Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
TULISAN-TULISAN HAZRAT MIRZA GHULAM AHMAD SEHUBUNGAN DENGAN
BAI'AT....11)
BAI'AT DAN TAUBAT (III).......
Bertaubat dari dosa dan mendahulukan Allah Taala......
Dalam "bai'at" manusia melalui lidahnya mengikrarkan taubat dari
dosa. Akan tetapi ikrarnya tidak akan berarti apa-apa apabila
bukan keluar dari hati. Adalah suatu karunia yang besar dan
merupakan kebaikan dari Allah Taala, apabila taubat itu dilakukan
dengan hati yang jujur, maka Dia pun akan mengabulkannya
sebagaimana difirmankanNya:
"Ujiibu da'wataddaa'i idza da'aani"......(QS. Al-Baqarah ,
2:187).
Yakni, "Aku mengabulkan taubat orang yang bertaubat." Janji Allah
Taala ini merupakan pengesahan terhadap ikrar yang dilakukan
dengan hati yang jujur oleh orang-orang yang bertaubat. Jika dari
Allah Taala tidak ada jaminan semacam ini, maka diterimanya
taubat adalah perkara yang amat sulit.
Ikrar yang dilakukan dengan kejujuran hati, sebagai hasilnya
Allah Taalapun akan memenuhi janjiNya yang telah diberikanNya
terhadap orang-orang yang bertaubat. Dan pada saat itu didalam
hatinya mulai timbul suatu perwujudan nur. Tatkala manusai
mengikrarkan , "Aku akan menghindarkan diri dari segenap dosa dan
akan mendahulukan kepentingan agama dari dunia,"....maka itu
berarti : "Walaupun aku terpaksa memutuskan hubungan dengan
saudara-saudaraku, keluarga-keluarga dekatku dan segenap
sahabatku, namun aku akan lebih mendahulukan Allah Taala, serta
untukNya -lah aku melepaskan hubungan-hubunganku itu." Orang-
orang seperti inilah , yang atas mereka terdapat karunia Allah
Taala disebabkan taubat mereka yang dilakukan dengan kejujuran
hati.
Bertaubat dari dosa bukanlah suatu perkara yang kecil.........
Lalu, orang-orang yang berdoa dengan ketulusan hati, Allah
Taalapun mengasihi mereka . Sebagaimana Allah Taala itu merupakan
"Khaaliq" (Pencipta) bagi langit , bumi dan segenap yang ada
diantaranya, demikian pula Dia juga merupakan "Khaaliq" bagi
"taubat". Dan seandainya memang Dia tidak mengabulkan taubat,
tentu Dia tidak akan menciptakannya.
Bertaubat dari perbuatan dosa bukanlah perkara kecil. Orang yang
bertaubat dengan hati yang sungguh-sungguh, ia akan memperoleh
anugerah besar dari Allah Taala. Kedudukan-kedudukan sebagai
"awliyaa", "quthb" dan "ghaos" akan diraih oleh manusia itu,
disebabkan mereka adalah orang-orang yang telah bertaubat dan
memiliki hubungan suci dengan Allah Taala. Untuk itu sama sekali
bukanlah karena mereka mahir dalam bidang mantik , falsafah, dan
ilmu-ilmu lahiriah lainnya melainkan karena orang yang tawakkal
kepada Allah Taala adalah termasuk di antara hamba-hamba yang
dikasihi oleh Allah Taala.
Beriman yang disertai dengan persyaratan.....
Sekali-kali janganlah kalian menrima agama itu dengan persyaratan
bahwa: "Karenanya aku akan menjadi kaya raya , aku akan mendapat
kedudukan ini dan itu.". Ingatlah, Allah tidak menyukai orang-
orang yang beriman dengan mengajukan persyaratan. Adakalanya
kebijaksanaan Ilahi itu sedemikian rupa bahwa manusia di dunia
ini tidak berhasil mencapai cita-citanya. Bahkan seringkali
terjadi berbagai macam kesengsaraan , bala-musibah, wabah
penyakit, dan kegagalan-kegagalan. Akan tetapi hendaknya
janganlah kalian gentar terhadap hal-hal tersebut. Maut itu akan
mendatangi setiap orang. Apakah kalian seorang raja, akan
terhindar dari maut? Didalam kemiskinan juga ada kematian, dan
dalam kondisi sebagai rajapun terhadap kematian. Oleh karena itu
orang-orang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh hendaknya
janganlah mencampur-adukkan iradah dan keimanannya dengan
keinginan-keinginan duniawi.
Allah Taala tidak menyia-nyiakan hamba-hambaNya.....
Bukanlah sama sekali menjadi "sunatullah" atau kebiasaan dari
Allah Taala membinasakan atau mengalahkan serta memberikan
kematian yang hina terhadap orang-orang yang telah menjatuhkan
diri dengan penuh "penghambaan" di hadapanNya. Barangsiapa yang
kepadaNya, Dia sekali-kali tidak akan menyia-nyiakanya. Semenjak
dunia ini diciptakan, tidak ada ditemukan satu contohpun
seseorang yang memiliki hubungan yang benar dengan Allah Taala,
kemudian orang itu mendapat kegagalan.
Allah Taala menginginkan dari hamba-hambaNya supaya mereka tidak
mengemukakan keinginan-keingin nafsunya dihadapan Allah, tetapi
secara murni hendaklah tunduk kepadaNya. Orang yang tunduk kepada
Allah seperti itu tidak akan memperoleh kesengsaraan apapun. Dan
dalam setiap kesulitan, dengan sendirinya Allah akan membukakan
jalan baginya, sebagaimana Dia sendiri memfirmankannya:
".....waman yattaqillaha yaj 'allahu mukhraja
..........wayardzuqhuu min haitsu laa yahtasibu".... Barang siapa
yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya
jalan keluar.....Dan memberinya rezki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya.......(QS. Ath-Thaalaq, 65:2, 3).
Disini yang dimaksudkan dengan "rezeki" bukan hanya makakan dan
benda-benda materi semata-mata, melainkan melputi kehormatan,
ilmu, dan semua keperluan manusia termasuk didalamnya. Seseorang
yang menjalin hubungan dengan Allah Taala, sekali-kali tidaklah
Allah menyia-nyiakan amal perbuatannya walaupun sebesar
zarrahpun.
" Man ya'mal mitsqala dzarrati khairaa yyarahuu".....Barang siapa
berbuat kebaikan sebesar zarrah sekalipun niscaya ia akan
menyaksikannya.....(QS. Al-Zalzalah, 99:7).
Dinegeri kita, Hindustan ini kehormatan yang diberikan kepada
Nizamuddin sahib dan Quthbuddin Sahib "auwaliya'ullaah" , adalah
karena mereka mempunyai hubungan yang sejati dengan Allah Taala.
Jika hal itu tidak ada , maka seperti segenap manusia lainnya
merekapun akan membajak sawah, mengerjakan pekerjaan pekerjaan
biasa......namun karena hubungan sejati dengan Allah Taala tanah
kuburan merekapun dihormati oleh orang-orang.
....(Malfuzhat, Add. Nazir Ishaat, London, 1984, jilid V, halaman
187-193).
bersambung.....
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)