Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Membaca milis tentang "BAGAIMANAKAH MENURUT PENDAPAT ANDA ? menurut saya
sudah menjurus kepada
 "Siapa yang benar dan siapa yang salah" 
"Aku yang benar engkau yang salah"
Saya yakin bahwa milis ini ditujukan untuk media bagi orang-orang yang
ingin menambah wawasan keilmuan dengan diskusi dan saling tukar pikiran.
Hal ini sangat positif karena kita tahu bahwa Islam di Indonesia
khususnya sampai detik sekarang sangat dijejali dengan penajaman
perbedaan pandangan dan pendapat. Mulai dari masyarakat awam sampai
masyarakat intelektual tak ketinggalan untuk "terpengaruh" atau
"mempengaruhi" proses penajaman perbedaan ini.
Kutipan Hadits" Sesama orang muslim bersaudara" sudah kenyang kita
mendengarnya. Tapi apakah hal itu ter-realisasi dalam kehidupan beragama
sehari-hari ? Kebanyakan aplikasi dari Hadits tersebut hanya
ter-realisasi untuk "golongannya saja" tapi tidak untuk golongan yang
lain, seolah kalau bukan termasuk golongannya bukanlah umat islam yang
akan diterima oleh Allah SWT. 
Sekian puluh tahun dimasyarakat hal ini berkembang, tidakkah kita
sekarang orang-orang yang katanya punya intelektualitas yang tinggi
masih ingin ikut-ikutan seperti itu ? Saya yakin milis ini akan sangat
bermanfaat untuk meng-akomodir kebersamaan umat Islam agar kita tidak
mengalami stagnasi keilmuan, memperluas jendela wawasan berfikir, dan
menambah kematangan iman kita.
Dilingkungan dimana kita hidup bermasyarakat, di rumah, di tempat kerja,
di mana saja kita berada, selalu kita temui perbedaan pendapat atau
pandangan dalam hal keseharian. Adanya anjuran "musyawarah " di dalam Al
Qur'an dan Hadits menggambarkan bahwa masing-masing manusia mempunyai
pendapat masing-masing. Dan peng-akomodir-an pendapat ini dengan media
musyawarah.
Saya bisa memahami keseriusan dan kegigihan Sdr. Nadri Saadudin
menjelaskan tentang Nabi Isa "sudah wafat atau masih hidup","lebih mulia
Nabi Isa dibanding Nabi Muhammad saw" dsb, tetapi menurut saya, anda
didalam arena diskusi ini memaksakan atau membawa-bawa golongan tertentu
(Ahmadiyah). 
Kesannya anda bukan mau musyawarah malah memaksakan pendapat anda
(golongan anda) pada forum ini yang notabene berasal dari berbagai macam
lingkungan dan latarbelakang. Sementara itu forum yang sudah merasa ada
indikasi-indikasi tertentu di dalam bahasan tersebut mencoba untuk
menangkis "serangan' tersebut dengan berbagai argumen. Akhirnya yang
muncul adalah "saling menyalahkan". 
Saya mengajak kepada semua anggota agar benar-benar menggunakan media
milis ini untuk hal-hal yang positif. Milis tasawuf ini sebagai media
untuk peningkatan iman dalam rangka "pembersihan hati", tapi kalau dalam
proses tersebut kita umat Islam yang bersaudara ini  "saling mengotori
hati", alangkah sayangnya.
Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang yang lapang di dalam berfikir.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

--Hedi Budiman


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke