Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum Wr.Wb

lanjutan.............

GURU SUFI (2)

Pengaruh Syaikh tidak hanya langgeng tapi juga cahayanya di
mana-mana. Meskipun berbeda sebagai suatu pribadi kerohanian, ia
secara batin menyerupai cahaya yang menyinari tanah dan laut dan
menerangi segala hal bagi murid yang terpaut dekat dengannya.
Adanya cahaya ini yang menyinari hati murid dan mengubahnya dari
sesuatu yang mudah busuk dan rusah menjadi hakekat yang tak
mengenal busuk dan kekal. Adalah pengaruh kerohanian Syaikh yang
merubah yang fana dan sesaat menjadi yang kekal dan yang abadi.

Tak setiap orang yang mengaku sebagai seorang guru sufi memiliki
semua persyaratan yang membuatnya menjadi Guru Sempurna. Tak
hanya murid yang harus mencari seorang guru, tapi baginya juga
harus jelas bahwa Syaikh atau Mursyid kepada siapa ia mengabdikan
diri adalah petunjuk yang berpengalaman yang dapat membimbing
melalui karang-karang curam yang berbahaya di Jalan itu menuju
tujuan akhir pelaksanaan. Sebaliknya di situ terdapat bahaya
penyimpangan terhadap yang paling terpuji di dalam diri manusia.
Dengan seorang petunjuk yang tidak ahli, sebaliknya seseorang
tidak mendaki gunung melainkan tetap saja di lerengnya di mana
suatu kejatuhan akan manjadi begitu fatal.

Syaikh harus memiliki kaitan jelas dan lazim dengan rantai
pentahbisan dan pelaksanaan kebenaran-kebenaran dari Jalan itu.
Lebih dari itu, ia harus terpilih dari atas untuk melakukan
peranan memberi petunjuk yang lain. Juga di antara mereka yang
telah mengalami kemajuan di jalan itu, tak semua memiliki
persyaratan menjadi seorang guru. Guru dipilih melalui tangan
Rahmat Tuhan buat memberi manusia petunjuk. Ia tak boleh mengaku
menjalankan peran ini atau kehendaknya sendiri saja. Jika ia
ingin menjadi guru yang tepat maka ia harus mengetahui
detail-detail dan kesulitan-kesulitan dari Jalan itu dan juga
mengetahui dasar-dasar jiwa dan kejiwaan muridnya yang ia beri
petunjuk. Tidak hanya hadirnya Syaikh yang sempurna yang perlu
tapi juga ia harus menjadi persyaratan cukup untuk memberi
petunjuk seorang murid tertentu. Tidak setiap Syaikh adalah guru
bagi setiap murid. Murid harus mencari dan mendapatkan guru yang
menundukkan jiwanya dan menguasainya sebagai elang atau rajawali
mencengkeram seekor burung gereja di angkasa.

Menerima petunjuk pentahbisan dari seorang yang bukan Guru
Sempurna adalah sangat berbahaya, karena hal itu bisa benar-benar
merusak kemungkinan pelaksanaan kerohanian dan juga membuka jiwa
terhadap pengaruh-pengaruh setan. Potensialitas pertumbuhan ada
di dalam diri manusia, namun jika ia tidak diaktualisir secara
benar, ia akan menjadi rusak dan seperti benih yang rusak ia
takkan mamapu tumbuh menjadi sebatang pohon.

Mengenai guru, dalam arti seseorang yang telah ditahbiskan dan
diikuti, adalah seorang yang memiliki kekuasaan mentahbiskan
(walayah) yang berpengaruh pada orang lain dalam mencapai
tingkatan kesempurnaan bagi yang belum sempurna dan yang telah
melihat jenis-jenis kemampuan yang berbeda dan jalan-jalan dari
murid-murid yang sedang diberi petunjuk dan dilatih. Pribadi
seperi itu bisa seorang penempuh jalan yang memperoleh Karunia
Tuhan (salik-I majdhub), yang mula-mula menjelajahi gurun-gurun
dan karang-karang curam nafsu lahir dengan menempuh jalan (suluk)
, dan kemudian dengan pertolongan Tuhan pulang kembali dari
martabat hati dan kenaikan jiwa, dan telah mencapai alam
penglihatan dan kepastian dan menjalani tahapan perenungan dan
pengujian. Atau ia adalah seorang tertawan oleh Karunia Tuhan
yang menempuh jalan yang menempuh jalan (majdhub-I salik) karena
mendapat pertolongan Tuhan lalu tertarik menjelajahi maqam-maqam
yang banyak dan telah mencapai alam penglihatan dan menyaksikan
hakekat-hakekat Tuhan dengan melakukan perenungan di dalam bentuk
pengetahuan.

Tingkatan hidup seorang petunjuk kerohanian patut diteladani
dimana dua macam orang seperti ini sudah pasti termasuk. Mengenai
pejalan (salik) yang tidak matang, yang masih belum mampu
melepaskan diri dar rintangan-rintangan pergumulan dan ikhtiar
kerohanian, atau pribadi yang belum siap tertawan oleh Karunia
Tuhan (majdhub) yang belum menyadari kesulitan-kesulitan dalam
menempuh jalan atau belum mengenal hakekat-hakekat dari
maqam-maqam dan tahapan-tahapan dan perangkap-perangkap serta
lorong-lorong berbahaya dari Jalan, mereka itu belum memiliki hak
menduduki maqam dan tingkatan Guru Rohani; wewenang mentahbis
untuk mempengaruhi kemampuan rohani orang yang ahli dan melatih
murid kepada mereka. Penaklukan apapun yang mereka lakukan atas
jiwa orang-orang lebih bersifat mudarat daripada bermanfaat.

Kehidupan murid dan potensialitas kesempurnaan rohani pada
dirinya bisa diumpamakan dengan sebutir telur di mana terkandung
potensialitas menjadi seekor burung. Jika telur itu memiliki
kemampuan menerima kekuatan dan pengaruh yang terbawa di dalam
kehendak ruhani (himmat) si burung atau guru, jika ia bisa
mendapatkan jaminan dari seekor burung yang dewasa yang di dalam
dirinya terdapat tenaga melahirkan anak dan kekuatan mengerami si
telur hingga bisa teraktualisir, dan akhirnya jika selama satu
masa pengaruh kehidupan dan watak kerohanian yang berhubungan
dengan kemampuan keburungannya menetaskan telur itu, maka
akhirnya ia tidak akan tinggal dalam bentuknya sebagai sebutir
telur.

Ia akan diberi pakaian dalam bentuk seekor burung dan membuatnya
mencapai kesempurnaan dari kemampuan-kemampuannya. Dan jika telur
diletakkan di bawah seekor burung hena yang tidak memiliki
kekuatan terbang dan masih belum mencapai tingkat kedewasaan dan
kekuatan menjadikan telur itu menetas, dan ini acap kali terjadi,
potensialitas kemampuan terpendam menjadi seekor burung hancur
oleh karenanya dan selanjutnya tidak akan ada jalan mengembalikan
telur ke keadaan aslinya.

Berambung...........

Wassalamu'alaikum Wr.Wb


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)



Kirim email ke