Saya sangat setuju dengan sdr Anzar.
Tidak mungkin syariat itu ditinggalkan bagaimanapun juga alasannya.
Sebagai seorang yang sangat tidak mengerti, setahu saya (tolong dikoreksi)
Rasulullah Muhammad saw., sebagai manusia yang tertinggi kedudukannya, yang
paling mengenal Allah swt, tetap menjalankan syari'at sampai akhir hayatnya
(mohon maaf kalau saya salah). Sebetulnya ada apa dengan syariat-thariqat dan
hakikat? apakah itu sesuatu yang terpisahkan?. tentunya tidak.
Yang saya pahami, syariat secara keseluruhan dan keutuhan merupakan
kerangka,atau 'wadah' untuk tahap selanjutnya(kalau boleh dikatakan
demikian)yaitu tharekat, hakekat atau entah apa selanjutnya. Yaa kalau
wadahnya tidak ada bagai mana kita bisa menyimpan isinya. Memang awal ketika
saya belajar agama (sekarang juga masih awal belajar) diajari aturan-aturan
syariat seperti salat, puasa, zakat termasuk etika keseharian berkomunikasi
dengan orang lain, jual-beli, hutang, dll.
Yang sebaiknya kita pikirkan adalah ada apa gerangan dibalik aturan-aturan
yang sudah tersusun rapi tersebut? Atau ada pesan langit apakah dibalik itu.
Bukankah biasanya ayat-ayat di kitab ditutup dengan kata-kata: tidakkah kamu
berpikir, tidakkah kamu mengetahuinya dst.
Atau apa yaaa...
kadang saya memikirkan sebenarnya esensi beragama islam itu apaan sih? apa
hanya bersyariat-syariat di satu sisi dan berhakekat-hakekat disisi lain, atau
apa?
terus apa sih arti sebenarnya dari: ayareat, thariqat, hakekat, ma'rifat?
apakah terpisah pisah seperti itu? Atau itu semua harus hadir dalam diri
seorang hamba sejati?
siapa sebenarnya atau kapan mulai ada pembagian/pegkotakan-pengkotakan seperti
itu?
Saya adalah orang yang sangat-sangat tidak tahu dan membutuhkan jawaban.
Barangkali dari rekan-rekan ada yang bisa membantu?
terima kasih
mohon maaf kalau tulisan saya adalah sesuatu yang sangat tidak ada artinya dan
hanya membuang waktui rekan-rekan. Tetapi saya membutuhkan jawaban tersebut. 
  

Anzar Djais <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya salah satu pemerhati Tasawuf. Hanya saja saya sering "bergidik"
juga mendengarkan apa yang ada dalam milis ini. Kalau biasa saya ingin
menyarankan dari seorang yang masih awam dalam agama agar Tasawuf -
Syariat - Ma'rifat - Thariqat  harap dapat dipadukan.  Membahas Tasawuf
tanpa mengetahui syariatnya dengan jelas sama saja Bo'ong. Dengan kata
lain pembahasan harus disertai dengan sumber Al-Qur'an dan Hadist yang
sahih. Terutama untuk pembahasan yang secara awam masih kelihatan ganjil
(tau sendirilah......)   

Anzar Djais
s Telecommunication Project Office Ujung Pandang
Communication on Air - DECTlink/Fastlink
Planning Department
Tel: (0411) 855355
Fax:(0411) 855344



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)






____________________________________________________________________
Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke