Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.


NABI MUHAMMAD SAW TITIK TOLAK PERBINCANGAN KITA...3/10

Topik ketiga: 
Mengenal Nabi Muhmamad SAW dan tanda-tanda    kedatangannya..........
                                                                   
Tanda  pertama untuk mengenal Nabi adalah dimana orang yang  merasa
dirinya  nabi  itu mengumumkan bahwa dia adalah "nabi"  sekali  gus
mengatakan bahwa dia diutus oleh Allah kepada manusia.

Katakanlah:  "Wahai  manusia sesunguhnya aku  adalah  utusan  Allah
kepadamu semua......( QS. 7:158 ).

Boleh  jadi  pengumuman  dan pendakwaan seseorang  sebagai  seorang
"nabi"  dianggap  oleh sebahagian kita ini adalah  suatu  pengakuan
yang  sangat mudah sekali. Seseorang yang ingin populer jadi  nabi,
kemudian membuat pendakwaan jadi nabi , maka selesailah masalahnya.
Tidak  semudah  itu dan pengakuan jadi "nabi" itu bukanlah  perkara
sederhana.  Ini  menyangkut kepentingan manusia secara  keseluruhan
dan  pendakwaan  ini melibatkan Tuhan. Sesorang yang  mengaku  jadi
nabi  padahal dia bukanlah nabi, berarti dia dengan sengaja berbuat
kedustaan  atas  nama Allah, dan apakah  Allah  akan  biarkan  saja
sipembohong  itu leluasa menipu manusia dan membiarkan manusia  ini
tertipu olehnya?

Allah  SWT  tentu  saja  tidak  akan  membiarkan  keadaan  demikian
berlanjut  terus  dan  sipembohong itu jelas tidak  akan  dibiarkan
selamat  dari ancaman hukuman Tuhan. Dia pasti dicekal  dan keadaan
demikian tidak dibiarkanNya berlanjut terus dan sipelaku dusta  itu
akan  dihukum keras oleh Allah. Anda bisa bayangkan, kalau  seorang
anak  berani  berdusta atas nama ayah atau gurunya.  Begitu  banyak
kita  lihat  penipuan yang dilakukan orang atas nama orang  lain  ,
apakah keadaan itu dibiarkan saja? Malah ada seseorang dinegeri ini
berhasil memalsukan tanda tangan presiden, kemudian dipergunakannya
untuk   menipu  orang  lain.  Bagaimana  akibat  perbuatannya   dan
kesudahan  dari  petualangannya  itu?  Ia  kemudian  ditangkap  dan
selanjutnya  diajukan kemeja hijau dimintai pertanggungan  jawab  ,
yang  kemudian  dijatuhi hukuman yang menggiring dia masuk  penjara
akibat penipuan yang ia lakukan.

Bagaimana  dengan penipuan yang mengatas namakan Allah  ?  Sesorang
yang   mengaku   jadi  nabi  pada  hal  Allah  tidak   mengutusnya?
Sebagaimana  diisyaratkan dalam Al-Qur'an keadaan  ini  juga  tidak
dibiarkan oleh Allah berketerusan dan bila ada orang yang  berdusta
atas namanya , dia pasti hancur dan sama sekali gagal usahanya itu.

Dan  sekiranya  dia telah mengada-ngadakan sendiri dan  menisbahkan
satu  perkataan  kepada  Kami , niscaya  Kami  akan  pegang  tangan
kanannya,  kemudian  tentu Kami potong urat tali  jantungnya.......
(QS. 69: 44, 45, 46 ).

Ayat  ini adalah batu ujian terhadap Rasulullah SAW bagi orang Arab
yang   menyangsikan  kebenaran  Nabi  Muhammad  SAW  dan  meragukan
kenabian yang beliau dakwakan. Allah sendiri mengatakan bahwa tidak
akan  mungkin sama sekali Muhammad itu mengaku-ngaku jadi nabi pada
hal  Allah  tidak  mengutusnya.  Tidaklah  mungkin  beliau  sanggup
berbohong  kepada  Allah karena Allah pasti akan  mengancam  setiap
orang yang berbohong terhdapnya. Orang yang mengaku-ngaku  mendapat
wahyu  ,mengumumkannya kepada manusia, sekaligus mengaku pula  jadi
nabi  , berdasarkan firman Allah diatas tidak dibiarkan oleh  Allah
berumur   panjang  sebagaimana  dikatakanNya....  dipegang   tangan
kanannya, kemudian dipotongNya urat tali jantungnya.

Jadi inilah tanda pertama , yaitu orang tersebut mengatakan sendiri
,  bahwa  ia  diutus  oleh Allah Ta'ala. "Saya  diutus  Allah  agar
menyampaikan   pesan-pesanNya  kepada  manusia",  demikian   ucapan
seorang   Rasul   kepada  kaumnya.  Mengapa   tidak,   bila   Allah
menugaskannya  untuk mengumumkan dan menyampaikan pesan-pesannya  ,
tidaklah  mungkin  dia  menolak perintah yang  dibebabankan  kepada
dirinya  itu. Dia harus mengatakan dengan tegas tanpa takut  kepada
siapapun bahwa dia diangkat oleh Allah dari padaNya dia datang  dan
diutus.  Pengakuan  ini bukanlah atas dasar kemauan  sendiri,  kata
hati sendiri  atau khayalan sendiri. .................

Telah diterangkan diatas bahwa bila umat manusia menjauhi Tuhan dan
hatinya kosong dari kecintaan kepadaNya  atau bila insan tidak lagi
berjalan sesuai peraturan-peraturan Ilahi , dan mereka telah hanyut
dibawa  gelombang duniawi, mereka telah lupa atau  melupakan  jalan
menuju Tuhannya, maka waktu itulah  datang Nabi untuk menggugah dan
menyadarkan mereka dari kesesatan yang berlarut-larut itu.  Didalam
Al-Qur'an Allah SWT berfirman:

Dan  sesungguhnya telah tersesat sebelum mereka , sebahagian  besar
orang-orang  yang dahulu dan sesungguhnya telah Kami utus  pemberi-
pemberi peringatan (rasul-rasul) dikalangan mereka..... (QS. 37:71,
72).

Perlu  diingat bahwa ada waktu-waktu tertentu dimana seorang  Rasul
atau  Nabi  datang.  Tentu saja ada musim dan  waktunya  Allah  itu
mengutus RasulNya. Bagaikan pohon  mangga dan rambutan, ada  musim-
musim  tertentu  dimana  ia  berbuah, juga  buah-buah  dan  tanaman
lainnya   tentu  saja  ada  musim  yang  mengiringi  kedatangannya.
Demikian  juga  dengan  kedatangan Nabi  atau  Rasul   tentu  Allah
sendiri  telah  menentukan waktu-waktu yang tepat untuk  itu.  Bila
insan  ini telah tenggelam dalam keburukan, dimana kejahatan  telah
mengepungnya  dari segala arah serta kebajikan dan  kebaikan  telah
sirna  ditengah  kehidupan manusia  dan rasa cinta  kasih  terhadap
Tuhan  dan sesama manusia telah punah, manusia tidak lagi menyembah
Allah  dengan  penuh keikhlasan, Tuhan tidak ada  lagi  dalam  hati
mereka   digantikan  oleh  berhala-berhala  keangkuhan  dalam  diri
mereka  sendiri,  .... disaat itulah Allah SWT  menurunkan  seorang
Nabi  dan  Rasul yang menyeru dan mengajak manusia kembalii  kepada
Tuhan.

Bagaikan  musim  kemarau yang panjang, kegersangan dan  panas  yang
menggigit.... akhirnya pada suatu saat hujan pasti turun.  Demikian
pula  bila  malam yang penuh kegelapan datang, akan datang  saatnya
dipagi hari fajar menyingsing  mendahului matahari terbit.  Seperti
itulah  Allah  SWT mengutus nabi, bila saatnya telah tiba.   Karena
itulah,  kita  harus  melihat masa dan  keadaan  yang  ada.  Apakah
suasana dan keadaan memerlukan datangnya seorang Nabi atau tidak  .
Ketika  Junjungan  kita  Nabi Besar Muhammad  SAW  datang  ketengah
bangsa  Arab , keburukan dan kerusakan sudah tersebar luas  didunia
ini sebagaimana digambarkan dalam firman Allah berikut ini:

Keburukan  telah  merajalela di daratan  dan  di  lautan.....  (QS.
30:41).

Apa  yang  terjadi  dengan masyarakat Arab  ketika  Rasulullah  SAW
diutus  ketengah-tengah mereka? Sejarah menceritakan keadaan ketika
itu.  Ka'bah  yang merupakan perlambang ketauhidan  yang  didirikan
oleh  Nabi  Ibrahim  telah  berobah  corak  menjadi  museum  tempat
dihimpunnya  beratus-ratus  berhala. Tawaf  mengitari  Ka'bah  yang
dilakukan  sambil  membaca tasbih dan tahmid  telah  berobah  corak
dengan  berkeliling dengan telanjang sambil bersorak dan bersiul  .
Kelahiran  anak  perempuan  dianggap  sebagai  kehinaan  dan  malu.
Kehidupan  masyarakat yang begitu jauh dari norma-norma  kesusilaan
dan  budi  pekerti. Begitu mudahnya seorang anak mewarisi sekaligus
mengawini  bekas  isteri  bapaknya  yang  telah  meninggal   dunia.
Kebobrokan  yang  tiada  taranya  bila  dibandingkan  dengan  zaman
sekarang  ini. (Silakan baca Sejarah Hidup  Muhammad  oleh  Haekal,
Penerbit Pustaka Jaya, 1979).

Pada  saat  seperti  itulah  Allah  mengutus  seorang  nabi.  Untuk
memenuhi  kebutuhan  masa itu, Allah Ta'ala   telah  mengutus  Nabi
Besar   Muhammad  SAW. Beliau datang pada saat yang  tepat  ,  yang
ditentukan  oleh  Allah sendri. Bilamana kesesatan  dan  kebobrokan
sudah  menyebar  luas  dan merajalela. Pada saat  dimana  kecintaan
kepada  Allah  telah  hilang.  Saat itulah datangnya  seorang  nabi
sesuai  tuntutan  zaman  dan  kondisi  yang  membutuhkannya.   Kita
lanjutkan pada tulisan berikutnya.

bersambung...         

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke