Assalamu'alaikum wr.wb.
Saya mohon maaf sebelumnya bila ada kesalahan dalam tulisan ini. Saya tidak akan
menjelaskan secara langsung tentang ikhlas, karena sebelumnya sudah banyak
disampaikan oleh rekan-rekan yang lain. Cuma beberapa pandangan yang barangkali
bisa menambah wawsan, Insya Allah.

"Jenis amal itu bermacam-macam, lantaran bermacam-macam pula keadaan yang datang
ke dalam hati"
Keterangan : Orang-orang yang sungguh-sungguh berkeinginan hendak meningkatkan
atau menyempurnakan diri hingga bisa mencapai maqam Ihsan atau mendapatkan
makrifat Allah, tentu rajin dan beribadah. Dalam melakukan amal atau ibadah.
masing-masing orang mempunyai pilihannya sendiri-sendiri. Ada orang yang lantas
terdorong membaca al-Qur'an. Ada yang lebih suka memperbanyak Shalat. Ada yang
senang mengajar, bersedekah, membaca Shalawat, silaturrahmi dan sebagainya.
   Pasalnya begini: Apabila seseorang bersungguh-sungguh melakukan mujahadah
(memerangi nafsu) demi melaksanakan perintah Allah, biasanya lalu ada warid (nur
yang datang ke hatinya) dari Allah - baik orang itu menyadari atau tidak. Warid
ini menimbulkan keadaan hati yang bermacam-macam: Ada yang merasakan keresahan
yang sangat takut kepada Allah, atau rasa cinta kepada Allah, atau rasa
belas-kasih kepada semua makhluk Allah, atau menimbulkan uapan gairah terhadap
janji Allah dan lain sebagainya. Keadaan-keadaan hati semacam ini disebut Haal,
yang lantas melahirkan amal-amal yang berbeda satu sama lain, sebagaimana
tersebut di atas.

"Cukuplah sebagai balasan orang-orang yang beramal, apabila hati mereka dibuka
ketika tha'at (ibadat) kepada Allah dan Allah mendatangkan rasa tenteram ke
dalam hati mereka ketika menghadap-Nya".
Keterangan: yang dibukakan Allah di hati orang yang beramal adalah rasa manisnya
beribadah dan rasa nikmatnya membaca al-Qur'an dihadapan Allah. Hal ini
dimaksudkan agar dalam beribadah hanya demi memenuhi hak Allah yakni ditha'ati
dan hak diagungkan -, tidak usah bertujuan ingin mendapatkan pahala di akhirat.

"Barangsiapa beribadah kepada Allah karena sesuatu yang ia harapkan dari-Nya,
atau dengan ketha'atannya ia ingin agar Allah menolak datangnya bencana atau
siksa, maka tidaklah ia disebut sebagai orang yang memenuhi hak sifat-sifat
Allah".
Keterangan : Sifat-sifat Allah - seperti: rahman, rahiem, jabbar, qahhar,
malikal mulki - semuanya menuntut untuk ditha'ati perintah-Nya dan selalu
disebut-sebut agar tidak dilupakan atau ditinggalkan. jadi, kewajiban beribadah
segenap hamba Allah bukanlah karena disebabkan apapun, melainkan hak ketuhanan
Allah semata. Orang beramal dengan tujuan memperoleh kesenangan - baik urusan
dunia maupun akhirat -, sebenarnya terasa sebagai kurang beradab terhadap Allah
Ta'ala. Dalam sebuah hadis disebutkan: "Janganlah seperti budak jelek, jika
tidak takut kepada majikan lantas tidak bekerja. Dan jangan pula seperti buruh
jelek, kalau belum diupah belum mau bekerja".

"Janganlah permohonan anda menjadikan sebab turunnya pemberian Allah (keyakinan
bahwa turunnya pemberian itu karena permohonan anda), sehingga mengakibatkan
sedikitnya pemahaman anda terhadap Allah. Tetapi hendaknya permohonan anda itu
hanya demi menampakkan penghambaan anda kepada Allah dan memenuhi hak-hak
ketuhanan-Nya".

Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga Allah mengampuni saya, bila ada
kesalahan. Demikian pula rekan-rekan di milis ini.

Wassalam,
Agus Haryono

Ahmad Fadlah wrote:

> Assalamu'alaikum wr.wb.
> Terima kasih atas tanggapan para Salik atas tema diatas.
> Saya tidak akan meresume karena nampaknya dari sekian tanggapan semua
> berteori menuju teori Ikhlasnya Rabiah Al-Adawiyah.
> Inysa Allah saya akan menuju kesana.
> Hanya yang saya rasakan dalam beragama ini bahwa Islam itu adalah agama yang
> sangat realistis dan sangat logika.
> Man jadda wajada.( siapa yang berusaha dia akan dapat).
>
> Banyak cerita para Sahabat Rasulullah yang beribadah karena faktor Hauf dan
> Raja' itu. Sayyidina Umar dan Ali adalah tipe mereka yang sangat mengerti
> Fadilah Amal. Sehingga dia tau persis bahwa bila dia melakukan ini dia akan
> dapat itu. Bila dia meninggalkan ini dia akan dapat itu dsb.
>
> Note : apa ada teori lain selain teori Ikhlasnya Rabiah ini ??? adakah
> ikhwan ??please.
>
> Wassalamu'alaikum wr.wb.
>
> +++++++++++++++
> H. Ahmad Fadlah
> Banda Aceh
> +++++++++++++++
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke