Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
ALAMI, AKHLAKI DAN ROHANI......VII)
SIFAT THABI'I, AKHLAKI DAN ROHANI PERBAIKANNYA...
Dalam tulisan-tulisan terdahulu dijelaskan ada tiga tingkatan
keadaan manusia dengan tiga tingkat perbaikan atau ishlah dalam
usaha kita untuk mencapai derajat tertinggi yakni keadaan rohani
dengan nafsu muthmainnah sebagai puncaknya. Ketiga perbaikan itu
didasarkan kepada Kitab Suci Al-Qur'an, dimana dimana perbaikan-
perbaikan yang berkaitan dengan keadaan-keadaan thabi'i (alami),
tingkatan paling rendah yang merupakan salah satu diantara tiga
perbaikan itu, kita jadikan sebagai titik tolak menuju tingkat-
tingkat berikutnya.
Berbicara mengenai akhlak yang berkaitan erat dengan tingkat kedua
dan tingkat ketiga, hendaklah kita memaklumi akan dua buah kata
yang kedengarannya mempunyai arti yang sama tetapi sesungguhnya
mempunyai penerapan yang lain. Kata yang pertama adalah "khalq"
dengan tanda "fatah" diatas huruf "kha" adalah istilah untuk
menunjukkan "penciptaan dan kelahiran" yang sifatnya lahiriyah
atau kelahiran fisik. Sedangkan kata kedua "khulq" dengan tanda
"dammah" diatas huruf "kha" adalah suatu konotasi yang
menunjukkan penciptaan dan kelahiran yang sifatnya batiniah.
Dikarenakan penciptaan kelahiran batiniah baru akan mencapai
kesempurnaan hanya melalui perkembangan akhlak maka itulah
sebabnya maka istilah "khulq" yang diterapkan untuk akhlak.
Umumnya orang menganggap bahwa "khulq" hanya sebatas pengertian
kelemah-lembutan, kehalusan dan kerendahan hati saja. Padahal
dengan adanya perkembangan fisik dan jasmani manusia maka segala
bentuk kelebihan dan kekuatan manusiawi yang telah ditanamkan
dalam batin, kesemuanya itu juga dinamakan khulq. Misalnya apabila
seseorang menangis maka air matanya akan keluar, seiring dengan
itu didalam hatinya akan timbul rasa haru. Apabila menangis dan
perasaan haru ini digunakan pada pada waktu dan tempatnya serta
dengan pertimbangan akal yang juga merupakan anugerah Tuhan itu
maka ia akan menjadi suatu "khulq" juga.
Begitu juga apabila manusia melawan musuhnya dengan tangannya dan
sejalan dengan tindakannya itu, dalam didalam hatinya timbul suatu
kekuatan pendorong yang disebut "keberanian" yang memotivasi buat
dia untuk berbuat dan melakukan suatu tindakan, maka "keberanian"
ini juga bisa disebut "khulq". Masih dengan kekuatan tangannya
juga ia ingin menyelamatkan orang yang teraniaya dari orang-orang
yang menzaliminya. Atau dengan tindakannya memberikan sesuatu
kepada orang miskin yang tidak punya dan orang-orang yang
kelaparan dengan tujuan untuk semata-mata mengkhidmati manusia dan
sejalan juga dengan tindakannya itu maka dalam hatinya timbul
suatu kekuatan pendorong yang disebut "kasih sayang".
Masih saja dengan kekuatan tangannya, manusia memberikan dan
menjatuhkan suatu hukuman kepada orang zalim dan berbuat salah
maka seiring dengan itu dalam hatinya timbul suatu kekuatan
pendorong yang disebut "pembalasan". Adakalanya pula manusia itu
tak ingin membalas serangan orang lain yang ditimpakan kepadanya
dan membiarkan saja perbuatan zalim itu, seiring dengan itu dalam
hatinya terdapat suatu kekuatan yang disebut "maaf dan sabar". Dan
tidak jarang kita jumpai orang-orang yang membantu sesamanya
dengan membelanjakan harta bendanya tanpa pamrih demi untuk
kesejahteraan mereka, maka sejalan dengan perbuatannya itu
terdapat dlam hatinya suatu kekuatan lagi yang disebut dengan
"kedermawanan". Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain
dimana manusia itu menggunakan semua kekutan yang ada padanya. Dan
apabila penggunaan dan penerapannya dengan pertimbangan akal dan
sesuai pula dengan tempat dan keadaan, maka pada waktu itulah
kekuatan-kekuatan tersebut dinamakan "khulq" (akhlak).
Dalam al-Qur'anul Karim, Allah Swt berfirman kepada Junjungan kita
Muhammad SAW.
"...Innaka la'alakhulqin 'adhiim"...Sesungguhnya engkau menempati
akhlak yang agung....(QS. 68:4).
Jadi sesuai dengan penjelasan dan contoh-contoh diatas maka:
"Segala macam akhlak yang meliputi kedermawanan, keberanian,
keadilan, kasih sayang, baik hati, jujur, lurus hati, tabah,
pema'af terhimpun dalam diri "engkau" ya Muhammad...dan pujian
dari Allah ini ditujukan tidak lain kepada Junujungan kita
Rasulullah SAW. Ringkasnya sekian banyak kekuatan yang terdapat
dalam hati manusia sepeti kesopanan, malu, jujur, sayang , harga
diri, teguh , pembatasan diri, bersih hati, keseimbangan, setia
kawan, keberanian, maaf, sabar, baik hati dan sebagainya yang
kesemuanya ini merupakan keadaan-keadaan thabi'i dan apabila
ditampilkan sesuai dengan tempat dan waktu serta pertimbangan akal
dan pikiran maka semuanya itu dinamakan "akhlak".
Semua akhlak yang pada hakikatnya merupakan keadan-keadaan
thabi'i serta gejolak-gejolak alami manusia itu digunakan dengan
sengaja sesuai dengan pertimbangan akal dan memperhatikan tempat
dan keadaan. Dikarenakan pada potensi-potensi alami manusia itu
terdapat suatu potensi makhluk hidup yang ingin maju, maka dengan
menganut dan menghayati dan mengamalkan agama yang benar, bergaul
dengan berkumpul bersama-sama orang baik dan saleh dengan ajaran
yang suci dengan sendirinya maka gejolak-gejolak alami semacam itu
dapat berubah menjadi akhlak. Dan hal ini tidak dimiliki oleh
makhluk bernyawa lainnya kecuali manusia ini.....
........bersambung.
Reading source:
The Philosophy of the teachings of Islam by Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad , The London Mosque 1979...
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin, Jalan Rambutan B-32, Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)