Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
NABI MUHAMMAD SAW TITIK TOLAK PERBINCANGAN KITA...6/10
Topik keenam: Mengenal Nabi dan tanda-tanda kedatangannya..........
Tanda lain mengenai seorang Nabi ialah bahwa sebelum menjadi Nabi,
ia dikenal sebagai orang baik-baik, masa kecil dan remajanya
terpelihara, hidupnya tanpa noda dan cela. Musuhnyapun mengakui hal
demikian kendatipun mereka mendustai kenabiannya. Kembali untuk ini
kita menjadikan Junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW sebagai
contoh dan permisalan untuk menilai dan membuktikan beliau adalah
sebagai seorang Nabi yang benar. Sekali lagi contoh ini dikemukakan
bukanlah dengan maksud meragukan kenabiaan beliau sehingga kita
perlu mencari bukti-bukti yang mendukung kenabian itu.Tulisan ini
diketengahkan kepada hadirin semua adalah untuk memberikan kepada
orang lain diluar Islam atau orang Islam sendiri yang masih ragu-
ragu akan kebenaran Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW juga mengajukan tanda kenabiannya dihadapan
pemuka-pemuka Quraisy dan sanak keluarganya dengan mengemukakan
tantangan demikian . Dalam Al-Qur'an ada diberitakan sbb:
Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya.
Maka apakah kamu tidak memikirkannya?.......(QS.10:16).
Ayat ini adalah sebuah tantangan yang dikemukakan Rasulullah SAW
untuk dipikirkan oleh kaumnya yang mendustai kenabiannya. Kebenaran
pendakwaan beliau sebagai seorang Nabi hendaklah dikaitkan dengan
keadaan akhlak beliau sebelum menjadi Nabi. Bagaimana akhlak beliau
SAW sebelum mendakwakan diri jadi Nabi? Bagaimana dengan kejujuran
beliau terhadap manusia sekitarnya ? Dan bagaimana penilaian
masyarakat kepada beliau? Beliau sudah begitu lama hidup ditengah-
tengah kaumnya itu. Apakah mereka tidak memperhatikan beliau SAW?
Beliau SAW mengatakan: "Wahai manusia , kalau kalian semuanya
menganggap saya berdusta dan mengadakan kebohongan terhadap Allah,
mengaku jadi Nabi, apakah kalian tidak memperhatikan dan melihat,
sedangkan saya hidup bersama kalian begitu lama, pernahkah kalian
melihat saya berdusta? Kalau dahulu kamu mengatakan saya tidak
berdusta dan memberikan julukan kepada saya Al-Amiin (Orang yang
jujur), tetapi sekarang kamu menuduh saya berdusta. Apakah mungkin
kepada manusia saja saya tidak sanggup berdusta , tiba-tiba begitu
beraninya saya berdusta kepada Allah? Memang saya mengatakan bahwa
saya adalah seorang Nabi yang diutus Allah kepada kamu sekalian dan
saya memang tak mungkin berdusta tentang itu. Tidakkah kamu
memikirkan hal yang demikian?"
Sekarang kita akan periksa , bagaimana riwayat hidup seorang
pendakwa Nabi , dimasa lalu apakah dia dikenal sebagai seorang
pendusta ataukah orang jujur dan benar . Karena itu Rasulullah SAW
ketika diperintahkan Tuhan untuk menyampaikan piagam atau messages
Allah kepada kaum kerabatnya, beliau naik keatas bukit Safa dekat
kota Mekah dan memanggil seluruh rumpun Quraisy, dan setelah mereka
berkumpul semuanya Nabi Muhammad SAW lalu bersabda: "Wahai saudara-
saudara, sekiranya saya mengatakan kepada kalian bahwa dibalik
gunung ini ada sepasukan tentara yang hendak menyerang, percayakah
kalian atau tidak?" Apa jawab mereka semuanya? "Kami akan percaya,
karena selama ini kami mengenal anda sebagai orang yang tidak
pernah berkata dusta , dan selalu berkata benar".
Kita lihat perkataan Rasulullah SAW bagian pertama sebenarnya
suatu hal yang dapat ditolak, karena dibalik bukit itu hanya
terdapat lembah dan pegunungan, jelas tidak ada pasukan musuh
disana bersembunyi. Walaupun demikian , mereka semuanya mengatakan
"apa saja yang anda katakan, kami percaya sebab anda tidak pernah
berkata dusta sebelumnya. Selalu berkata benar." Akan tetapi
sesudah itu , lalu Nabi mengatakan, "sekarang dengarkan, bahwa saya
diutus oleh Allah menjadi seorang Nabi kalian. Kalau kalian tidak
mau beriman dan mempercayai saya , Allah akan menghukum kalian"
(Bukhari jilid 3-cetakan Mesir).
Mendengar Nabi Muhammad SAW berkata demikian , Abu Lahab paman
beliau sendiri langsung bereaksi dengan mengatakan:"Celaka kamu,
untuk mendengarkan itukah, kamu panggil dan kumpulkan kami disini?"
Dan semenjak itulah Abu Lahab selalu mengatakan Muhammad pendusta,
penyihir , pembohong dllnya sebagaimana dikatakan dalam Al-Qur'an.
Nabi Allah Isa a.s. juga mengajukan hal yang serupa untuk
menunjukkan kenabiannya. Ketika orang-orang kafir Yahudi dan Ulama-
Ulama Pharisi mengatakan dia adalah pendusta, penipu, penghujat
Tuhan beliau mengatakan :"Apakah ada diantara kamu orang yang
dapat menunjukkan kesalahan saya?" Dalam Kitab Perjanjian Baru
dikatakan sbb:
Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?
Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapa kamu tidak percaya
kepadaKu (Yohanes 8:46)
Memang para nabi bila mengatakan "kami diutus oleh Allah" manusia
langsung saja menuduh dan mencerca yang bukan-bukan : pendusta,
penipu, bahkan dimaki dengan mengatakan orang gila dan sebagainya.
Sebenarnya yang perlu dipertanyakan adalah jika sekiranya Nabi itu
penuh noda dan kejelekan mengapa dahulu dipuji-puji, kenapa aib ini
dahulunya tidak terlihat? Kaumnya sendiri , yang setiap hari
bercampur baur dengan beliau yang menilainya sebagai seorang yang
baik, teladan pada masyarakat , tidak meragukan sama sekali
kejujurannya, kok tiba-tiba setelah pendakwaannya jadi Nabi,
kaumnya beramai-ramai secara "ijmak" pula mengingkari kenabian itu
dan tiba bangkit menuduhnya pendusta, sebuah tuduhan yang tidak
pernah terbayangkan jika mereka melihat kehidupan beliau sebelum
pendakwaan itu.
Sebelum pendakwaan seorang Nabi biasanya mereka tidak memusuhinya.
Karena itulah mereka mengatakan keadaan sebenarnya. Sekarang
setelah dia menyampaikan dakwahnya ia mulai dibenci , dimusuhi,
dicerca dan dijelek-jelekkan, dan semua mereka yang memujinya itu
bangkit menyerangnya. Itu adalah lumrah dan disitulah pula
nampaknya Tuhan memperlihatkan kebenaran pendakwaan seorang Nabi
itu.
Pernahkan anda meyaksikan kelelawar yang bergelantung dipohon
dengan kepala dibawah dan kaki diatas , setelah matahari terbit?
Itulah sebabnya kelelawar itu tak dapat melihat pada siang hari.
Cobalah kita renungkan, apakah ini disebabkan kesalahan matahari
sehingga kelelawar itu tidak bisa melihat cahaya
matahari?Perumpamaan ini cocok sekali dengan orang-orang yang
memusuhi Nabi, sebab Nabi adalah laksana matahari rohani dalam
hidup kita ini. Maka mereka yang melawan dan memusuhi Nabi itu,
membabi buta menolak , sehingga menyerang Nabi dan mengatakan yang
bukan-bukan tentang dia, meskipun seluruh hidup dan kehidupan Nabi
itu suci bersih. Tak ada kejelekan padanya, namun aneka rupa aib
dinisbahkan kepadanya, karena orang yang memusuhinya menjadi buta
disinari "cahaya Ilahi",. Ibarat kelelawar yang buta tidak bisa
melihat disiang hari karena , karena
kepalanya kebawah sehingga tidak bisa melihat matahari terbit.
Ada peribahasa mengtakan:"Kalau musuh yang berbicara katanya tidak
bisa dipercaya" . Jadi untuk mengenal Nabi , kita tentu saja tidak
bertanya kepada musuhnya. Juga kita tidak bertanya kepada kelelawar
mengenai keadaan matahari. Tetapi kita harus bertanya tentang hal
keadaan Nabi , yaitu sebelum pendakwaan dirinya jadi Nabi, sebelum
dia berkata:"saya telah dianugerahi rahmat kenabian oleh Allah
SWT". Karena sampai saat pendakwaan itu, tidak pernah orang-orang
mengatakan apa-apa berupa aib dirinya. Sekarang setelah dia
dianugerahi nikmat dari Allah , barulah orang-orang tsb berbalik
memusuhinya.
bersambung
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)