Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.


NABI MUHAMMAD SAW TITIK TOLAK PERBINCANGAN KITA...2/10
Topik kedua: Mengenal Nabi dan tanda-tanda kedatangannya..........
                                                                   
Apa  yang  ada  dipermukaan  bumi ini  mempunyai  tanda-tanda  atau
kriteria untuk kita  mengenalnya. Api dikenal dan diketahui  karena
panasnya, es dikenal karena dinginnya, madu dan gula dikenal karena
manisnya  dan  garampun  dikenal karena  asinnya.  Kalau  seseorang
memberikan  kita  garam  misalnya,  lalu  ia  mengatakan  ini  gula
kemudian  kita cicipi dan rasanya asin , maka kita akan  mengetahui
bahwa  dia  telah  menipu kita dengan mengatakan garam  itu  adalah
gula.  Apa  saja yang ada dipermukaan bumi bisa kita kenali  dengan
lewat  tanda-tanda yang ada pada benda dan keadaan benda  itu.  Ini
juga disebut kriteria yang dimiliki oleh benda itu , sehingga benda
itu  bisa  kita  kenali dan pahami keadaannya lewat  kriteria  yang
dimunculkannya.

Allah SWT telah menciptakan kita manusia ini dan memberinya tangan,
kaki,   mulut,  hidung,  telinga, mata,  hati  dan  sebagainya  dan
menciptakan  nikmat  terkandung padanya. Lewat  perangkat-perangkat
yang  dianugerahkan  Allah itulah kita mengenal nikmat-nikmat  yang
diberikan  Allah  kepada  kita. Kita bisa  berbicara  lewat  mulut,
berjalan  dengan mempergunakan kaki, melihat lewat mata,  mendengar
lewat  telinga  , berpikir dengan mempergunakan otak  dan  memahami
sesuatu lewat hati , dan semua yang diberikan Allah itu ada gunanya
bagi kita. Dengan kita merasakan nikmat itu, betapa kita seharusnya
merasa  bersyukur dan berterima kasih kepada yang memberikan nikmat
sekaligus perangkat-perangkat yang digunakan untuk merasakan nikmat-
nikmat tersebut.

Karenanya,  selayaknyalah  kita-kita manusia ini  selalu  mengingat
Sang Maha Pencipta yang telah menganugerahkan bermacam ragam nikmat
kepada  kita.  Orang  yang beriman kepada Allah  hendaknya  sekali-
sekali mencoba menundukkan kepala, merendahkan diri, merenungkannya
nasibnya  serta berusaha untuk menghubungkan diri dengan-Nya  lewat
ibadah  yang semata-mata ditujukan buat Dia. Namun dalam  kenyataan
sehari-hari  , pengalaman yang membuktikan pula , betapa  banyaknya
diantara  kita  yang lupa dan lalai bahkan sengaja melupakan  Allah
yang  telah menciptakan kita dan menganugerahkan semua nikmat  yang
terkandung  dalam  alam semesta ini. Tidak sedikit  diantara  kita,
apalagi kita-kita orang Islam ini, yang diisyaratkan Allah dengan "
khairu  ummatin  ukhrijat linnasi ", sebaik-baik ummat  yang  telah
dibangkitkan  Allah bagi manusia, telah terlena dalam  nikmat  yang
diberikan Allah itu, sehingga sedikitpun kita tidak mempunyai waktu
lagi  untuk  berhubungan dengan Dia, mensyukuri  nikmat-Nya   serta
berterima kasih kepada-Nya atas nikmat yang diberikan-Nya itu.

Sejarah kehidupan manusia senatiasa bagaikan roda, berulang kembali
begitu  periode berikutnya muncul. Tidak ada yang baru  dipermukaan
bumi  ini,  cuma  saja corak dan modenya saja  yang  berbeda.  Baik
dahulu  maupun  sekarang, yang namanya "manusia" begitu  memperoleh
nikmat  kebanyakan  lupa kepada yang memberikan nikmat itu.  Dikala
manusia  lupa kepada Allah dan memutuskan hubungannya  dengan  Dia,
maka  pada  waktu  itu sebagaimana "sunnahNya" Allah  membangkitkan
seorang  Nabi, agar dapat menarik kembali hamba-hambaNya yang  lupa
diri  itu  dan  agar menghidupkan iman dan kecintaan  didalam  hati
mereka  kepada Allah Ta'ala. Jadi jelaslah para nabi dan Rasul  itu
senantiasa  diutus  oleh Allah sejak dunia dan  alam  semesta  yang
terkandung   didalamnya   ini  diciptakan.  Kitab  Suci   Al-Qur'an
menjelaskan hal itu sbb:

"............  Tidak  ada  suatu umatpun  berlalu  melainkan  telah
adaseorang  pemberi  ingat  yang dibangkitkan  padanya.".......(QS.
35: 24).

Berikut  ini  kita  coba  menerangkan  apa-apa  saja  yang  menjadi
kriteria  atau tanda-tanda untuk mengenal seorang Nabi  atau  Rasul
yang  diutus oleh Allah untuk kesejahteraan dan kepentingan manusia
itu.

Kata-kata  Nabi  dan Rasul adalah berasal dari  bahasa  Arab.  Nabi
artinya  yang  umum "orang yang mendapat kabar",  yakni  Allah  SWT
memberikan  kepadanya  kabar-kabar untuk  disampaikan  kepada  umat
manusia.  Rasul artinya "Utusan atau orang yang diutus"  yakni  dia
diutus oleh Allah kepada umat manusia ini. Menurut bahasa Arab yang
disebut  Nabi  ialah orang yang mengabarkan kepada manusia  tentang
hal-hal  yang ghaib yang bakal terjadi dimasa mendatang atas  dasar
wahyu dari Allah.

Umumnya   pada  saat  ini  dikalangan  umat  Islam  telah   terjadi
kekeliruan  pemahaman  arti tentang Nabi dan Rasul.  Banyak  Ulama-
Ulama  kita  mengajarkan bahwa antara Rasul dan  Nabi  itu  berbeda
fungsi. Tidak sedikit dikalangan umat Islam ini yang berpaham bahwa
Nabi  itu  adalah orang yang diberi wahyu oleh Allah untuk  dirinya
sendiri    dan    tidak    berkewajiban   menyampaikannya    kepada
manusia.Sedangkan Rasul disamping dia menerima wahyu untuk  dirinya
sendiri   iapun   berkewajiban  menyampaikannya   kepada   manusia.
Sepanjang  yang kita telusuri berdasarkan ayat-ayat  al-Qur'an  dan
Hadits  tidak  ada, baik secara implisit maupun eksplisit  indikasi
yang memperbedakan arti kedua istilah kata   tsb.

Setiap Rasul adalah Nabi dan setiap Nabi adalah Rasul. Istilah Nabi
adalah  dilihat  dari  mana dia datang dan  istilah  Rasul  dilihat
kepada  siapa dia datang. Karena dia datang dari Allah maka namanya
adalah  Nabi.  Dan  karena dia diutus kepada manusia  maka  namanya
adalah  Rasul.  Jadi  Nabi  itu adalah  Rasul  yang  diutus  kepada
manusia.  Sebagaimana difirmankan oleh Allah bahwa setiap Nabi  itu
berkewajiban  menyampaikan kepada kaumnya apa-apa  yang  diwahyukan
Allah  kepadaNya maka secara otomatis dia adalah  Rasul atau  orang
yang  diutus  menyampaikan kepada manusia apa-apa  yang  diwahyukan
kepadanya.

Allah  menjadikan Nabi atau Rasul itu untuk dikenal  oleh  manusia,
dan  tidaklah mungkin kita mengenal Nabi atau Rasul itu kecuali dia
mengumumkan  kepada kita bahwa ia adalah Nabi atau  Rasul.   Dengan
mengumumkan  dirinya  itu  jelaslah dia itu  harus  menyampaikannya
kepada manusia, sekali gus dengan sendirinya dia adalah Rasul juga.
Dengan  demikian jadi jelaslah bahwa Nabi dan Rasul itu adalah  dua
istilah  untuk  satu orang yang menyandang fungsi  tersebut.  Insya
Allah  pada  tulisan-tulisan berikut kita akan mengenal Nabi  lewat
tanda-tanda yang mengiringinya sebagaimana dicantumkan dalam  Kitab
Suci Al-Qur'an.

bersambung

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke