Assalaamu 'alaikum wr. wb.
Ungkapan yang menyatakan dunia hanyalah permainan dan sendau gurau ada
beberapa kali dalam Al-Quran. Saya menemukan tiga ayat yang persis
menggunakan ungkapan di atas yaitu dalam QS 6:32 yang dikutip oleh pak
Ibnu, serta dalam QS 47:36, serta dalam QS 29:64.
Dalam QS 6:32, kata-kata tersebut ditujukan untuk menjawab perkataan
kafirin yang menyatakan dalam QS 6:29 bahwa "Hidup hanyalah kehidupan
kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan".
Sedangkan dalam QS 47:36, perkataan tersebut ditujukan kepada orang-oang
yang kikir terhadap hartanya.
Sedangkan dalam QS 29:64, ungkapan tersebut sekali lagi berhubungan
dengan rizki yang dilimpahkan Allah kepada hamba-Nya.
Dari ketiga konteks ayat dimana ungkapan tersebut dipergunakan dalam
Al-Quran, saya hanya bisa memahami ungkapan tersebut sebagai perintah
Allah agar kita tidak kikir dan saya -maaf- susah memahaminya
sebagaimana pak Wargino yang memahami ungkapan tersebut sebagai
permainan kalah-menang, lengkap dengan bandarnya dsb. Kecuali ada
penjelasan lain yang lebih masuk akal maka saya memahami ungkapan "wama
hathihi alhayatu alddunya illa lahwun walaaibun" sebagai sindiran Allah
agar kita tidak kikir terhadap harta dan saya tidak memahaminya dalam
pengertian lain.
Ayat-ayat tsb adalah:
Dan tentu mereka akan mengatakan (pula):"Hidup hanyalah kehidupan kita
di dunia saja, da kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan. (QS. 6:29)
Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya
(tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman
Allah:"Bukankah (kebangkitan) itu benar" Mereka menjawab:"Sungguh benar,
demi Tuhan kami". Berfirman Allah:"Karena itu rasakanlah azab ini,
disebabkan kamu mengingkari(nya). (QS. 6:30)
Sungguh telah rugilah orang-orang yang telah mendustakan pertemuan
mereka dengan Allah; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan
tiba-tiba, mereka berkata:"Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap
kelalaian kami tentang kiamat itu!", sambil mereka memikul dosa-dosa di
atas punggungnya. Ingatlah, amatlah buruk apa yang mereka pikul itu.
(QS. 6:31)
Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan sendau gurau
belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang
bertaqwa. Maka tidaklah kamu memahaminya! (QS. 6:32)
Sesungguhnya kehidupan dunia hanya permainan dan senda gurau.Dan jika
kamu beriman serta bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan
Dia tidak akan meminta seluruh harta-hartamu. (QS. 47:36)
Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu niscaya kamu akan
kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu. (QS. 47:37)
Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu)
pada jalan Allah.Maka diantara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang
kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri.Dan
Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang
membutuhkan(Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan menganti
(kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).
(QS. 47:38)
Allah melapangkan rizki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara
hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya.Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 29:62)
Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka:"Siapakah yang
menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah
matinya?" Tentu mereka akan menjawab:"Allah", Katakanlah:"Segala puji
bagi Allah", tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya). (QS. 29:63)
Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main.Dan
sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka
mengetahui. (QS. 29:64)
Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>----------
>From: [EMAIL PROTECTED][SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: Friday, 5 March 1999 15:31
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: RE: [Tasawuf] Siapa bisa jawab...
>
>
>[Ibnu Badawi wrote]:
>>From: "R. Sunarman" <[EMAIL PROTECTED]
>
>Assalamu'alaikum wr wb,
>
>Selamat datang Pak Ibnu nampaknya anda anggota baru atau paling tidak beli
>baju baru. Saya ucapkan selamat datang di milis ini dan terimakasih atas
>saran-sarannya.
>
>Saya sependapat dengan anda menyitir ayat bahwa dunia ini hanya permainan.
>Karena permainan, ya... siapa yang bisa bermain tentu yang menang.
>Yang nggak bisa main yang bakalan kalah.
>
>Di sini saya melihat bahwa para pemain (kita-kita ini) diberi kehendak
>bebas oleh sang 'Bandar' untuk bermain sesuka kita, Dengan catatan harus
>ingat aturan mainnya dan ingat konskwensinya hanya dua hal yaitu 'menang
>dan kalah'.
>
>Apakah kebebasan kehendak demikian ini disebut kehendak bebas?
>Menurut saya kok bukan. Karena ini kehendak bebas yang mengikat.
>
>Bagaimanapun kuatnya kehendak para pemain, tetap saja tidak bisa keluar
>dari
>aturan main dan tidak bisa lepas dari dua konsekwensi itu.
>Jadi ya tetap bukan kebebasan.
>
>Semoga kita semua dibimbing menjadi pemain-pemain yang menang. Amiin.
>
>
>Kurang lebih mohon maaf,
>Wassalamu'alaikum wr wb,
>Wargino
>
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)