Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
ALAMI, AKHLAKI DAN ROHANI......VIII)
SIFAT TABI'I, AKHLAKI, ROHANI DAN PERBAIKANNYA..........
Sekarang kita coba membicangkan perbaikan-perbaikan yang
diperlukan untuk keadaan thabi'i manusia yang merupakan tingkatan
yang paling rendah diatara tiga tingkatan perkembangan keadaan
manusia. Perbaikan-perbaikan keadaan thabi'i ini dijelaskan secara
terperinci dalam Al-Qur'an yang insya Allah kami ketengahkan dalam
uraian berikut ini. Perbaikan ini adalah merupakan satu bagian
dari akhlak yang disebut adab (sopan santun). Dengan penerapan
adab ini, orang biadab dapat menjadi manusia yang beradab yang
bisa menyeimbangkan kehidupannya dalam perkara-perkara dan
tindakan alami seperti makan, minum, kawin dan tatacara peradaban
lainnya. Untuk selanjutnya akan memisahkan dirinya dari kehidupan
liar bagaikan hewan dan menaikkan dirinya menjadi manusia
berakhlak...
Berkenaan dengan seluruh adab itu ayat-ayat Al-Qur'an telah
menjelaskan hal tersebut sebagai berikut.
"....yakni diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu , demikian
pula anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, anak-anak
perempuan saudara laki-lakimu dan anak-anak perempuan saudara
perempuanmu dasn ibu-ibu yang menyusuimu, saudara-saudara
sepesusuanmu, ibu-ibu isteri-isterimu, dan anak-anak perempuan
dasri isteri-isteri yang kamu gauli(anak tiri), dan apabila kamu
belum menggauli mereka , maka tidak ada dosa bagimu. Dan isteri-
isteri anak-anak lelaki dari sulbimu dan begitu pula dua saudara
perempuan pada satu waktu. Semua hal sudah biasa kamu lakukan di
masa lampau itu sekarang diharamkan atasmu....(QS. 4:23).
"Inipun tidak dibenarkan bagimu mengambil mewarisi perempuan-
perempuan dengan jalan paksa....(QS. 4:19). Dan inipun tidak
dibenarkan bagimu mengawini perempuan-perempuan yang pernah
menjadi isteri-isteri bapakmu kecuali yang telah terjadi pada masa
lampau.....(QS. 4:22). Perempuan-perempuan yang memelihara
kehormatan mereka dari antara Ahli Kitab yang terdahulu,
dihalalkan bagimu untuk mengawini mereka sesudah sesudah mas kawin
mereka ditetapkan. Berbuat zina dan mempunyai perempuan-perempuan
piaraan tidak dibenarkan...(QS. 5:5).
Dikalangan orang Arab jahiliyah sebelum dan ketika Rasulullah SAW
datang ada suatu adat kebiasaan dikalangan mereka jika mereka
tidak memperoleh keturunan, mereka menyuruh isteri-isteri mereka
untuk digauli oleh orang lain agar mendapat anak. Dengan turunnya
ayat-ayat Al-Qur'an ini Rasulullah SAW telah mengahramkan
kebiasaan dan adat yang jelek ini. Konon kebiasaan buruk yang
dikenal luas dikalangan mereka itu disebut "musafahat".
Lebih lanjut Al-Qur'an menjelaskan:
" Janganlah kamu bunuh dirimu ...(QS. 4:29). Janganlah kamu
membunuh anak-anakmu....(QS. 6:151). Janganlah kamu memasuki rumah
orang lain tanpa izin ....(seperti orang biadab); Pada kamu
memasuki rumah orang lain ucapkanlah, "Assalamualaikum"........Dan
apabila tidak ada siapa-siapa dalam rumah itu, sebelum kamu
diizinkan oleh penghuni rumah, kamu janganlah memasuki rumah itu.
Dan apabila penghuni rumah berkata kepada mu, "Pulang sajalah",
maka pulanglah kamu (QS. 24: 27, 28). Dan janganlah kamu memasuki
rumah dengan melompati pagarnya, melainkan hendaknya kamu
memasukinya dari pintu-pintunya ....(QS. 2:189). Dan kalau ada
seseorang memberi salam kepadamu, hendaklah kamu membalas salam
kepadanya dengan cara yang lebih baik....(QS. 4:86).
"Dan minuman keras, berjudi, menyembah berhala, dan panah undian ,
semua itu adalah pekerjaan kotor dan pekerjaan syaitan. Maka
jauhilah pekerjaan-pekerjaan itu (5:90). Janganlah kamu makan
bangkai, jangan makan daging babi, jangan makan sesajen-sesajen
yang dipersembahkan bagio berhala-berhala, jangan makan binatang
yang dibunuh dengan tongkat; jangan makan binatang yang mati
karena terjatuh, jangan makan binatang yang mati karena ditanduk,
jangan makan binatang yang mati karena diterkam binatang buas,
jangan makn binatang yang idsembelih untuk berhala. Sebab semuanya
itu termasuk bangkai....(QS. 5:3).
"Apabila di dalam acara-acara pertemuan dikatakan kepadamu,
"Geserlah dudukmu," yakni berilah orang lain tempat, maka
segeralah lapangkan tempat agar orang lain dapat duduk. Dan kalau
dikatakan, "Berdirilah", maka berdirilah tanpa bersungut-sungut
.....(lihat (QS. 58:11). Boleh saja kamu makan daging , kacang-
kacangan dan segala makanan lainnya yang bersih , akan tetapi
janganlah kamu berlebihan terhadap satu jenis makanan saja, dan
hindarilah diri dari hal-hal yang berlebih-lebihan ....(lihat QS.
7:31). Janganlah berbicara yang sia-sia, tetapi berbicaralah tepat
sesuai dengan keadaan dan tempat.....(lihat QS. 33:70).
Peliharalah pakaianmu agar tetap bersih. Singkirkanlah kotoran dan
najis dari badan, rumah, jaln dan dafrfi setiap tempat kediamanmu,
yakni dengan jaln membiasakan mandi dan membersihkan rumah-
rumahmu.....(lihat QS. 74: 4, 5).
"Janganlah berjalan terlampau cepat dan jangan pula terlampau
lambat. Hendaknya sedang-sedang sajalh. dan jangan terlampau keras
suaramu, jangan pula terlalu lemah.....(lihat QS. 31:19). Apabila
kamu hendak melakukan perjalanan, maka persiapkanlah perjalananmu
dari segala segi dan bawalah bekal dengan cukup agar kamu
terhindar dari meminta-minta....(lihat QS. 2:197). Dalam keadaan
"junub" hendaknya kamu mandi...(lihat QS. 5:6). Ketika kamu sedang
makan, berikan jugalah kepada peminta-peminta, begitu juga kepada
anjing, burung dan lain-lain ...(lihat QS. 51:19).
"Jika ada kelapangan, tiada salahnya kamu mengawini anak-anak
perempuan yatim yang ada dibawah asuhanmu. Akan tetapi jika kamu
menimbang bahwa disebabkan mereka tidak berahli waris mungkin
kamu akan berlaku aniaya terhadap mereka, maka kawinilah perempuan-
perempuan yang masih mempunyai ibu bapak serta kerabat yang
menghormati kamu dan kamu menyegani mereka. Kamu dapat mengawini
satu, dua, tiga sampai empat dengan syarat kamu harus berlaku adil
. Dan apabila kamu kamu tidak dapat berlaku adil, maka saeorangpun
memadailah, walau sangat diperlukan. Penetapan batas bilangan
empat ialah untuk menjaga agar kamu jangan berlebih-lebihan
mengikuti kebiasaan lama, yaitu mengawini perempuan-perempuan
sampai beratus-ratus jumlahnya. Atau supaya kamu jangan cenderung
berbuat zina .......(lihat QS. 4:3). Dan berikanlah kepada isteri-
isterimu maskawin sebagai pemberian yang penuh kerelaan ...(lihat
QS. 4:4).
Ayat-ayat yang kami kutip diatas adalah cara-cara yang diperlukan
bagi manusia untuk perbaikan-perbaikan dari sifat thabi'i yang
akan mengangkat derajat manusia itu menjadi manusia yang beradab
dan bersopan santun. Didalamnya keadaan-keadaan alami manusia
ditarik keluar dari cara-cara biadab dan diarahkan kepada unsur-
unsur manusiawi yang lazim menuju kepada peradaban. Ini baru
tingkatan akhlak yang rendah baru sebatas adab manusiawi.... dan
belum lagi memasuki akhlak yang luhur. Ketika Rasulullah SAW
diutus, bangsa Arab adalah bangsa yang paling biadab dibandingkan
segenap bangsa lainnya. Dari segala aspek kehidupan mereka tidak
memiliki tatacara manusiawi. Dan itulah sebabnya kepada mereka
perlu diajarkan lebih dahulu adab mansuiawi yang nyata.
........bersambung.
Reading source:
The Philosophy of the teachings of Islam by Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad , The London Mosque 1979...
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin, Jalan Rambutan B-32, Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)