Assalamualaikum wbt,
Adakah wajar kita membuat perbandingan dan mempersoalkan kemuliaan
antara nabi dan rasul?
Pendapat saya, saudara boleh saja membicarakan hal perbandingan ini
dengan orang-orang kristian. Itu pun perbandingan antara Rasullullah
saw VS Jesus. Bukannya Rasullullah VS Isa al-Masih. Kerana Isa
al-Masih adalah seorang nabi, Jesus pula adalah anak tuhan(Kristian).
Ianya berbeza.
Sekian, wassalam.
---Nadri Saadudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> NABI MUHAMMAD SAW MEMANG LEBIH MULIA DARI NABI ISA A.S.
>
> Bismillahirrahmanirrahim
> Assalamu'alaikum wr.wb.
>
> Nabi Isa as dan Nabi Muhammad SAW........
> Mukjizat Nabi Isa.............
> Menghidupkan orang mati.....
>
> Adanya perbedaan dalam hal kelahiran dan mukjizat yang diberikan
Allah
> terhadap Nabi Isa dan Muhammad SAW nampaknya telah digunakan pula
oleh
> Misionaris-Misionaris Kristen untuk membuktikan ketinggian
dan
> kemuliaan Nabi Isa dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW . Mereka
telah
> menggunakan keyakinan dan pandangan umat Islam yang mayoritas
ini
> terhadap Isa Al-Masih sebagai bahan dakwahnya untuk
menunjukkan
> ketuhanan Nabi Isa a.s. sekali gus membuktikan pula betapa Nabi Isa
itu
> lebih mulia dari Muhammad SAW. Tanpa segan-segan merekapun
mengutip
> beberapa ayat Al-Qur'an yang mereka tafsirkan sendiri dimana
Isa
> digambarkan sebagai Nabi yang paling mulia, paling suci diantara
para
> Utusan Allah kepada seluruh manusia.
>
> Pada umumnya umat Islam yang kembali kita pinjam istilah dari
Bung
> Laurel Heiydir sebagai kelompok mayoritas MAINSTREAM
ISLAM,
> mempercayai bahwa Nabi Isa bisa menghidupkan orang telah mati dan
itu
> merupakan mukjizat satu-satunya yang diberikan kepada salah
seorang
> Nabi yang diutus oleh Allah Ta'ala. Keyakinan orang-orang Islam
akan
> mukjizat Nabi Isa ini telah dijadikan pula sebagai senjata ampuh
bagi
> mereka untuk memukul umat Islam, dimana yang bisa menghidupkan
orang
> mati itu hanyalah Allah semata-mata dan ini adalah merupakan bukti
yang
> tidak terbantah lagi bahwa Isa sendiri adalah Allah, karena ia
bisa
> menghidupkan orang yang telah mati. Ini adalah merupakan
iman
> Kristiani dari segala sekte yang mengangap Isa adalah Allah
yang
> menjelma menjadi manusia untuk menebus dosa Adam dan semua
turunannya.
> Dengan mempercayai Isa sebagai Allah , tidak ada penghalang lagi
bagi
> seseorang untuk meninggalkan Islam dan selanjutnya bergabung
dengan
> Kristen. Bagaimana jawaban kita terhadap masalah ini?
>
> Adalah sebuah golongan minoritas Muslim yang dikatakan oleh
Mainstream
> Islam sebagai Sempalan Islam memberikan jalan keluar untuk
pemecahan
> masalah ini dalam menghadapi serangan orang-orang Kristen itu.
Pertama-
> tama tentu saja kita harus mencari dalil-dalil yang menunjukkan
bahwa
> Isa itu memang "bisa menghidupkan orang mati" baik dalam
Al-Qur'an
> ataupun dalam Bibel sendiri. Kalaupun ada ayat-ayat Al-Qur'an
yang
> menjelaskan secara implisit adanya mukjizat demikian , kita harus
lagi
> memperbandingkannya dengan ayat-ayat yang lain sehingga mukjizat
tsb
> tidak mungkin sama sekali hanya dimiliki oleh Nabi Isa sendiri.
Kalau
> perlu kita juga bisa mengetengahkan contoh Nabi yang lain bahkan
Nabi
> Muhammadpun mempunyai mukjizat itu. Kalau kita telah memahami
sampai
> demikian tentu saja alasan mereka mempertuhan Isa bisa saja
akan
> menempatkan Muhammad SAW juga sebagai Tuhan yang sudah barang
tentu
> tidak bisa mereka terima dengan sendirinya.
>
> Benarkah Nabi Isa bisa menghidupkan orang mati? Inilah yang perlu
kita
> selidiki lebih dahulu, apalagi ini juga menyangkut keimanan
dan
> kepercayaan sebahagian besar Umat Islam yang disebut Mainstream
Muslim
> itu. Sungguh merupakan suatu peluang yang besar bagi orang-orang
Islam
> untuk memasuki Kristen apabila mereka berkeyakinan Nabi Isa
itu
> memiliki kedudukan yang lebih tinggi dan mulia dari Nabi Muhammad
dan
> memandang Nabi Isa mempunyai sifat-sifat seperti Tuhan
seakan-akan
> betul-betul Tuhan itu sendiri. Dan untuk itu marilah kita lihat
ayat-
> ayat Al-Qur'an berikut ini sehubungan dengan mukjizat Nabi Isa
yang
> disangka oleh sebahagian besar Mainstream Islam itu.
>
> 1. "Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamunya tadinya mati,
lalu
> Allah menghidupkan kamu , kemudian kamu dimatikan dan
dihidupkannya
> kemabli, kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan?"......... (QS:
Al-
> Baqarah ayat 28).
>
> 2. ........dst.... Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari
mereka
> dibangkitkan"......(QS: Al-Mu'minuun ayat 100).
>
> 3. "Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab '
Kalau
> sekiranya aku dapat kembali (kedunia) niscaya aku akan termasuk
orang
> yang berbuat ' "........(QS: Az-Zumar 58).
>
> 4. "Mereka menjawab: 'Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami
dua
> kali, dan telah menghidupkan kami dua kali (pula).......dst.....(QS:
Al-
> Mu'min ayat 11).
>
> Dari empat ayat Al-Qur'an yang kami ketengahkan diatas bisa
kita
> simpulkan sbb:
>
> Proses kehidupan manusia semenjak dahulu sampai saat ini, tanpa
ada
> yang dikecualikan selalu dimulai dengan kematian (tidak ada),
lalu
> dihidupkan oleh Allah, kemudian dimatikan lagi, selanjutnya
dihidupkan
> lagi pada saat berbangkit dihari kiamat nanti. Dua kehidupan dan
dua
> kematian senatiasa dialami manusia sepanjang phase sejarah manusia
itu.
> Bagi kita yang masih hidup ini telah kita lalui dua phase menyusul
dua
> phase lagi yang akan kita jalani. Bagi yang sudah mendahului
kita
> mereka hanya menunggu satu phase lagi yaitu kehidupan waktu
berbangkit
> dihari kiamat nanti. Pada phase ketiga tidak ada phase yang lain
selain
> phase yang menuju phase keempat yakni kebangkitan itu. Antara
phase
> ketiga dan keempat itu dibatasi oleh suatu dinding yang disebut
barzah
> sampai saat berbangkit nanti.
>
> Jadi kalau seandainya ada orang yang telah mati dihidupkan oleh
Nabi
> Isa, tentulah berlawan dengan ayat-ayat Al-Qur'an diatas. Sesudah
phase
> ketiga dia hidup lagi, kemudian tentu saja mati lagi sampai
saat
> berbangkit nanti. Ini merupakan pengecualian dari hukum Tuhan
dimana
> proses kematian dan kehidupan masing dilalui tiga phase.
Pengecualian
> ini sama sekali tidak dijelaskan oleh Allah dan hal ini
berlawanan
> dengan Sunnatullah yang Allah ciptakan sendiri dan juga melawan
Firman-
> Firman-Nya dalam Al-Qur'an yang sama sekali tidak membenarkan hal
itu
> terjadi. Dengan kesimpulan ini kita tidak membenarkan adanya
jenazah
> yang dihidupkan kembali oleh Nabi Isa sehingga kalau ada ayat-ayat
yang
> mengarah kesana kita harus menafsirkan secara kiasan yakni
kehidupan
> rohani bukan jasmani.
>
> Nampaknya yang diyakini oleh sebahagian umat Islam sebagai
adanya
> mukjizat Nabi Isa yang bisa menghidupkan orang mati itu adalah:
>
> ............dst...................... dan aku menghidupkan orang
mati
> dengan seizin Allah.........dst...(QS : Ali Imran ayat 49).
>
> Pada ayat lain bisa juga kita baca sbb:
>
> Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan
seruan
> Rasul, apabila menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan
kepada
> kamu...... dst....... (QS: Al-Anfal ayat 24).
>
> Memperbandingkan diantara kedua ayat ini jelaslah bahwa kehidupan
yang
> dimaksud disini adalah pengertian secara rohani. Hal ini bisa
kita
> lihat pada QS : Al-Anfal ayat 24 ini. Yang diseru oleh Allah dan
Rasul
> adalah orang-orang yang hidup untuk diberikan suatu kehidupan
.....
> Kehidupan apa yang dimaksud, kalau bukan kehidupan rohani
yang
> diberikan kepada orang-orang yang rohaninya mati? Hal ini bisa
dilihat
> kepada Junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang juga
bisa
> menghidupkan rohani orang-orang ketika beliau masih hidup.
Siapa
> diantara kita yang tidak mengenal Umar ibnu Khattab, seorang
pemuka
> Quraisy yang paling berani dan garang dizaman pra Islam itu?
Betapa
> murkanya dia mendengar pendakwaan Nabi Muhammad SAW sebagai
seorang
> Nabi yang dibangkitkan untuk semua manusia. Dengan pedang terhunus
dia
> mencari Muhammad SAW sekaligus berniat hendak membunuhnya. Tetapi
apa
> yang terjadi setelah beliau menemui Rasulullah SAW? Hati yang
keras
> sekeras baja itu luluh lantak bila berhadapan dengan Muhammad
SAW.
> Pedangnya jatuh kelantai... dan beliau tersungkur memeluk
kaki
> Rasulullah SAW dan saat itu juga beliau menyatakan diri sebagai
orang
> Islam dan pengikut Rasulullah yang setia sampai akhir
hayatnya.
> Pengaruh hebat dari Rasulullah SAW betul-betul menghidupkan jiwa
Umar
> yang mati sebagi penantang Rasulullah SAW menjadi sahabat
yang
> mencintai Nabi dan Islam yang tidak ada duanya dalam sejarah.
>
> Contoh yang lain juga terjadi dimasa hidup Rasulullah SAW.
Siapa
> diantara kita yang tidak kenal Khalid ibnu Walid seorang Jendral
dan
> Panglima Islam yang gagah perkasa. Pada waktu perang Badar yang
yang
> terkenal itu beliau berdiri dibarisan Kafir Quraish dibawah
pimpinan
> Abu Lahab dan Abu Sufyan itu. Pengaruh apa yang menyebabakan
beliau
> pada perang Uhud telah berada dipihak Rasulullah SAW, kalau
bukan
> karena Rasulullah SAW yang telah menghidupkan rohaninya yang telah
mati
> itu dengan kehidupan Islam sesungguhnya? Betapa hebatnya
beliau
> dibandingkan dengan Isa yang cuma bisa menghidupkan rohani
rakyat-
> rakyat jelata seperti tukang pungut cukai dan tukang jala ikan?
Yang
> dihidupkan Rasulullah sesungguhnya adalah pemuka-pemuka masyarakat
yang
> mendampingi Rasulullah selama hidupnya. Berbeda dengan Isa sendiri
yang
> kedua belas muridnya yang telah dihidupkan rohani nya itu tidak
satupun
> yang membelanya ketika ia disalib di Bukit Golgota itu. Bahkan
salah
> seorang muridnya begitu tega menjual Gurunya seharga tigapuluh
keping
> mata uang perak. Rohani yang dihidupkan Isa pun nampaknya mati
lagi
> kepada murid-muridnya.
>
> Mukjizat Nabi Isa...
> Membuat burung-burung dari tanah......
> Menyembuhkan penyakit kusta, orang tuli dan buta menurut
> Al-Qur'an..................
>
> Apa pula yang dikatakan Bibel sehubungan dengan mukjizat Nabi
Isa
> menghidupkan orang mati dan menyembuhkan penyakit kusta, pekak dan
buta
> ini? Dalam Perjanjian Baru, Matius 13:15 bisa dibaca sbb:
>
> " Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat
mendengar
> dan matanya melekat tertutup, supaya mereka melihat dengan matanya
dan
> mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya lalu
berbalik
> sehingga aku "menyembuhkan" mereka."
>
> Kalau kita melihat ayat ini secara utuh untuk mengambil pengertian
yang
> jelas maka penyembuhan yang dilakukan Yesus adalah penyembuhan
secara
> rohani yang berkaitan dengan keimanan seseorang kepada
beliau.
> Sedikitpun kita tidak melihat apa yang dilakukan Yesus menurut
ayat
> diatas berkaitan dengan penyembuhan jasmani, penghidupan jenazah
orang
> mati, membuat orang tuli mendengar, orang buta melihat yang
kesemuanya
> dipahamkan bukan secara kiasan.
>
> Yesus juga memerintahkan kepada dua belas orang muridnya
untuk
> membangkitkan "orang-orang mati". Sehingga yang mendapat kuasa
untuk
> menghidupkan orang mati bukan hanya Yesus seorang, tetapi
murid-
> muridnya juga diberikannya kuasa untuk itu.
>
> "Sembuhkanlah orang sakit, bangkitkanlah orang mati, tahirkanlah
orang
> kusta, usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan
cuma-cuma,
> karena itu berikan pula dengan cuma-cuma".....(Matius 10: 8).
>
> Kalau ditanyakan kepada orang-orang Kristen sekarang ini
bagaimana
> mereka memahamkan ayat diatas, tentu saja mereka akan menjawab
bahwa
> apa yang dikatakan Yesus itu mempunyai "makna kiasan" bukan makna
yang
> harfiah. Yesus telah membuat banyak perumpamaan dalam setiap
ucapannya
> tetapi sayang sekali orang-orang Kristen sekarang tidak
memahamkan
> sebagaimana Yesus maksudkan. Ayat yang menyebutkan bahwa
Yesus
> "membangkitkan orang mati" umumnya telah ditafsirkan oleh
orang-orang
>
=== message truncated ===
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)