Assalaamualaikum wr wb. [Maaf. Saya kirim ulang karena mail pertama tidak memiliki indent yang benar untuk membedakan ucapan saya dengan ucapan saudara Wargino] [Wargino Sihim wrote] : >Saya lebih setuju pada pendapat agar memisahkan antara "ke-Mahatahuan >Allah" dengan "Kehendak Allah". +Silahkan.... ===== Terima kasih, saya juga mempersilakan saudara Wargino Sihim untuk berpendapat yang lain. Toh, disini cuman sharing pemahaman saja. >Allah memang Maha Tahu atas segala peristiwa, tetapi tidak lantas >otomatis berarti Allah Menghendaki kejadian tersebut. Jika kita >mencampuradukkan kedua hal di atas, maka kitapun menjadi bingung >karena bila semua kejadian adalah atas Kehendak Allah maka bagaimana >kita berani melawan Kehendak Allah? +Dari mana anda tahu bahwa Allah tidak +berkehendak dibalik itu semua? ====== Kehendak Allah hanyalah kebaikan semata. Keburukan datangnya dari Manusia. Jika saudara meyakini bahwa Allah berkehendak juga pada keadaan yang buruk maka sungguh berlawanan dengan akal sehat. Seakan Allah bermain-main dalam menurunkan Rasul-Rasulnya di muka bumi. Bukankah Allah menurunkan Rasul-Rasulnya agar hanya membawakan kebaikan di muka bumi dan melawan kemungkaran di muka bumi? Jika Allah menurunkan Rasul untuk melawan kemungkaran di muka bumi maka bagaimana mungkin Allah yang sama juga berkehendak kepada manusia lainnya untuk menimbulkan kemungkaran di muka bumi? Kehendak Allah hanyalah kebaikan semata, Keburukan datangnya dari kehendak manusia. Bayangkan apabila semua perbuatan manusia adalah kehendak Allah (termasuk kejahatan yang diperbuat manusia), bagaimana mungkin manusia nanti di akherat dimintakan pertanggungjawaban atas perbuatannya di dunia seperti yang ada dalam ayat di bawah ini? Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan, (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang perlindungan-pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. 10:27) >Hai manusia, kamulah yang berkehendak; dan Allah Dia-lah Yang Maha >Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia >mengendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang >baru (untuk menggantikan kamu). (QS. 35:15-16) +Ini sih sudah lama Mas! Sejak dulu sebelum +Muhammas SAW jadi Nabi juga +sudah +begitu. Umat-umat dulu yang pada kurang ajar lalu +'dihabisi' Penciptanya +dengan banjir, gempa, atau azab lain lalu diganti +umat yang baru, tapi +toh +dunia sampai sekarang ya begitu-begitu saja tuh. =========== Dari dulu sampai sekarang saya kira memang begitu. Allah berjanji akan menggantikan umat yang lalai dengan umat yang lebih baik. Janji Allah tsb berlaku selamanya bukan hanya pada masa sebelum Muhammad SAW, tapi juga berlaku selamanya. Tapi kutipan ayat tersebut tadinya saya maksudkan juga untuk menunjukkan bahwa AlQuran mengatakan bahwa "Kamulah (manusia) yang berkehendak..." +Bahkan saya berkeyakinan dunia ini semakin lama +bukan semakin baik, tapi +semakin bobrok (termasuk manusianya), semakin +rusak. Bukan semakin baik. +Sejak dulu saya belum bisa merubah pendapat saya +sendiri tentang +kehendak +bebas manusia itu sebenarnya tidak ada. +Orang yang akan merubah dunia ini menjadi +semakin baik itu tidak salah +tapi +yang terjadi adalah sebaliknya. Ini menunjukkan +bahwa kehendak manusia +itu +kehendak bebas yang kosong. ========= Jika kita membaca apa yang dikatakan Allah di dalam AlQuran maka saya terkesan malah sebaliknya dari pemahaman saudara Wargino tsb. Allah SWT berkehendak untuk memperbaiki umat manusia, dan kehendak Allah adalah sangat tangguh. Bila Allah mengatakan berita buruk kemudian selalu diakhiri dengan berita gembira, bukan sebaliknya. Bahwa "Inna ma'al Ushri Yushra", bukan sebaliknya. Allah mengancam bila hamba-Nya tidak menjalankan Amanat yang telah diberikan Allah melalui Rasul-Nya maka akan digantikan dengan Umat lain yang lebih baik, bukan sebaliknya. Pada akhirnya akan datang suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan Mereka mencintai Allah, bukan sebaliknya. Kebenaran selalu menang atas kebatilan, bukan sebaliknya. Bukankah paham kedatangan Imam Mahdi yang merata pada sebagian besar umat islam sebenarnya mencerminkan harapan bahwa suatu saat keadaan akan menjadi membaik kembali dengan datangnya Imam yang mampu memimpin umat manusia. Rasanya fakta-fakta ini hanyalah membawa saya meyakini berlawanan dengan keyakinan saudara Wargino. Saya justru meyakini bahwa dunia ini semakin lama akan semakin baik, meski melalui beberapa cobaan. +Kebanyakan dari jawaban reken-rekan yang dapat +saya tangkap, kekacauan +dunia +khususnya di negeri ini karena salah manusia yang +tidak patuh kepada +Allah. +Saya akan bertanya: +Mengapa kejadian kekacauan semacam itu bisa +tercium sejak beberapa +waktu, +sebelum kejadian (bagi yang dikasih tahu)? Ada +yang bilang berita +langit. +Kalau kejadian itu hanya ulah manusia yang saling +baku hantam mestinya +tidak +bisa terdeteksi dalam kurun waktu yang panjang +sebelum kejadian. =========== Apa anehnya bahwa Allah mengetahui suatu peristiwa sebelum kejadiannya? Bukankah Allah tidak terikat waktu. Pada zaman dahulu konsep 'tidak terikat waktu' mungkin sangat sulit dipahami. Tetapi dengan teori relatifitas dll maka sebenarnnya konsep itu menjadi sangat ilmiah dan bisa dipahami manusia. Apakah konsep bahwa Allah SWT tidak terikat waktu menjadi sangat sulit diterima oleh saudara Wargino? Bila Allah tidka terikat waktu maka Dia mengetahui apa yang akan terjadi dimasa mendatang, sama dengan mengetahui apa yang terjadi di masa lalu, sama dengan mengetahui apa yang terjadi di masa kini...... 100 tahun, 1000 tahun, 10 juta tahun semua menjadi rata bila kita tak terikat waktu. Sama seperti manusia melihat melihat film di kaset video, bisa saja kita melihat akhirnya atau tengahnya atau awalnya tinggal pencet tombol frame mana yang ingin kita lihat. Semuanya diketahui-Nya dengan pasti, tapi tidak berarti semua adalah Kehendak-Nya. Bahwa AlQuran mengakui adanya kehendak bebas manusia jelas terekam dalam banyak ayat Al-Quran seperti: Dan katakanlah:"Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". ......QS. 18:29) Dalam ayat tersebut jelas dikatakan bahwa barangsiapa yang INGIN beriman hendaklah ia beriman, barangsiapa yang INGIN kafir biarlah ia kafir. Jelas sekali ada kehendak bebas manusia dalam hal ini. Ada banyak sekali ayat seperti di atas. Dan ada banyak juga ayat-ayat yang menyatakan adanya kehendak Allah SWT. Bagi saya itu semua cuman berarti bahwa AlQuran mengakui adanya kehendak manusia, sebagaimana mengakui adanya kehendak Allah. Menurut hemat saya, bila kehendak manusia yang mengaku Hamba-Nya terus menerus bertentangan dengan kehendak Allah maka akan fatal akibatnya (pada tingkat ekstreem jika perlu Allah akan menggantikan umat tsb dengan umat lainnya yang lebih baik). Seharusnya kehendak bebas manusia itu diarahkan agar sesuai dengan kehendak Allah, toh Allah hanya menghendaki kebaikan buat manusia. Dan karena kehendak Allah-lah yang pasti jaya maka ada 2 konsekuensi yaitu: 1. Keadaan bumi ini akan semakin baik dan bukan semakin buruk. Karena kehendak Allah-lah yang pasti akan menang. Kehendak bebas manusia yang berlawanan dengan kehendak Allah pasti akan musnah "Jaal haqqa wa zahaqal baathila". 2. Manusia hendaknya mengarahkan kehendak bebasnya sesuai dengan kehendak Allah. Manusia hanyalah hamba-Nya yang hina. Bukankah itu inti ajaran semua agama di dunia? Agar manusia mengarahkan kehendak bebasnya sesuai dengan kehendak Tuhan. Terakhir saya sampaikan bahwa manusia yang menganggap sama saja kebaikan dan kejahatan itu (semuanya berasal dari Tuhan) telah diancam dalam ayat berikut ini: Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka Amat buruklah apa yang mereka sangka itu. (QS. 45:21) Semua kesalahan dalam tulisan di atas adalah dari saya dan semua kebenaran adalah atas Rahmat Allah. Wassalaamualaikum wr wb. _________________________________________________________ DO YOU YAHOO!? Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
