Welly Denny wrote:
> 
> Assalamu'alaiku wr.wb
> 
Waalaikumsalam ww,

> Pada suatu hari saya pernah dengan tidak sengaja mengamati dua buah cermin
> yang dihadapkan satu dengan yang lainnya, dan saya mendapatkan suatu hal
> yang menarik yaitu saya mendapatkan bayangan yang tak terhitung banyaknya
> akibat saling pantul tiap bayangan itu.
> 
> Mudah-mudahan peristiwa yang sederhana ini bisa jadi bahan renungan kita
> semua.
> 

Syukur.
Pertama kali Mas harus bersyukur kepadaNya karena telah diberikan
kesempatan memiliki cermin malah sampai 2 cermin.

Syukur yang kedua, bahwa cermin yang dimiliki jernih,

Syukur selanjutnya, bahwa dilokasi Mas melakukan eksprimen, ada cahaya
sehingga eksprimen Mas berjalan dengan lancar.

Cermin datar.
Menurut perkiraan saya, cermin untuk eksprimen ini, cermin datar.
Cermin jenis ini memiliki kelebihan, bahwa gambaran yang nampak dalam
cermin sama-sebangun dengan bentuk aslinya.

Kelemahan cermin-datar, 
kalau Mas akan melihat seluruh badan Mas, maka diperlukan cermin minimal
setinggi Mas.
Kalau tidak memiliki seukuran tersebut, maka Mas harus berdiri agak jauh
dari cermin tersebut agar dapat melihat seluruh badan, jarak dari cermin
sanga tergantung dari ukuran cermin itu sendiri.

Pengalaman teman dengan cermin.
Dia sedang berada dihalaman rumah yang nyaman. Duduk membelakang
halaman, menghadap ke rumah. Melalui kaca-kaca pintu dan jendela  dia
dapat mengamati apa-apa yang masuk ke halamannya. Tiba-tiba tampak
melalui kaca, seseorang memasuki halamannya. Semula dia menikmati
kejadian ini melalui kaca-kaca tersebut, tapi lama-kelamaan, dia
merasakan kekurang-puasan. Akhirnya dia berbalik membelakangi kaca dan
menghampiri orang yang baru masuk itu.
Dia merasa bijak, bahwa dia tidak melayani orang yang datang itu melalui
perantara kaca-kaca.
Ini hanya kata teman saya,.....koq.

Dua cermin datar.
Untuk menjelaskan dua-cermin-datar ini, mari kita lihat rumus di SMP
dulu yaitu :
Banyak bayangan = 360 / sudut dua cermin - 1
Sewaktu Mas eksprimen, sudut antara dua-cermin adalah 0 derajat,
sehingga bayangan yang nampak TAK-TERHINGGA (MAHA) banyaknya, yang
akhirnya membuat bingung.
Masih untung, Mas tidak membuang cermin yang membingungkan itu.

Sekarang eksprimen dapat dilanjut, dengan menggunakan rumus diatas.

Sudut tersebut dapat ditentukan sesuai dengan kebutuhan.  


Itu Mas, yang bisa saya sampaikan, semoga tidak puas sehingga mencari
referensi tambahan.

Wassalam,
SKKarim

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke