rasulullah
SAW :
"Iman manusia itu kadang naik kadang turun".
Hal itu bergantung kepada:
1. Keberserahan diri kita pada-Nya
2. Kesalahan atau dosa yang kita lakukan
Bagi kami, Mursyid kamilah yang setiap 1 bulan sekali "mengecek" keadaan
maqam
dari para saliknya. Karena seorang mursyid yang hak, diberi kekuasaan oleh
Allah
untuk mampu melihat bagaimana kondisi keimanan/kejiwaan saliknya. Inilah
salah
satu fungsi kenapa kita bermursyid.
Banyak kejadian dalah thariqah kami, seorang salik yang "merasakan" semakin
tinggi
intensitas ibadah (shala, puasa, dsb), ketika di periksa oleh Sang Mursyid,
malah
maqam-nya hancur berantakan.
Kenapa hal ini terjadi?
Karena banyak dari mereka yang "salah" dalam meniatkan ibadahnya. Sehingga
walaupun rasanya semakin giat beribadah, tetapi keberserahan dirinya
berkurang.
Biasanya, bagi seorang salik...
Ketika melakukan kesalahan (tidak selamanya berarti dosa), ini menghambat
atau
menjatuhkan maqamnya.
Suatu saat seorang salik, diperiksa maqamnya oleh mursyid kami, dan didapati
maqamnya jatuh.
Lalu sang salik mengatakan, bahwa suatu saat ketika ia sedang "Latihan
Berserah
Diri" dilihatnya ada sebuah vas bunga indah tetapi berada di lantai...
Sang Mursyid menjelaskan, bahwa itu peringatan dari Allah, bahwa ada yang
tidak
pas dalam beramal. Amal itu mulia (gambaran vas bunga) tetapi seharusnya
di letakkan di atas meja bukan di lantai.
Rupanya disadari oleh Sang Salik adalah aktivitas amal (zakat atau shadaqoh)
yang dilakukannya. Dimana amal tersebut disalurkan melalui sebuah tempat,
padahal
masih banyak keluarga dekatnya yang berhak mendapatkan.
Bimbingan Mursyid yang hak sangat dibutuhkan dalam menjaga kestabilan
perjalan
kita menujunya.
Bagi yang tidak mempunyai mursyid, TIDAK PERLU KHAWATIR. Lakukan saja yang
di-postingkan dalam e-mal kemarin (Tahapan Menuju Allah), insya Allah, akan
mengantarkan kita bertemu kepada Mursyid yang hak, atau jalan lain yang
disediakan
oleh Allah.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Abdullah Isa
|
|Wassalamu'alaikum wR. wB.
|marwiyah
|
|Imam Suhadi wrote:
|>
|> Assalamu'alaikum Wr. Wb
|>
|> |Berikut saya cuplikkan madah Rumi as yang saya dapat dari sebuah
bulletin,
|> |semoga bermanfaat. (Mas Imam Suhadi, maaf baru ini oleh-oleh dari
Bandung
|> yang
|> |bisa saya kirimkan):
|>
|> Terima kasih oleh-olehnya Mas Nu'aim. Bahkan saya rasakan, jauh lebih
|> nikmat daripada peuyeum Bandung. Jazakumullah khair.
|>
|> |Aku mati sebagai mineral dan menjelma tumbuhan,
|> |Aku mati sebagai tumbuhan dan terlahir binatang
|> |Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.
|> |Kenapa aku mesti takut ? Maut tak menyebabkanku berkurang !
|> |Namun, sekali lagi aku harus mati sebagai manusia,
|> |Dan melambung bersama malaikat ; dan bahkan setelah menjelma malaikat
|> |Aku harus mati lagi ; segalanya, kecuali Tuhan, akan lenyap sama sekali.
|> |Apabila telah kukorbankan jiwa malaikat ini,
|> |Aku akan menjelma menjadi sesuatu yang tak terpahami.
|> |O, biarlah diriku tak ada ! Sebab ketiadaan
|> |Menyanyikan nada-nada suci,"Kepada-Nya kita akan kembali."
|>
|> Puisi ini (karya Jalaluddin ar-Rumi) bila kita cerna lebih jelas
mempunyai
|> pesan sebagai berikut:
|>
|> + Bahwa perjalanan seorang menuju Allah (akan dan harus) mengalami
|> peningkatan jiwa. Dari Mineral (material), tumbuhan, binatang, manusia,
dst
|>
|> + Tingkatan Jiwa itu adalah sebagai berikut:
|> ---------------------------------
|> Robbaniyah Langit 4,5,6,7
|> ---------------------------------
|> Rahmaniyah Langit 3
|> ---------------------------------
|> Ruhaniyah Langit 2
|> ---------------------------------
|> Jasmaniyah (manusia) Langit 1
|> ---------------------------------
|> Hewan Bumi 1
|> ---------------------------------
|> Tumbuhan Bumi 2
|> ---------------------------------
|> Matrial (mineral) Bumi 3
|> ---------------------------------
|> Syaithan Bumi 4,5,6,7
|> ---------------------------------
|>
|> Langit 7 lapis, dan bumi 7 lapis (semisal)
|> Hal ini merupakan makna bathin dari ayat yang menjelaskan
|> Langit dan Bumi, seperti
|> QS 65:12 dikatakan, "Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan
|> semitsal itu pula bumi".
|>
|> Kebanyakan manusia, sekarang ini berada pada Bumi 1 - Bumi 7
|> Sangat sedikit sekali yang sudah memasuki Tingkatan Jiwa Langit.
|>
|> + Inilah yang dalam Al Qur'an diakatakan:
|> dan jiwa serta penyempurnaannya, (QS. 91:7)
|>
|> ... padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kamu
|> dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu
|> di kembalikan. (QS. 2:28)
|>
|> + Inilah maksud dari hadits yang mengatakan "Matilah kamu sebelum Mati".
|> Mati dari sebuah level jiwa dan hidup sebagai level jiwa yang lebih
tinggi.
|> dst, sampai menjadi hamba yang dekat dengan Allah (jauh lebih tinggi
|> dari malaikat pun).
|>
|> HANYA UNTUK WAWASAN
|>
|> + Konsepsi seperti ini adapula dalam ajaran agama Hindu, tapi sekarang
|> ini disalah mengertikan sebagai konsepsi : REINGKARNASI.
|>
|> + Konsepsi tingkatan Jiwa juga ada dalam agama Hindu, tetapi sekarang
|> ini disalah mengertikan sebagai tingkatan Sosial (kasta), yaitu:
|> 1. Brahmana -- Tingkatan Rabbaniyah
|> 2. Ksatria -- Tingkatan Rahmaniyah
|> 3. Weisya -- Tingkatan Ruhaniyah
|> 4. Sudra -- Tingkatan Jasamaniyah
|>
|> AIS, Ujungpandang
|>
|> ---------------------------------------------------------------------
|> Daftar Keanggotaa, e-mail (kosong) : [EMAIL PROTECTED]
|> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
|> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
|> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
|
|---------------------------------------------------------------------
|Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
|Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
|Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
|Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
|
|
|
|
|
|
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)