Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum wr.wb. [1/3] Mencari firqah yang benar.... Salah seorang kawan akrab saya , dan karena kebetulan dia lebih tua beberapa tahun dari saya , saya memanggilnya dengan sebutan "Pak Cik", suatu panggilan keakraban bagi seorang keturunan Melayu dari daerah Riau dimana saat ini saya bermukim. Pak Cik saya ini juga seorang KH alias Kiai Haji yang mengasuh sebuah pesantren dikota kami . Dalam suatu kesempatan, masih dalam bulan Ramadhan ini juga, ketika berjumpa dengan saya, beliau mengajukan pertanyaan kepada saya, tentang kelompok Islam yang oleh Rasulullah SAW dibangsakan kepada "illla waahidatan" , salah satu golongan yang dikecualikan dari neraka , diantara 73 golongan yang ada sebagai yang disebutkan oleh Hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi itu. Beliau bertanya demikian, terus terang katanya , karena masing pihak dan firqah dalam Islam diantara 72 golongan itu semuanya mengaku pihak merekalah yang benar, pada hal menurut Rasulullah SAW yang benar itu hanya satu golongan saja. Saya balik bertanya kepada beliau, agar beliau sudilah kiranya menerangkan lebih dahulu siapakah mereka yang disebut umat Rasulullah SAW itu. Hal ini adalah sangat penting, untuk menyamakan persepsi dan batasan sebelum kita menentukan golongan mana yang benar diantara mereka. Menjawab pertanyaan saya ini, kemudian Pak Cik lalu memberikan batasan, siapa yang disebut dengan umat Rasulullah SAW. Menurut Pak Cik saya yang juga berproffesi sebagai muballigh jemputan itu , yang dikatakan umat Rasulullah SAW adalah mereka yang bersyahadat "an laa ilaaha illallaahu, waasyhadu anna muhammadan rasululullah, wa iqaamish sahalaati, wa iitaaizzakaati, walhajji, washaumi ramadaana". Umat Islam menurut beliau adalah mereka yang bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah dan yang bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul-Nya dan yang mendirikan shalat lima waktu, dan yang membayarkan zakat dan yang menunaikan ibadat Hajji dan yang berpuasa dibulan Ramadhan. Ketika saya tanyakan , siapa yang mengemukan batasan seperti itu, dengan cepat dan tandas beliau menjawab bahwa batasan yang diketengahkannya itu adalah menurut Rasulullah SAW. "Baiklah , apakah menurut pengamatan Pak Cik , semua kelompok yang ada sekarang mengaku sebagai umat Rasulullah SAW dan perkelompoknya masih bersyahadat, masih mendirikan shalat lima waktu, masih berzakat , masih berhaji dan masih berpuasa dibulan Ramadhan?", saya balik bertanya lagi. Kawan saya ini dengan mantap menjawab:"Bahkan mereka perkelompoknya masih tetap menjalankan itu semua". Saya kembali menyambung, "Nah kalau semua kelompok itu masih menjalankan itu semua, lalu dimana letak kesalahan yang tujuh puluh dua golongan itu dan dimana letak betulnya yang satu golongan yang dikecualikan itu?". Sambil menatap saya tanpa berkedip, "Wallahu 'aklamu",......Hanya Allah lah yang mengetahui. Inilah yang akan saya diskusikan dengan "angku"....., beliau menggeleng- gelengkan kepalanya sembari merentangkan kedua tangannya keatas... "Millatan Wahidatan"..... "Memang semuanya Allah lah yang Mahamengetahui, tetapi menurut jalan pikiran saya, untuk mencari aliran mana yang sebenarnya berhak disebut "millatan wahidatan" itu tidaklah begitu sulit, Salah satu caranya adalah agar semua pemimpin atau penghulu kelompok-kelompok yang masih bersyahadat dan lain-lainnya itu supaya berkumpul dalam satu majlis", kata saya. Pak Cik saya ini semakin bertambah heran dan bingung mendengar usul saya itu, "Lalu", tanyanya, "setelah berkumpul semua penghulu itu mereka lalu disuruh apa, menurut angku?" Setelah mereka berkumpul semuanya, Pak Cik mestilah bertanya kepada mereka , "Aliran-aliran yang mana yang Tuan-tuan wakili yang benar itu?", saya kembali menjelaskan kepadanya maksud dari mereka itu dikumpulkan bersama-sama dalam satu majelis itu. Bahwa mereka, katakanlah yang tujuhpuluh dua aliran , pastilah akan berkata bahwa merekalah yang benar. Satu aliran dari antara mereka pasti akan dikatakan, malah divonis sebagai golongan yang tidak betul. Kalau sudah demikian keadaannya maka akan mudah bagi Pak Cik buat menentukan secara pasti kelompok mana yang disebut dengan "millatan wahidatan" itu. Kelompok yang satu ini oleh kebanyakan atau mayoritas pasti akan dikatakan "bukan Islam" atau "di luar Islam". Pak Cik ini nampaknya maklum juga bahwa pertemuan semacam itu memang pernah dilakukan organisasi-organisasi Islam Internasional yang mewakili umat Islam dari berbagai golongan (tetapi minus satu....) dan mereka yang telah bersidang di Makkah Mukarramah dari tanggal 6 sampai 19 April 1974 dibawah naungan Rabithah Alam Islami, dimana telah berkumpul 140 delegasi Islam itu telah memutuskan pula bahwa yang satu golongan itu bukanlah Islam atau berada diluar Islam. "Dalam hubungannya dengan keputusan mereka", kata saya , saya kira Pak Cik tentu pernah membaca pendapat seorang Sufi Islam terdahulu Sufyan Atsaury yang mengatakan bahwa "ahlussunah adalah terasing". Malah beliau itu berpesan "istawshuu bi ahlissunati fa innahum ghuraba-u"- "berpesan-pesanlah kamu dengan ahlussunah, karena sesungguhnya mereka adalah terasing"....Nah kalau Pak Cik mau percaya kepada fatwa Imam itu, justeru terkandung maksud dalam pesan itu agar kita mencari ahlu sunnah. Tanda mereka adalah terasing. Jadi sebenarnya gampang mencari mereka itu. Cirinya sudah dijelaskan oleh Imam itu . Kalau Pak Cik sudah mendapatkannya, dikandung pula suatu saran agar kita bergabung dengan yang terasing itu". Pak Cik saya ini nampaknya mangggut-manggut saja, lalu saya melanjutkan omongan saya. "Sesungguhnya yang terpecah belah, bukan hanya umatnya Nabi Muhammad SAW saja , melainkan juga umat Yahudi dan umat Nasrani sebagaimana dapat kita kita baca dalam Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud. Menurut Rasulullah SAW umat Yahudi telah terpecah menjadi 70 atau 71 golongan. Demikian juga umat Nashara telah terpecah menjadi 71 atau 72 golongan. Kapan terpecahnya umat Yahudi terpecah menjadi 70 atau 71 golongan, kapan terpecahnya umat Nashara menjadi 71 atau 72 golongan dan kapan terpecahnya umat Islam menjadi 73 golongan Rasulullah SAW tidak menjelaskannya. Ini tentulah kita yang harus memikirkannya. Menurut kenyataan sejarah, perpecahan kaum Yahudi terjadi lama setelah Musa a.s. meninggal dunia, perpecahan kaum Nashara lama setelah Isa al Masih meninggal dunia, dan perpecahan umat Islam juga lama setelah Nabi Muhammad SAW meninggal dunia. Dizaman beliau-beliau itu masih hidup tentu saja umat-umat mereka bersatu padu dalam suatu jemaat atau barisan yang kokoh. bersambung Jazakumullah ahsanal jaza, Wassalamu'alaikum wr.wb. Nadri Saaduddin, Jalan Rambutan B-32 Telp. (+62-0765) 93072 Duri 28884, Riau Daratan, INDONESIA ------------------------------------------------------------------- THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER... LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....! Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come.... For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world. ------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
