Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalaamu'alaikum w.w.

Terima kasih mas Bimo atas postingnya tentang entry "religion". Agaknya anda, seperti 
pak Sunarman, memaksa saya untuk belajar lebih tekun. Ha..ha..ha...thanks a lot, 
anyway.

Saya sudah baca posting anda perlahan-lahan. 

Saya ingin mengomentari beberapa hal:

a. Sebagian besar dari mereka yang pendapatnya tercantum dalam entry tersebut adalah 
kaum ilmuwan, intelektual, filosof dan seniman barat yang hidup pada seputar abad ke 
19. Pada masa tersebut dunia barat sedang disibukkan oleh berbagai idea-idea besar 
yang sampai sekarang masih terasa akibatnya. Misal, revolusi industri, komunisme, 
modernitas, ekonomi, teori evolusi dan lain-lain. Hampir seluruh tema memainkan 
peranan dalam mereduksi peran agama (dan Tuhan) dalam kehidupan manusia. Saya ambil 
contoh, revolusi industri membuka mata dunia barat bahwa alam ini dapat ditundukkan 
untuk kepentingan manusia dengan istilah tehnologi. Dan atas nama kemakmuran umat maka 
diciptakan berbagai industri dengan segala atribut-atribut ekonomisnya (misal, efektif 
dan efisiensi).Diakui pula bahwa akal manusia akan dapat menjawab berbagai persoalan 
dan tantangan hidup. Jika demikian, tidak ada peran Tuhan dalam pengaturan alam raya. 
Yang ada adalah bagaimana para ilmuwan dapat memeras akalnya untuk memecahkan misteri 
alam untuk ditundukkan menjadi tehnologi yang dapat memuaskan kebutuhan manusia.

Tak heran jika pendapat-pendapat yang ada dalam entry tersebut memiliki kecenderungan 
untuk mereduksi peran agama. Misal, Karl Marx yang mengganggap agama sebagai alat 
untuk kepentingan politk klas tertentu. Ada pula yang menganggap agama sebagai 
perilaku mekanis . Ada yang menganggap agama sebagai jawaban atas kebodohan manusia. 
Dan sebagainya.

Semua itu, jika dikategorikan akan sejalan dengan ringkasan mengenai alasan manusia 
beragama, yaitu karena takut, tidak menemukan jawaban atas realitas dan ingin 
keteraturan. Bagi mereka, alasan tersebut tidak logic, karena akal manusia dengan alat 
tehnologi akan memberikan jawabannya.

Saya ambil contoh pendapat Oscar Wilde (1854 - 1900) : "Religions die when they are 
proved to be true. Science is the record of dead religions"

b. Seandainya sebagian besar tokoh tersebut diberi kesempatan untuk hidup hingga akhir 
abad ini, Insya Allah, pandangan mereka akan bergeser. Mereka dapat melihat berbagai 
akibat tehnologi bom atom, nuklir, industri, mekanisasi, moralitas baru dan sebagainya 
itu pada kehidupan manusia, baik lingkungan fisik maupun moral.

Alangkah lebih seimbangnya jika entry tersebut dilengkapi dengan berbagai pendapat 
kolega mereka dari dunia barat yang hidup hingga abad ke 20 ini. Misal, Albert 
Einstein, Alexis Carell, Erich Fromm. Atau, yang dari timur, seperti, Iqbal, Ziauddin 
Sardar, Fazlur Rahman, atau yang Syiah sekalian, Thaba'thaba'i, Murtadha Muthahari.

Kesimpulan saya, entry yang anda ambil dari "Microsoft Bookshelf 1995" adalah 
tendensius. Pendapat-pendapat tersebut tidak berusaha menjelaskan pengertian agama 
dalam arti yang basic. Pendapat mereka hanya mengutarakan gejala-gejala orang beragama 
bukan agama itu sendiri.Oleh karenanya, anda benar bahwa pendapat mereka jujur, hanya 
saja harus dilihat dari kacamata paradigma dunia mereka sendiri.


Wassalaamu'alaikum w.w.
Jaret Imani


Get your FREE Email at http://mailcity.lycos.com
Get your PERSONALIZED START PAGE at http://personal.lycos.com

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke