Assalamu'alaikum wr wb,
Pak Arief dan rekan-rekan rahimakumullah,
Belajar mengeja alam memang menarik, tapi akan melelahkan kalau tidak
didasari rasa kekaguman kepada Penciptanya. Karena mengeja alam ini pada
dasarnya kita mencoba mengeja Ilmu Sang Pencipta.
[Arief Mulya wrote:]
>Assalaamu 'alaykum wR wB
>maafkan rekan Saliks ysh,
>merunut posting-posting bersubject Sains Vs Agama, saya mengambil
>beberapa kesimpulan :
>1. Ciptaan Allah itu sempurna, the best.
>question ==> The best of what ?
Sempurna dalam segala aspek dan dimensi, mau dipandang dari aspek apa saja
yang nampak hanya kesempurnaan. Kalaupun ada yang menemukan cela itu hanya
karena kita tidak mampu memahami Maha Karya Yang Maha Sempurna. Hakekat
kesempurnaan itu berarti Ilmu Allah sendiri selaku designernya,maka tidak
mungkin kita akan mampu memahi 100% ?
Bukankah Allah sudah menantang kita untuk mencari cela ciptaanNya?
*"..Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara
kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
(QS. 67:2)
*Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak
melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.
Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang
(QS. 67:3)
*Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali
kepadamu
dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan
payah. (QS. 67:4)
Tidak banyak memang orang-orang yang mampu melihat kesempurnaan itu
sebagaimana Allah firmankan :
*"Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih
bergantinya
malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(QS.
3:190)
*"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau
dalam
keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi
(seraya berkata):"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan
sia-sia
Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3:191)
>2. Dalam sistem nilai, setiap ciptaan Allah itu bisa baik dan buruk,
>tapi dua sisi ini mempunyai penilaian yang berbeda, tidak seperti
>koin logam yang dua sisi, tapi bernilai sama.
>question ==> apa ini tidak menunjukkan dua hal yang beda di
>two in one kan ? jadi dua-duanya diciptakan tapi kemudian disatukan ?
>bingung .....
Saya kok susah sekali ya memahami 'ide' ciptaan Allah itu bisa baik dan
buruk.
Apakah yang anda maksud buruk itu? Pak Arief mohon dijelaskan?
Dalam pembahasan ini saya berada dalam kondisi netral maksud saya tidak
menilai dari untung dan rugi baik pribadi maupun orang lain. Saya hanya
sebagai penonton yang melihat mekanisme kerja dari ciptaan itu, yang saya
lihat system itu bekerja dengan sangat sempurna.
Saya sengaja suka mengambil contoh yang sangat extreem, misalnya penciptaan
Malaikat. Bisakah anda menjelaskan sisi buruknya?
>Menurut saya, kita telah paham bahwa dengan sistem penilaian sesuatu itu
akan ada baik dan buruknya, bagus jeleknya, pokoke dua sisi lah (terserah
mau bernilai sama apa tidak). Makanya kita perlu belajar memandang sesuatu
itu apa adanya, tanpa Penilaian, melainkan dengan kewajaran. Saya jadi mau
tanya apa sich baik ? apa sich buruk ? mungkin sebetulnya dua hal itupun
tidak exist, cuman kita aja yang mengexistkannya.
Lha kalau baik dan buruk nilainya sama alias tidak ada bedannya baik dan
buruk wah.... wah... malah kacau tho pak.
Definisi baik dan buruk (ini menurut pendapat saya lho pak), baik adalah
segala sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, sedang buruk adalah
segala sesuatu yang bertentangan dengan fitrah manusia. Dan keduanya exist.
>Kita anggap sesuatu itu baik, kalau itu menguntungkan kita, dan buruk
kalau
>merugikan kita, padahal kalau kita lihat secara wajar, apa ada yang baik ?
>apa ada yang buruk ?
ha...haa.... lho kok jadinya tidak ada aturan gitu pak?
>saya tambah satu tantangan lagi nich, dari
>tantangannya pak Sunarman yang mencari sesuatu yang 100% baik or buruk,
>kemudian pak Wargino yang mencari ciptaan yang nggak sempurna, terus saya
>mau cari :
Silakan dicari dulu......
>"Ada nggak yang disebut baik hakiki dan buruk hakiki ??? "(hakiki = bukan
>karena penilaian menguntungkan/merugikan kita)
Ada !
>"To be or not to be, that's not the question"
>Apa adanya my friend, apa adanya ....
Iyes..iyess.... that's reality (might be)... hi... hi.... (bahasa ingris
kok pake la iyes tho mas.... lawong memang like that kok...kang...)
Sorry lho yes, ini hanya kidding kok....
> Sebuah ilustrasi (rekan-rekan mohon tunjukkan siapa yang salah):
> ----------------------------------------------------------------
> Di sebuah pasar tradisional ada orang menjual berbagai mimuman, misalnya
> teh manis, aqua, kopi, wedang jahe dan bandrek. Ada pula orang yang jual
> racun serangga termasuk baygon.
>
> Namnya juga ngarang cerita.... ee... ada orang bukan beli wedang jahe
atau
> kopi kok malah beli baygon (racun serangga) terus diminum, karena tidak
> tertolong akhirnya mati. Ngomong-ngomong setelah dicheck dengan kawan
dekat
> si korban tadi ternyata dia tidak sakit ingatan alias sehat akal.
>
> Hayo siapa yang berani latihan jadi hakim, siapa yang salah?
>Yang salah yaa yang bikin cerita ... :) just kidding, no hard feeling Pak
Wargino ...
No what what pak arief (maksud saya tidak apa-apa), malah biar nggak
spanning (wih bahasa belanda lagi...spanning)
Kurang lebih mohon maaf, mohon saran dan koreksinya
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)